Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Berebut Lapak, Dua Kubu Saling Lempar

Hendrawan Kariman • Selasa, 15 Oktober 2024 - 09:22 WIB
Sejumlah petugas bersiaga usai bentrokan yang terjadi antar dua kubu pedagang di kawasan kuliner malam Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, Senin (14/10/2024).
Sejumlah petugas bersiaga usai bentrokan yang terjadi antar dua kubu pedagang di kawasan kuliner malam Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, Senin (14/10/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membuka kawasan kuliner di Jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Sukajadi sejak Jumat (11/10) malam. Namun, masalah muncul pada Senin (14/10). Kerusuhan terjadi antara dua kubu pedagang kuliner.

Dua kubu yakni kepengurusan pedagang Jalan Cut Nyak Dien samping BRK dan pengurus pedagang Jalan Cut Nyak Dien samping Puswil saling serang. Pantauan Riau Pos, Senin (14/10) malam, para pengurus saling lempar barang yang ada di sekitarnya.

Pengunjung kawasan kuliner itu dikejutkan dengan kejadian ini. Pasalnya, perkelahian antara dua kubu membuat satu lapak pedagang bakso di kawasan ini menjadi rusak. Aktivitas berjualan sempat terganggu.

Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, keributan terjadi lantaran kedua kubu kepengurusan pedagang di kawasan kuliner tidak setuju dengan para pedagang yang dulunya berjualan di kawasan BRK menggunakan lokasi lapak pedagang Puswil.

Hal inilah yang membuat terjadinya percekcokan dan saling lempar barang seperti gelas, piring, dan juga bambu.

“Ini beda kepengurusan. Jadi yang seharusnya menggunakan lapak di kawasan Puswil itu adalah para pedagang yang sudah lama berjualan di lokasi tersebut. Tapi nyatanya yang menggunakan sekarang adalah pedagang yang berada di kubu BRK,”ucapnya.

Namun, kerusuhan tidak berlangsung lama. Pasar Kuliner Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru kembali normal sekitar pukul 21.19 WIB. Pantauan Riau Pos, sejumlah petugas gabungan dari TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP masih berjaga di kawasan bentrokan.

Sejumlah pedagang sudah beraktivitas normal dan kondisi arus lalu lintas (lalin) juga lancar. “Sudah aman, tadi (kemarin, red)sempat ramai juga,”ujar petugas juru parkir yang mengaku bernama Doi.

Dia katakana Doi, sebelum kerusuhan ada sejumlah orang datang ke arah taman, tepatnya di belakang Gedung Pustaka Soeman HS. Di sana mereka bertemu dengan seseorang. Sesaat kemudian terjadi keributan antara dua kubu tersebut.

“Ada sekitar tiga orang datang. Padahal, sudah ubanan, sudah tua, dan mereka menemui seseorang di taman itu. Langsung berisik dan ada kericuhan. Mangkok dan piring pedagang juga banyak yang pecah-pecah dilempar saat kericuhan,” sambungnya.

Hal senada disampaikan para pedagang lainnya. Mereka tidak mengetahui secara pasti penyebab kericuhan tersebut. “Sebelah sana saja yang ada berkelahi, bukan rusuh. Sepertinya antara orang baru dan yang lama saja. Sekarang (kemarin, red)sudah aman,” tambah pedagang yang mengaku bernama Ris.

Sementara itu, Kapolsek Sukajadi Kompol Jorminal Sitanggang membenarkan kejadian ini. ‘’Namun situasi sudah aman, sudah kita lerai. Terkait ada lapak yang dirusak, kita sarankan untuk buat laporan ke Polresta,’’ ungkapnya.

Kompol Jorminal juga mengimbau agar para pedagang menahan diri. Dirinya meminta agar tidak ada lagi perselisihan serupa di lokasi. ‘’Kita minta para pedagang dan para pihak untuk menahan diri. Biarlah diatur sama Pemko Pekanbaru melalui Disperindag. Semua tujuannya ini untuk penataan saja,’’ imbaunya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pekanbaru Fathullah mendukung penuh pengelolaan Pasar Kuliner Cut Nyak Dien oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Bahkan dirinya mendukung pemko menata seluruh pedagang kaki lima di Kota Pekanbaru agar tertib.

Fathullah yang juga merupakan tokoh masyarakat Pekanbaru ini meminta pemko mengedepankan pembinaan dan penataan kepada para pedagang. Namun dirinya mengingatkan agar pemerintah untuk berpegang pada aturan yang ada. ‘’Pemko berpegang saja pada aturan yang ada, ada perda, ada perwako. Semua harus mengacu pada hal itu,’’ ungkapnya.

Terkait adanya risiko perlawanan atas penertiban, politisi Partai Demokrat ini mengingatkan pemerintah jangan kalah. Apalagi dengan premanisme.  ‘’Jangan tunduk dan kalah dengan premanisme, kita pemerintahnya, kita yang menegakkan aturan. Yang penting berpegang saja pada aturan yang ada,’’ tegas Fathullah.

Namun Fathullah belum melihat apa yang terjadi di Cut Nyak Dien malam kemarin sebagai aksi premanisme. Menurutnya, itu hanya perselisihan yang bisa diselesaikan. Maka dirinya meminta Disperindag Kota Pekanbaru untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. 

Pedagang Keluhkan Ukuran Lapak Terlalu Kecil

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali membuka kawasan kuliner di Jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Sukajadi sejak Jumat (11/10) malam. Sebelumnya, dilakukan penutupan yang dilakukan tiga hari, Selasa-Kamis (8-10/10) untuk penataan ulang terhadap kawasan tersebut.

Namun sejumlah persoalan masih dirasakan oleh para pedagang yang berjualan di kawasan tersebut. Salah satunya masalah ukuran lapak yang dinilai terlalu kecil dan sempit. Pantauan Riau Pos, Ahad (13/10) malam, sejumlah pedagang banyak yang menambahkan ukuran lapaknya dari hanya 3 meter menjadi lebih dari 9 meter.

Meskipun sempat dilakukan peneguran oleh petugas, para pedagang berdalih ukuran lapak yang diberikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dinilai sangat kecil. Pedagang khawatir, lapak yang terlalu kecil tidak akan bisa menampung seluruh pengunjung yang ingin menikmati makanan dan minuman yang dijual di lapaknya.

Salah seorang pedagang minuman kopi di kawasan tersebut mengaku ukuran lapak dirasa sangat kecil. Sehingga jika pedagang di sebelahnya sebelahnya tidak berjualan, maka ia menggunakannya lahan di sebelahnya sementara waktu. ”Ukurannya terlalu kecil. Selagi ada yang kosong, apa salahnya kami pakai sementara dulu,” ucapnya yang enggan menyebutkan namanya.

Ia berharap pemerintah bisa memberikan ukuran lapak yang sesuai dengan kebutuhan pedagang, agar seluruh pedagang bisa berjualan dengan baik. Hal serupa juga disampaikan pedagang lainnya yang juga enggan disebutkan namanya.

Ia menilai ukuran yang diberikan oleh pemerintah saat ini memang dirasa sangat sempit lantaran tidak ada celah antara para pedagang yang satu dengan lainnya. ”Memang sempit kalau ukuran cuma 3 meter ini. Paling cuma bisa menampung 15 pengunjung saja. Sedangkan kita berharapnya lebih,’’ ujarnya.

‘’Kami jualan di dekat taman sudah lama jadi tidak kena pindah lokasi. Kalau yang dipindah itu dari Jalan Cut Nyak Dien samping BRKS (Bank Riau Kepri Syariah) dan puswil. Makanya banyak yang memanfaatkan lokasi yang kosong,” tambahnya. 

Sementara itu, terkiat banyaknya keluhan dari pedagang Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin menyebutkan saat ini para pedagang di Cut Nyak Dien memang sudah mulai melakukan aktifitas berdagang kembali seperti biasanya.

Ia katakan, kini pedagang berjualan dengan konsep yang sudah tertata dan rapi, sehingga masih diperlukan penataan yang sesuai dengan kebutuhan yang ada. Apalagi sekarang ini, untuk kawasan parkir sudah tidak ada lagi yang parkir kendaraan roda empat di dalam, hanya untuk pedagang, pejalan kaki, lalu lintas roda dua saja yang diperbolehkan.

Bahkan dengan adanya ruang terbuka yang diberikan ini, kendaraan darurat pun bisa dilewati dibandingkan dengan konsep sebelumnya.

”Untuk ukuran ini sudah disesuaikan dengan keperluan para PKL. Namun kalau dirasa terlalu kecil, berarti pedagang ini bukan lagi kategori PKL namun pebisnis yang sudah seharusnya bisa menyewa ruko atau tempat usaha lain, bukannya di pinggir jalan. Karena untuk ukuran ini memang kami berikan kepada para pedagang yang kategorinya PKL atau UMKM kecil,” ucapnya.

Untuk tahap awal ini, kata Zulhelmi, pihaknya belum ada melakukan penarikan retribusi apa pun terhadap pedagang. Baik retribusi jasa usaha pedagang, maupun sampah dan iuran listrik.

”Untuk retribusi kita belum putuskan, kalau sesuai Perda itu kan Rp5.000 per meter. Kalau kali tiga meter saja, lumayan juga tiap bulan. Nah, kita berencana untuk mengajukan subsidi, sehingga pedagang tidak terlalu mahal mengeluarkan biaya,” ujar Zulhelmi.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih melakukan penataan terutama terkait kebutuhan listrik pedagang. Kebutuhan listrik di kawasan tersebut ada sekitar 20 titik Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). ”Saat ini yang sudah bisa digunakan itu sekitar 11 SPLU, dan sisanya kini masih dalam proses pemasangan oleh PLN. Ada sekitar 15 SPLU yang sudah terpasang,” katanya.

Pj Wako Segera Terbitkan SK

Sementara itu, Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Pekanbaru Risnandar Mahiwa SSTP MSi mengatakan pemko tengah mempersiapkan pengelolaan teknis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan kuliner malam di kawasan ini. Tim pemko sedang menyusun Surat Keputusan (SK) yang mengatur pembagian tugas secara rinci.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) dan kelompok yang telah mengelola UMKM di Jalan Cut Nyak Dien dengan baik selama ini. Ia ucapkan terima kasih. ”Kini, kami akan mengambil alih pengelolaan agar menjadi lebih baik,” ujar Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa SSTP MSi, Senin (14/10).

”Jadi saya ingin mengucapkan terima kasih, kepada para pedagang yang telah mempercayai dan bersedia bekerja sama dengan pemko dalam proses pendaftaran,” sambung Risnandar Mahiwa.

Selanjutnya, lanjut Pj Wako, pemko memastikan pengelolaan akan diperbaiki. Pengelolaan yang lebih baik ini mencakup berbagai aspek, termasuk keamanan, pelayanan, dan pengelolaan sampah. Saat ini tim internal pemko juga sudah mempersiapkan hal itu. ”Untuk semua teknis akan ditangani oleh Asisten I,” terangnya.

Pemko akan terus memenuhi fasilitas penunjang di kawasan kuliner Jalan Cut Nyak Dien ini. Antara lain seperti ketersediaan listriknya. Sebelumnya, Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan sejak dibuka kembali, kawasan kuliner di ruas jalan tersebut menjadi baik lagi para pedagang lebih rapi ketimbang sebelumnya. Adapun pemko telah melakukan penataan terhadap kawasan tersebut.

Dirinya mengakui memang masih terdapat sedikit kendala berkaitan fasilitas penunjangnya, seperti ketersediaan jaringan listriknya. Namun hal itu segera disikapi pemko secepatnya.

”Malam pertama untuk kita buka, itu masih ada beberapa gangguan, antara lain listrik dan lain-lain. Jadi memang para pedagang sudah kooperatif jualan di lokasi yang ada,” sambungnya.

Saat dibuka perdana, Jumat llau, Indra Pomi berjalan kaki melihat seluruh aktivitas pedagang kuliner di kawasan itu. Kemudian, ia juga memastikan kesiapan fasilitas penunjang yang ada di kawasan itu,” tuturnya.(end/ayi/ilo)

Editor : Rindra Yasin
#pemko pekanbaru #cut nyak dhien pekanbaru rusuh #pedagang rusuh #kawasan kuliner #pekanbaru