Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jalur Riau-Sumbar Masih Ditutup, Harga Sembako Mulai Naik dan Jasa Travel Terdampak

Komarudin • Selasa, 3 Desember 2024 | 09:34 WIB
Suasana jual beli kebutuhan pokok di Pasar Cik Puan Pekanbaru, Senin (2/12/2024).
Suasana jual beli kebutuhan pokok di Pasar Cik Puan Pekanbaru, Senin (2/12/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hampir selama sepekan terakhir, akses jalur lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) putus di 106-107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Kondisi ini berpengaruh terhadap pasokan bahan sembako ke Kota Pekanbaru dan jasa travel.

Harga bahan pangan seperti cabai merah, cabai rawit, dan sayuran mulai mengalami peningkatan dari Rp5.000 per kilogram (kg) hingga Rp10.000 per kg. Ini terlihat dari hasil pantauan Riau Pos di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru, Senin (2/12).

Di Pasar Agus Salim dan Pasar Kodim, harga cabai merah Bukittinggi mulai mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 per kg menjadi Rp40.000 per kg. Padahal sebelumnya harga cabai tersebut masih di kisaran harga Rp35.000 per kg.

Hal yang sama juga terjadi pada harga cabai merah Medan yang mengalami kenaikan menjadi Rp30.000 per kg yang sebelumnya hanya Rp28.000 per kg. Cabai rawit merah juga ikut mengalami kenaikan menjadi Rp40.000 per kg, sebelumnya Rp34.000 per kg. Cabai rawit hijau Rp40.000 per kg, bawang merah Rp35.000 per kg, dan bawang putih Rp40.000 per kg. Masing-masing mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 per kg.

Sementara itu, untuk harga ikan lele masih dijual Rp25.000 per kg, ikan patin Rp 25.000 per kg, ikan nila Rp30.000 per kg sampai Rp35.000 per kg, ayam Rp30.000 per kg, hati ayam Rp2.000 per potong.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Kodim Yayuk menjelaskan, sejak akses jalan lintas Sumbar-Riau putus, tomat masih dijual dengan harga tinggi Rp 20.000 per kg, wortel sebelumnya masih Rp7.000 per kg dijual Rp10.000 per kg , daun seledri sebelumnya Rp40.000 per kg menjadi Rp60.000 per kg, brokoli yang sebelumnya Rp18.000 per kg dijual Rp20.000 per kg. 

“Naik kalau sayuran memang belum terasa di masyarakat tapi kami pedagang sudah mulai terasa. Seperti sekarang, biasanya seledri kami jual hanya Rp40.000 per kilograml, tapi sekarang saya jual Rp60.000 per kilogram, itu pun langsung dibeli masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Agus Salim Yolanda menjelaskan, naiknya harga sembako karena truk pengangkut harus menempuh jalan lebih jauh dari biasanya sehingga ongkos angkut pun ikut naik.

Di Pasar ini, cabai merah dijual Rp40.000 per kg dari harga awal Rp35.000 per kg. Cabai rawit juga di kisaran Rp40.000 per kg. “Awal pekan ini rata-rata naik semua harganya. Jalan yang putus membuat akses truk yang membawa bahan pangan dari Sumbar harus memutar arah. Jadi bukan cuma biaya pengiriman yang naik, namun juga waktu yang habis di perjalanan menjadi salah satu faktor harga mahal,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin memastikan bahwa pasokan sembako di pasaran saat ini masih tersedia dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, diketahui bahan pokok masih tersedia dan tidak ada kelangkaan. “Bahan pokok itu masih tersedia, cuma sedikit tertunda karena jalur Sumbar-Riau saat ini memutar lewat Kiliran Jao,” katanya.

Lanjut Zulhelmi, saat ini pasokan sembako dari Sumbar tetap berjalan dan tidak terlalu berpengaruh terhadap kelangkaan di pasaran. Hanya saja terjadi sedikit kenaikan terhadap komoditi tertentu. ‘’Ini karena kendaraan pengangkut sembako dari daerah penghasil Sumbar harus melintasi jalan lain dengan jarak tempuh yang cukup jauh dibandingkan dengan lalu lintas biasanya,’’ ujarnya.

Namun ia menjelaskan, pasokan bahan pokok ke Kota Pekanbaru tidak hanya berasal dari wilayah Sumbar. Namun ada beberapa daerah penghasil lainnya seperti Sumatera Utara, Aceh, Jambi, dan Pulau Jawa.  Pihaknya juga berkoordinasi dengan penghasil bahan pokok lainnya untuk memastikan pasokan yang tersedia bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Pekanbaru.

Jasa Travel di Pekanbaru Mulai Terdampak

Putusnya akses lalu lintas Riau- Sumbar nyatanya tidak hanya berdampak pada harga pangan di Kota Pekanbaru, sejumlah jasa perjalanan wisata atau travel antardua provinsi tersebut juga kena imbasnya.

Bahkan sejumlah armada travel di Kota Pekanbaru yang memiliki trayek Riau-Sumbar kini lebih banyak terparkir di depan kantor perusahaan perjalanan darat tersebut, daripada melakukan pengantaran penumpang dari dua provinsi tersebut.

Salah seorang Operator Travel Ananta, Natasya mengatakan, saat ini jasa angkutan darat yang melayani perjalanan antarprovinsi Riau dan Sumbar sudah mulai berdampak. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang memilih menunda bepergian baik dari Riau ke Sumbar, maupun sebaliknya.

“Kalau terdampak memang sudah terasa. Banyak yang sudah mulai menunda perjalanan karena adanya penambahan biaya dan jarak tempuh yang semakin lama,” ucapnya, Senin (2/12). ‘’Berkurangnya jumlah perjalanan akibat penutupan jalan ini berkisar 20 hingga 30 persen,’’ tambahnya.

Sedangkan untuk tarif perjalanan yang dipatok untuk para pelanggan, juga mengalami kenaikan. Biasanya harga tiket perjalanan Riau-Sumbar dengan waktu tempuh perjalanan 6-8 jam berkisar Rp 240.000, kini naik menjadi Rp270.000.

“Kita memang naikan tarif karena biaya di perjalanan sudah pasti bertambah. Untuk tarif perjalanan Pekanbaru-Padang biasanya Rp240.000 naik jadi Rp 270.000. Untuk Pekanbaru-Bukittinggi harga sebelumnya Rp180.000, naik menjadi Rp230.000. Rata-rata naik Rp50.000 per perjalanan,” ucapnya.

Ditambahkan Natasyai jumlah keberangkatan per hari juga mulai mengalami penurunan. Biasanya Travel Ananta bisa melakukan keberangkatan 8 hingga 0 mobil, tapi sekarang hanya 4-5 mobil dari 14 armada yang ada. “Kami berharap akses lalu lintas di antara Riau dan Sumbar bisa kembali normal, dan akses tol juga bisa segera selesai agar perjalanan masyarakat juga lebih mudah,” tegasnya.

Belum Pastikan Kapan Dibuka Lagi

Jalan lintas Riau-Sumbar km 106-107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar belum dapat dipastikan kapan dibuka untuk umum kembali. ‘’Sebab para pekerja menggesa pengerjaan jalan fungsional. Karena itu, supaya pengerjaan maksimal maka jalan ini ditutup total,’’ ujar Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasatlantas Polres Kampar AKP Vino Lestari, Senin (2/12).

Vino Lestari menjelaskan, pihaknya sudah memberitahukan kepada pengendara jalan ini tutup untuk kendaraan roda empat. Alhasil, ada sebagian pengendara langsung putar balik arah ke Pekanbaru. Namun, ada juga pengendara yang menunggu jalan lintas ini dibuka kembali.

’’Kalau dari arah Pekanbaru, antrean kendaraan tidak panjang lagi. Ini karena kebanyakan pengendara lebih memilih putar balik ke arah Pekanbaru daripada menunggu antre yang belum pasti kapan dibuka lagi jalan lintas ini,’’ ujar Vino Lestari.(ayi/kom)

Editor : Rindra Yasin
#jalan riau sumbar putus #jalan riau sumbar buka tutup #jasa travel #pasokan sembako #harga sembako naik