Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Maytri Marista Pangesti, Perempuan Harus Berdikari

S
Penulis: Siti Azura❯
Maytri Marista Pangesti
Maytri Marista Pangesti

Advertisement

 

Dalam menuntut ilmu, belajar didalam kelas, mendapat nilai yang baik, dan lulus tepat waktu adalah harapan banyak orang. Beberapa akhirnya memilih untuk fokus belajar didalam kelas saja. Namun berbeda dengan salah satu alumni Universitas Islam Riau (UIR) ini. Memilih menyisihkan waktunya untuk menggali pengalaman baru diberbagai kesempatan. Sambil melanjutkan pendidikannya.

“Dulu waktu maba saya memang hanya fokus untuk berkuliah saja. Istilah zaman sekarang mahasiswa kupu-kupu. Namun ketika mulai menduduki semester empat, saya pun mulai bosan dengan rutinitas tersebut. Waktu senggang yang saya miliki hanya bisa digunakan untuk belajar dan bermain bersama teman. Akhirnya sayapun mulai berpikir untuk mencari kegiatan. Mulai aktif ikut kompetisi, hingga akhirnya memberanikan diri untuk melawat pekerjaan,” jelas Hesty mengingat masa itu.

Advertisement

Selain untuk mengisi waktu luangnya, Hesty pun mengaku ingin meringankan beban orang tua. Sebagai bagian dari anak perantauan, Hesty tidak ingin terlalu bergantung dengan kiriman orang tuanya. Meski perempuan, ia tetap ingin berdikari.

Salah satu yang juga mengagumkan dari sosok yang satu ini, adalah fokusnya untuk tetap berkembang. Meski harus bekerja dan belajar, ia tetap aktif mengikuti berbagai kompetisi.

Advertisement

“Ya meskipun untuk mencapainya juga ada banyak hal yang dikorbankan. Tenaga yang letih, waktu yang habis untuk belajar dan mengajar, dan berkurangnya intensitas untuk berkumpul dan bermain bersama teman. Tapi bagi saya tidak ada yang sia-sia. Pintar-pintar membagi waktu saja. Tetap dinikmati karena yang dijalani sekarang adalah proses. Dan masa depan kita nantinya ditentukan oleh proses yang sedang kita jalani ini,” jelas Hesty.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikannya sambil bekerja sebagai guru, mengumpulkan banyak prestasi dan pengalaman mengikuti iven besar, Hesty pun akhirnya menemukan jati dirinya. Bekerja sesuai dengan jurusan yang dikuasai, sebagai HRD. “Semua yang dilakukan adalah pengalaman dan proses. Tidak ada yang tahu masa depan. Makanya kita harus memaksimalkan semua potensi yang ada sejak muda,” tutupnya.***

Laporan: SITI AZURA
Foto: KOLEKSI PRIBADI

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Diskusi Perempuan, Seni, dan Ruang Bertumbuh; Berkarya di Tengah Tekanan dan Peran Ganda

Diskusi Perempuan, Seni, dan Ruang Bertumbuh; Berkarya di Tengah Tekanan dan Peran Ganda

Para perempuan ini berjuang melawan segala keterbatasan dan tantangan agar bisa tetap menghasilkan karya seni.

Srikandi PLN Nusantara Power Peringati Hari Kartini, Kenang  Perjuangan  RA Kartini  Perjuangkan Hak-Hak Perempuan

Srikandi PLN Nusantara Power Peringati Hari Kartini, Kenang  Perjuangan  RA Kartini  Perjuangkan Hak-Hak Perempuan

Srikandi PLN Nusantara Power Pekanbaru peringati Hari Kartini dengan kebaya dan workshop kreatif perempuan inspiratif

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer