Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Solar Langka, Pengendara 2 Hari Keliling untuk Mendapatkannya

Tim Redaksi • Jumat, 20 Desember 2024 | 09:33 WIB
Kendaraan yang antre untuk pengisian BBM jenis solar.
Kendaraan yang antre untuk pengisian BBM jenis solar.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan masih terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pekanbaru, terutama di jalur pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Langkanya BBM bersubsidi membuat salah satu warga harus keliling dua hari untuk mendapatkannya.

Hal ini dialami Firdaus, salah seorang pengendara mobil yang ditemui di SPBU Jalan Dharma Bakti Kecamatan Payung Sekaki. Pantauan Riau Pos, Kamis (19/12), di lokasi ini antrean panjang yang didominasi mobil angkutan umum seperti truk dan pikap sudah mengular mulai pertengahan ruas Jalan Dharma Bakti.

Firdaus mengaku sudah beberapa hari terakhir mencari SPBU untuk mengisi BBM bersama saudaranya, namun hasilnya selalu nihil. Awalnya, ia sempat mengisi solar di SPBU Jalan Arifin Ahmad Kecamatan Marpoyan Damai.

Namun setelah menghabiskan waktu selama 2 jam antre dan saat berada di depan stasiun pengisian BBM, stok solar rupanya sudah habis dibeli oleh pengendara lainnya. Sehingga dirinya harus mencari SPBU lain untuk tetap bisa menggunakan solar.

Setelah mengetahui dari teman-temannya jika salah satu SPBU di Jalan Dharma Bakti masih memiliki stok solar, maka dirinya pun langsung mendatangi SPBU tersebut. Namun antrean sudah panjang menular hingga ke badan jalan dari pintu masuk SPBU tersebut.

“Ini sudah dua hari saya keliling cari SPBU. Saya datang ke sini sekitar pukul 07.00 WIB, antrean sudah mulai panjang. Semoga kali ini bisa dapat solar karena sudah beberapa hari ini keliling ke SPBU tapi stoknya kosong,” ucapnya.

Dirinya berharap pemerintah bisa cepat mengatasi kelangkaan solar karena hal ini sangat merugikan masyarakat, khususnya pengguna BBM subsidi tersebut. “Iya kalau bisa jangan seperti ini terus. Setiap mau akhir tahun atau hari besar pasti BBM stoknya cepat habis. Kami menghabiskan waktu bisa beberapa hari hanya untuk mengisi solar. Kalau nggak diisi, mobil ini nggak bisa jalan,” ucapnya.

Sementara itu warga sekitar SPBU Wahyu Hidayat mengaku kesal karena antrean panjang di sekitar SPBU menutup akses jalan masyarakat. Apalagi banyak masyarakat yang mengantungkan hidup dengan berjualan di pinggir jalan. Pengendara yang antre panjang dapat menutup usaha UMKM di sekitar lokasi.

“Kalau bisa jangan sampai panjang seperti ini antreannya. Ini menganggu kenyamanan masyarakat, khususnya pedagang kaki lima. Iya kalau mereka yang antre ini mau beli, kalau nggak kan pedagang yang rugi karena tempat usahanya tidak bisa dilihat oleh para pembeli,” tegasnya.

Antrean juga terjadi di SPBU Jalan Soekarno Hatta (depan Pasar Pagi Arengka). Truk colt diesel dan pikap antre dari SPBU ini hingga di ruas jalan. Para sopir menunggu giliran mendapatkan solar. Antrean cukup panjang.

“Nggak apa-apalah antre, yang penting dapat solar, ketimbang cari yang lain lagi sama saja, antre juga,” ujar Rias, sopir truk bak terbuka yang baru saja mendapatkan giliran diisi tangkinya.

Dirinya ukup lama juga antre di SPBU tersebut. Namun masih bersyukur bisa mendapatkan solar. “Syukur juga ada, sebelumnya kan ada juga SPBU yang katanya tak ada stok solar,” tambah dia.

Hal senada disampaikan Bimo, sopir truk diesel yang lainnya ini juga ikut antre di SPBU tersebut. Dia hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit mengantre. “Cuma 15 menitan sudah dapat. Memang agak lambat, tetapi solar masih ada. Antre lambat tak apa asal dapat solar,” kata Bimo.

Sementara itu, beberapa truk L300 yang antre mengisi pertalite juga cukup panjang di SPBU ini, namun tetap dilayani dengan lancar oleh petugas. “Beberapa hari ini truk dan L300 memang lebih banyak yang mengisi, nggak tahu kenapa seperti ini,” ujar petugas SPBU yang engan disebutkan namanya.

Antrean truk hingga kendaraan angkutan kecil berbahan bakar solar juga masih terjadi di SPBU Simpang Pandau, Jalan Pasir Putih , Kecamatan Siak Hulu (perbatasan Pekanbaru-Kampar). Beberapa hari belakang, di SPBU ini memang tidak ada solar.

Namun, kemarin mulai terlihat beberapa kendaraan sudah tampak mengisi solar di SPBU ini. Kendati tidak menyebabkan lalu lintas tersendat, namun antrean masih sampai ke jalan.

Pantauan Riau Pos pada sore hari, di SPBU Pandau Jaya ini, truk dan sopir yang antre sudah kendaraan dan orang yang berbeda. Mereka yang sempat menunggu hingga seharian sehari sebelumnya sudah tidak tampak lagi di sekitar SPBU itu.

Salah seorang petugas SPBU yang namanya enggan disebutkan yang berada di Jalan Lintas Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar mengatakan, hingga saat ini masih terjadi kelangkaan BBM jenis solar.

Dirinya tidak mengetahui pasti apa penyebabnya, tetapi menurutnya, kelangkaan solar akan terjadi hingga akhir bulan ini. “Iya, sampai saat ini masih terjadi kelangkaan, kemungkinan sampai akhir bulan ini saja. Saya tidak tahu pasti apa penyebabnya,” ujarnya saat ditanya Riau Pos.

Wil, salah seorang pemilik kendaraan truk colt diesel yang sehari-hari mengangkut pasir dan kerikil mengaku harus antre berjam-jam agar bisa mendapatkan solar. «Saya, kalau mau beli solar di SPBU biasanya pagi hari. Kalau siang hari, takutnya habis. Sepertinya beberapa waktu lalu, mau beli siang hari. Eh, gak tahunya sudah habis,” katanya.

Pantauan Riau Pos, antrean panjang juga terjadi  di SPBU di Jalan Kelapa Sawit. Kendaraan yang berjejer satu baris di sepanjang jalan menuju pintu masuk SPBU bahkan menyebabkan kemacetan panjang.

Sejumlah SPBU di tengah Kota Pekanbaru seperti dua SPBU di Jalan Jenderal Sudirman dan tiga di Kecamatan Sukajadi masih sama dengan beberapa hari sebelumnya,. Masih terjadi antre kendaraan.

Sementara itu, di SPBU Jalan Kaharuddin Nasution yang tidak jauh dari SMK Pertanian Terpadu Riau, antrean sudah jauh berkurang. Di sini antrean juga tidak berdampak pada lalu lintas.(ilo/end/dof/ayi)

Editor : Rindra Yasin
#pertamina #SPBU pekanbaru #pekanbaru #solar langka