PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ratusan pengungsi asal Rohingya di Kota Pekanbaru rencananya akan dipindah oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru ke Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai Barat.
Rencana pemindahan ini karena tempat yang ditinggali para pengungsi saat ini, yaitu di belakang Kantor Rudenim Pekanbaru tidak layak. Selain itu, kehadiran para pengungsi dikhawatirkan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru Hadi Sanjoyo mengatakan, pihaknya memang sudah mengusulkan kepada sejumlah pihak terkait penempatan baru untuk para pengungsi Rohingya tersebut.
”Kawasan itu ada di Palas. Hal ini dilakukan lantaran warga Rohingya kerap membuat keresahan dan lokasi yang mereka tempati saat ini juga berada di tengah kota dan sangat dekat dengan permukiman masyarakat sehingga hal-hal yang terjadi sebelumnya dapat diminimalisir di kemudian hari,” ujarnya, Kamis (9/1).
Dikatakannya, untuk penempatan lokasi baru tersebut, pihaknya sudah mengajukan ke pihak Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Pusat untuk mendapatkan persetujuan pindah.
”Kami masih tunggu persetujuan dari IOM pusat, sampai sekarang belum ada informasi orang itu setuju atau tidaknya tapi saran kita dipindahkan ke Palas agar dapat meminimalisir persoalan yang kerap terjadi belakangan ini,” katanya.
Ia menyebut, jika usulan tersebut tidak diterima atau tidak disetujui, maka pihaknya akan mencari tempat lain untuk diusulkan kembali.
Apalagi,di Kota Pekanbaru saat ini warga Rohingya ada ratusan warga Rohingya yang dibagi dalam dua klaster. Untuk klaster pertama ada 277 orang, kemudian klaster kedua ada 555 orang.
Untuk klaster pertama ditempatkan di wisma, sementara klaster kedua ditempatkan di belakang Rumah Detensi Imigran (Rudenim)
Namun, para pengungsi Rohingya yang sebelumnya tinggal di wisma , kini tidak menempati lagi kawasan wisma tersebut dan sudah keluar lantaran tidak ada lagi biaya untuk wisma.
Mereka yang keluar sebagian bergabung dengan klaster kedua dan ada juga yang keluar dengan menyewa wisma sendiri, bahkan kabur ke Malaysia.
”Intinya kita masih menunggu persetujuan dari IOM pusat untuk memindahkan mereka ke Palas. Karena sekarang ini pengungsi itu tidak hanya ada di rudenim tapi ada juga yang nyewa sendiri. Bahkan ada juga yang sudah kabur ke Malaysia dan sebagainya. Tapi yang kabur kita tidak urusan kita lagi,” tegasnya.(ayi)
Editor : Rindra Yasin