PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pekanbaru mulai dilaksanakan, Senin (13/1). SMP Negeri 25 Pekanbaru menjadi salah satu lokasi, dari beberapa titik pelaksanaan program ini. Para siswa menikmati paket makanan yang diberikan.
Salah seorang siswa SMP Negeri 25 Pekanbaru, Wido Arifian langsung menyantap nasi dan lauk pauk yang telah disiapkan di atas meja belajarnya. Wido hanya perlu waktu tidak sampai 15 menit untuk menghabiskan makanannya. “Enak lauknya. Ada ikan, sayur toge, dan tempe. Tidak hambar kok, rasanya enak,” ungkap siswa yang duduk di kelas 9.3 ini kepada Riau Pos.
Selain Wido, siswa lainnya yang tak mau disebutkan namanya juga menghabiskan nasi dengan waktu yang cukup singkat. Tak sampai 10 menit, dirinya sudah menghabiskan porsi nasi yang diberikan. Selesai makan, siswi yang ini duduk di kelas 9 ini bersama rekannya mencuci tangan di wastafel di depan ruang kelas masing-masing.
Cut mengakui nasi, sayur dan lauk lainnya sangat enak. Makanya dirinya menghabiskan porsi nasinya itu. Namun dirinya sedikit mengeluhkan jika porsinya sangat sedikit. “Semuanya kurang banyak, baik nasi dan lauknya,” ungkapnya sambil tersenyum malu di depan kelasnya usai mencuci tangan.
Pantauan Riau Pos, pelaksanaan MBG perdana di SMP Negeri 25 Pekanbaru berjalan lancar. Sekitar pukul 12.00 WIB, paket nasi sudah mulai diantar ke sekolah di Jalan Kartama, tidak jauh dari Jalan Kaharuddin Nasution.
Sesaat kemudian, paket makanan tersebut dibagikan pada setiap siswa di ruang kelasnya masing-masing. Sebelum menyantap makanan, para siswa terlebih dahulu mencuci tangannya dilanjutkan dengan berdoa.
Dalam paket MBG tersebut, ada nasi, sayur tumis toge, tempe, sepotong ikan goreng yang dibalut tepung krispi, dan satu buah jeruk. Namun, tidak ada susu dalam paket yang diberikan, sama seperti di beberapa daerah di Indonesia lainnya yang lebih dulu menjalankan program ini.
Namun, Kepala Puskesmas Simpang Tiga Sri Elfida Sri Elfida mengatakan porsi nasi dan lauknya yang dibagikan ke para siswa sudah mencakup kecukupan gizinya. “Sudah ada proteinnya, sayurnya dan buahnya ada. Kecukupan gizinya sudah,” terangnya.
Berkaitan dengan menu susu yang masih belum tampak disajikan di beberapa daerah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan, susu ini bisa diberikan, bisa tidak. Sebab, menu ini pun punya bahan pengganti yang lain seperti tempe dan tahu.
”Susu ini kandungan utamanya kan protein, vitamin, dan mineral. Jika itu bisa digantikan bahan makanan lain, artinya kecukupan proteinnya sudah terpenuhi,” jelasnya pekan lalu.
Selain itu, menu susu ini berkaitan dengan lokasi. Jika memang lokasi SPPG jauh dari sentra sapi atau sentra susu, boleh diganti dengan menu lain. ”Jadi, ketersediaan susu jadi bahan evaluasi, tetapi mohon untuk bisa diperhatikan bahwa ini tidak selalu harus ada. Yang penting kandungan gizi itu tercukupi,” tegasnya.
Pelaksanaan Program MBG perdana di Pekanbaru ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Dr H Abdul Jamal MPd, Kabid SMP Disdik Dr Irpan Maidelis, Kepala Puskesmas Simpang Tiga Sri Elfida, Kepala SMPN 25 Pekanbaru Dr Asbullah, Sekretaris Komite SMPN 25 Pekanbaru Juli Indrawan Lubis, dan juga para guru.
“Makan bergizi gratis memang dicanangkan sejak 6 Januari pekan lalu secara serentak dan hari ini (kemarin, red) baru direalisasikan di Pekanbaru. Ini dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Jamal kepada Riau Pos, Senin (13/1).
Ditambahkan dia, Pemerintah Kota (Pemko) mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah melaksanakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini. “Kami siap untuk membantu dalam menyukseskan dalam penyelenggaraannya,” tambahnya.
Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Irpan Maidelis mengatakan, pelaksanaan makan bergizi gratis dilaksanakan di beberapa sekolah di Kota Pekanbaru. Kegiatan perdana ini langsung dipantau Dinas Kesehatan (Diskes) dan Disdik Pekanbaru.
“Kesiapan dapur Kecamatan Marpoyan Damai untuk perdana melaksanakan kegiatan MBG sebanyak 2.051 porsi, untuk tiga sekolah penerima manfaat,” ujar Irpan. “Sekolah yang diantarkan ada SMPN 25, SMPN 34, SDN 193, dan SDN 167 Pekanbaru dengan jam pengantaran disesuaikan dengan jam istirahat setiap sekolah,” sebutnya.
Sekolah lainnya yang mendapatkan penyaluran makan bergizi gratis yakni TK Harapan Bangsa, Ra Al Hidayah, SD Al Hidayah, TK Ramadhani, SD Fadhillah, SMA Fadhillah, dan MTsS Fadhillah. Program MBG perdana dilaksanakan di dua kecamatan yakni Kecamatan Tuah Madani dan Kecamatan Marpoyan Damai. Selanjutnya baru menyebar ke kecamatan yang lainnya.
Kepala SMPN 25 Pekanbaru Asbullah mengapresiasi program ini dan berharap berjalan lancar serta berdampak positif bagi para peserta didik. “Alhamdulillah, SMPN 25 Pekanbaru salah satu sekolah yang dipercaya menjadi tempat perdana pelaksanaan makan bergizi gratis. Sudah diterima oleh semua anak didik,” tuturnya.
Senada diungkapkan Sekretaris Komite SMPN 25 Pekanbaru Juli Indrawan Lubis. Ia berharap program ini terus berjalan dengan porsi menu nasi dan lauk yang tidak menurun. “Saya mengapresiasi program ini. Untuk porsi makanan dan saya melihat sendiri anak-anak bersemangat sekali, sebentar saja sudah habis nasinya. Itu karena memang enak dirasakan,” tuturnya.
DKP Pastikan Bahan Bebas Residu dan Pestisida
Sebelum menjalankan program makan bergizi bagi siswa dan ibu hamil menyusui, Pemko Pekanbaru terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap bahan pangan dari bahan berbahaya. Hal ini dilakukan agar makanan bergizi aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru H Maisisco melalui Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Yarnengsih Alam mengatakan, akhir pekan lalu Pemko Pekanbaru telah melaksanakan proses pengujian residu dan pestisida. Proses pengujian yang dilakukan juga dibarengi dengan sosialisasi keamanan pangan di dapur Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan digunakan.
DKP juga didampingi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional setempat, Larissa. “Kegiatan uji residu dan pestisida sekaligus sosialisasi keamanan pangan dilaksanakan di dapur Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Muhajirin Kelurahan Sidomulyo Barat,” katanya, Senin (13/1).
Apalagi proses ini dilaksanakan karena berkaitan dengan rencana pelaksanaan pemberian makan bergizi yang rencananya akan dilaksanakan di 8 sekolah dengan radius 2 kilometer dari lokasi dapur pelaksana kegiatan.
Terdapat 10 komoditas pangan yang dilakukan pengujian, seluruhnya adalah bahan pangan yang akan dimasak dengan sejumlah sampel pengujian seperti komoditas kentang, wortel, toge, brokoli, sawi putih, sawi hijau, buncis, dan daun bawang.
‘’Dari 10 komoditas yang kita lakukan pengujian, seluruhnya negatif atau aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Proses pengujian ini akan terus kami lakukan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengonsumsi bahan pangan yang akan digunakan untuk menyukseskan program pemberian makan bergizi,” tegasnya.(das)
Editor : Rindra Yasin