PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Perayaan Imlek 2576 Kongzili yang berlangsung pada, 29 Januari 2025 mendatang membuat para siswa keturunan Tionghoa belajar membuat Pernak-pernik Khas Imlek yang biasanya menghiasi rumah serta tempat ibadah.
Salah satu lokasinya ada di Sekolah Dharma Yudha. Para siswa dari sekolah swasta di kota Pekanbaru ini mendapatkan pelatihan pembuatan pernak pernik khas Imlek khususnya lampion berbentuk naga langsung dari mahasiswa asal Provinsi Riau yang bersekolah di Universitas Huaqiao, Provinsi Fujian, Tiongkok.
Kedatangan mereka bukan hanya sekedar mengajak dan mengajarkan para siswa tentang cara membuat Pernak-pernik Khas Imlek namun juga memberikan edukasi tentang kebudayaan Tionghoa kepada generasi muda.
Menurut salah satu mahasiswa Universitas Huaqiao, Alwin menjelaskan kedatangan dirinya bersama ketujuh mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Huaqiao ingin memberikan edukasi kepada generasi muda tionghoa tentang kebudayaan dan tradisi yang harusnya dikenal lebih mendalam bagi generasi muda, Sabtu (25/1).
Apalagi,salah satu materi yang disampaikan kepada siswa Sekolah Dharma Yudha adalah cara membuat lampion dan juga dragon dance.
Dragon dance adalah tarian tradisional Tiongkok yang menggambarkan gerakan naga. Tarian ini biasanya ditampilkan pada acara perayaan, seperti Tahun Baru Imlek.
"Kami mengajarkan ini kepada ratusan siswa di sekolah darma yudha dengan rincian 313 siswa kelas 7, 265 siswa kelas 8, 206 siswa kelas 9,"katanya
Diungkapkan Alwin lagi, para siswa yang mengikuti kerajinan tangan dragon dance sangat antusias karena kegiatan membuat dragon dance dengan berbagai bentuk ini kerap menjadi salah satu ciri khas budaya Tionghoa yang kerap dipertunjukkan di Indonesia.
Bahkan dalam proses pembuatannya , para siswa banyak yang melakukan kerasi dimana ada yang membuat badan naga sampai 100 meter, karena dalam pengerjaan karya tersebut para siswa di bentuk dalam kelompok untuk semua angkatan dengan jumlah 5-6 orang.
"Saya berharap dengan adanya pelatihan ini dapat menambah wawasan siswa, terutama tentang budaya Tionghoa dan ikut menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada sanak saudara sehingga kebudayaan Tionghoa terus lestari dimasa depan,"tegasnya (Ayi)
Editor : Rindra Yasin