PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Fenomena perang sarung yang menyebabkan korban jiwa di bulan suci Ramadan ini menjadi perhatian serius Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho, Rabu (12/3/2025).
Anak-anak diimbau untuk tidak terlibat dalam perang sarung karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
"Bahwa iya, jadi tinggalkan segala sesuatu yang berbahaya. Lakukan yang memang betul betul sesuai yang kaidahnya saja," ujar Agung Nugroho.
"Dan imbauan anak anak mungkin mengurangi main-main yang memang tidak pas, perbanyak baca Alquran dan belajar ngaji di saat bulan suci Ramadan," sambungnya.
Adapun peristiwa perang sarung yang mengakibatkan korban meninggal terjadi pada Senin (3/3/2025) sekitar pukul 22.30 WIB, di Jalan Berdikari, Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru.
Awalnya, perang sarung itu sempat beberapa kali pindah lokasi hingga akhirnya dilakukan di SDN 97.
Awalnya perang sarung dilakukan satu lawan satu, namun peraturan itu berubah lawan korban (pelaku) menjadi enam lawan enam.
Dalam duel tersebut kelompok korban kalah. Kawan korban kabur hingga menyisakan korban sendiri hingga Reyhan menjadi bulan-bulanan para pelaku.
Korban RY yang saat itu sudah terkapar tidak berdaya langsung dilarikan ke RS Awal Bros Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru.
Sekitar pukul 03.00 WIB nyawa korban tidak dapat ditolong hingga dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat di kepala dan hidung. (ilo)
Editor : M. Erizal