KOTA (RIAUPOS.CO) - Harga bahan pokok di Kota Pekanbaru pascalibur Idulfitri masih tinggi. Selama dua hari terakhir, harga bahan pokok seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan telur ayam masih belum menunjukkan penurunan sehingga masyarakat mulai membatasi jumlah pembelian.
Pantauan Riau Pos, Selasa (8/4) di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Cik Puan Jalan Tuanku Tambusai terlihat harga barang pokok masih dijual cukup tinggi yaitu bawang merah sebelumnya Rp30.000/ kg, kini menjadi Rp40.000/kg, cabai merah Bukittinggi Rp75.000/kg, cabai rawit merah Rp85.000/kg, bawang putih Rp42.000/kg.
Seorang warga Ruslan Safitri (35) warga Kecamatan Sukajadi mengaku pusing dengan harga keperluan pokok yang sampai saat ini masih meroket. Bahkan kenaikan harga sudah terjadi saat memasuki bulan puasa dan jelang lebaran sedangkan keuangan masyarakat tidak sebaik seperti tahun-tahun sebelumnya.
”Semuanya pada naik dan mahal, sedangkan perkonomian masyarakat malah semakin menurun. Kalau semuanya naik masyarakat mau makan apa, tidak ada kebutuhan pokok yang bisa dijangkau lagi,” ujarnya
Hal senada juga diungkapkan oleh warga Kecamatan Marpoyan Damai Suciati (48)
mengungkapkan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar membuat para ibu rumah tangga resah.
Apalagi kenaikan harga yang berlangsung sejak ramadan hingga pasca lebaran ini membuat masyarakat harus memutar otak agar kebutuhan sehari -hari bisa tercukupi dengan uang belanja seadanya.
Di mana saat ini cabai merah Bukittinggi dijual Rp70.000-Rp80.000/kg, dan ia hanya mampu membeli 1/2 kilogram saja agar bisa masak sambal dirumah.
”Ini namanya bahan pokok pun mau ikutan lebaran. Semuanya pada mahal dari semenjak bulan ramadan semua harga naik dua kali lipat dari biasanya. Jadi mau tidak maulah bmharus dikurangi pembelian biar bisa tetap nyambal dan makan di rumah,” katanya.
Disisi lain salah seorang pedagang cabai di Pasar Cik Puan Eka Muhelna (39) saat ini harga kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang merah masih meroket sehingga mau tidak mau para pedagang harus menyesuaikan harga jual dengan stok yang ada.
Apalagi sampai saat ini stok kebutuhan pokok masih belum tersedia, sehingga para pedagang menjual stok ramadan kepada masyarakat.
”Cabai merah, bawang merah itu paling mahal. Yang murah itu cuma tomat Rp7.000/kg kembali normal, kalau sebelumnya bisa sampai Rp20.000/kg,” katanya.
Diungkapkan Eka lagi, akibat harga kebutuhan pokok yang masih tinggi daya beli masyarakat masih belum terlalu signifikan dan malah biasa -biasa saja. Lantaran banyak pedagang rumah makan yang belum buka.
”Biasanya yang belanja banyak itu pedagang rumah makan. Kalau selama lebaran ini masyarakat biasa untuk kebutuhan sehari-hari makanya mereka kalau belanja tidak terlalu banyak. Meksipun begitu kami berharap harga kebutuhan pokok ini bisa stabil lah jangan naik terus kami pusing mau ksih harga jualnya sedangkan modal kami juga ikutan naik,” ucapnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Riau Pos, Plh Kadisperindag Kota Pekanbaru, Hendra Putra mengatakan saat ini kenaikan harga di sejumlah pasar merupakan hal biasa yang terjadi lantaran stok bahan kebutuhan pokok yang belum dikirim oleh distributor dan petani.
Meksipun begitu pihaknya akan tetap melakukan pengawasan dan pengendalian harga jika memang lonjakan harga kebutuhan pokok masih terjadi sepekan setelah IdulFitri.
”Kalau selama ini sifat masih sementara kenaikan nya. Ini karena petani dan pedagang banyak yang libur jadi stok yang dijual kepada masyarakat sedikit tapi kami memperkirakan 2 atau 3 hari lagi harga kebutuhan pokok ini dapat kembali normal setelah sistem distribusi berjalan normal juga,” jelasnya. (ayi)
Editor : Arif Oktafian