Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kotak Baca, Ruang Inklusif dan Perpustakaan Independen di Kota Pekanbaru Diapresiasi Kagama dan KIPMI sebagai Wadah Tingkatkan Literasi

Ahmad Dardiri • Sabtu, 12 April 2025 | 18:02 WIB

Foto bersama usai sharing Session terkait Literasi yang ada di Kota Pekanbaru digelar Kotak Baca dihadiri Kagama Pekanbaru dan KIPMI di Jalan Tiung Ujung, Pekanbaru, Sabtu (12/4/2025).
Foto bersama usai sharing Session terkait Literasi yang ada di Kota Pekanbaru digelar Kotak Baca dihadiri Kagama Pekanbaru dan KIPMI di Jalan Tiung Ujung, Pekanbaru, Sabtu (12/4/2025).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kotak Baca merupakan sebuah Ruang Inklusif dan Perpustakaan Independen yang berada di kota Pekanbaru. Pada Sabtu (12/4/2025), Kotak Baca mengadakan Sharing Session terkait Literasi yang ada di Kota Pekanbaru.

Bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), kegiatan ini dilakukan di Kotak Baca yang berada di Jalan Tiung Ujung, Nomor 18, Pekanbaru.

Sharing dan Discuss session ini diisi oleh para akademisi yang ada di Pekanbaru, yakni Professor Doktor Junaidi yang merupakan Ketua Kagama Pekanbaru dan juga Rektor Universitas Lancang Kuning. Kemudian, Sri Darma Krida ketua Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI).

"Jarang sekali ada perpustakaan Independen di Pekanbaru, saya merasa balik ke zaman saya ketika di Jogja. Tentunya semoga Kotak Baca dapat terus berjalan dengan program-program yang ada," ujar Professor Doktor Junaidi saat pertama kali masuk ke dalam Kotak Baca.

Sesi diskusi ini dilakukan untuk meningkatkan kembali geliat-geliat literasi yang ada di Pekanbaru.

Bahkan setelah sukses dengan program Sisir Kota sebagai program andalan dari Kotak Baca.

"Kesadaran, komitmen, daya juang itu yang dibutuhkan saat ini. Baik dalam membaca, mengembangkan diri, maupun membangun komunitas," ucap Darma ketika mendengarkan program-program yang ada di Kotak Baca.

"Untuk memunculkan daya juang, cari tantangannya, kalau tidak ada, ciptakan. Karena dari tantangan lah kita akan berkembang," tambahnya lagi.

Bahkan ketika ada yang bertanya mengenai bagaimana menghubungkan satu komunitas dengan komunitas lain yang bergiat pada literasi.

"Komunitas mesti bisa liat kesempatan yang bisa membuatnya jadi jauh lebih berkembang, seperti melihat ada atau tidaknya komunitas lain yg lebih besar yang satu line. Berpikirlah seperti ibarat bermain billiard, ketika ingin menembak bola nomor tujuh bisa kena sekaligus sama bola nomor delapan," kata Profesor Doktor Junaidi.

 

Kedua akademisi ini terus menegaskan bahwa Kotak Baca harus mampu melakukan pergerakan demi meningkatkan literasi di Kota Pekanbaru dan menjaga hubungan baik antar sesama anggota.

Lebih lanjut, Darma ikut serta dalam membantu perkembangan Kotak Baca dengan mendonasikan 250 bukunya serta melegalkan Komunitas Kotak Baca.

Tentunya dengan perbincangan hangat di Kotak Baca, ada banyak opini-opini yang terus membantu dalam semangat memajukan literasi di Kota Pekanbaru.

Editor : Eka G Putra
#Kotak baca #Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia #Ruang Inklusif #Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) #kagama pekanbaru #literasi #kagama riau #Kipmi #Perpustakaan independen #Perpustakaan di pekanbaru