Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penting Cegah Karhutla Sejak Dini

M Ali Nurman • Kamis, 24 April 2025 | 09:47 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho (kanan) didampingi Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika (kiri) serta jajaran Forkopimda Kota Pekanbaru meninjau kesiapan dan alat pencegahan karhutla.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho (kanan) didampingi Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika (kiri) serta jajaran Forkopimda Kota Pekanbaru meninjau kesiapan dan alat pencegahan karhutla.

KOTA (RIAUPOS.CO) - Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rutin terjadi saat musim kemarau, Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan dan upaya pencegahan sejak dini. Hal ini karena karhutla tak boleh dianggap biasa.

Dalam apel kesiapan pasukan penanggulangan karhutla Kota Pekanbaru tahun 2025, Rabu (23/4), Agung menyampaikan bahwa potensi bencana karhutla bukan lagi hal yang bisa dianggap biasa, tetapi harus dicegah dengan langkah konkret dan terorganisir.

”Bila ada gambut yang mengering ditambah lagi meningkatnya suhu bumi, kebakaran hutan dan lahan dianggap sesuatu yang normal dan biasa saja. Padahal ini semua bisa kita cegah. Saya percaya dengan pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik mencegah daripada memadamkan api,” jelas Agung.

Ia menegaskan bahwa dampak karhutla bukan hanya merugikan manusia, tetapi juga merusak ekosistem yang ada di dalamnya.

Apel siaga yang melibatkan TNI, Polri, relawan, serta berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengantisipasi potensi karhutla. ”Kita pernah merasakan bertahun-tahun dengan dampak bencana yang sangat parah. Tapi kita juga pernah melewati tahun demi tahun tanpa tempungan asap. Keduanya ada pelajaran yang bisa kita ambil,” lanjutnya.

Wako juga mengapresiasi peran aktif seluruh elemen yang turut terlibat dalam penanggulangan karhutla. ”Saya ucapkan terima kasih kepada bapak, ibu anggota TNI, Polri, masyarakat, dunia usaha dan dunia pendidikan atas partisipasinya. Kita ceritakan pada anak-anak kita nanti bahwa ayah mereka telah ikut serta dalam menyelamatkan bumi, khususnya Kota Pekanbaru yang kita cintai ini,” paparnya.

Lebih lanjut Agung menjelaskan bahwa Pemko Pekanbaru telah menyiapkan secara matang segala keperluan untuk menghadapi potensi karhutla, mulai dari personil, peralatan, hingga anggaran. ”Persiapannya tadi sudah kami lihat, dari peralatan sampai personil dan anggarannya juga sudah kita siapkan. Ketika melakukan pencegahan atau ada kebakaran, kita sudah siap. Tidak bingung-bingung lagi,” tegasnya.

Personel yang dilibatkan dalam apel kesiapan berjumlah 500 orang, namun jumlah total pasukan siaga yang tersebar hingga tingkat kelurahan dan kecamatan mencapai 5.000 orang. Menurut Agung, sinergi dengan TNI dan Polri menjadi kekuatan utama dalam kesiapsiagaan ini. Meskipun belum menetapkan status siaga darurat, Pemko Pekanbaru memilih untuk bersikap proaktif.

”Kita belum menetapkan status, tapi kita lakukan kesiapan terlebih dahulu. Kita cek hari ini apel kesiapan dari semua elemen: TNI, Polri, BPBD, damkar, dan relawan,” jelasnya.

Tak lupa pula, Wako mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah sembarangan. Apalagi pada tanah yang berkontur gambut. ”Memadamkan api di lahan gambut ini cukup susah. Kalau dibakar itu apinya di dalam, tidak gampang dipadamkan. Maka dari itu, sejak dini kita harus menjaga, jangan ada yang membakar sembarangan,” harapnya.

Pemko Pekanbaru juga telah menyiapkan ruang bebas asap lengkap dengan oksigen di setiap kecamatan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat, terutama anak-anak. Ini mengantisipasi apabila kualitas udara memburuk jika karhutla terjadi.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan bahwa berbagai langkah teknis juga telah diambil untuk mendukung upaya penanggulangan karhutla. ”Titik-titik yang akan menjadi atensi kita sudah dipetakan. Kita sudah siapkan embung dan sekat kanal, dan Alhamdulillah sudah terisi air. Jadi bila ada titik api, kita bisa segera lakukan pemadaman,” ungkapnya.

Wilayah-wilayah rawan seperti Kecamatan Payung Sekaki, Rumbai, dan Rumbai Pesisir menjadi prioritas pengawasan. Dari sisi penegakan hukum, Kombes Jeki mengingatkan bahwa tindakan pembakaran yang mengakibatkan karhutla dapat dikenakan sanksi tegas sesuai Undang-Undang Lingkungan Hidup. ”Baik perorangan maupun korporasi bisa dikenakan pidana, dengan ancaman lebih dari 10 tahun penjara. Kita tidak akan ragu melakukan penahanan jika ditemukan pelanggaran,” tegasnya.(ali)

Editor : Arif Oktafian
#musim kemarau #cegah karhutla #Wako Agung Nugroho #pencegahan karhutla #Potensi Karhutla