PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pengamat Tata Kota Dr Mardianto Manan mendukung penutupan sejumlah U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai yang dilakukan Forum LLAJ. Apalagi bila penutupan itu dimaksudkan untuk meminimalisir kemacetan.
Mardianto menyebutkan, U-Turn bisa menjadi penyebab kemacetan dan hambatan arus lalu lintas.
Karena kendaraan yang akan memutar balik seringkali memakan sebagian badan jalan, sehingga menyebabkan kendaraan lain harus memperlambat atau bahkan berhenti.
''Penutupan U-Turn di tempat-tempat yang disebutkan itu bagus, tapi seharusnya sudah ada hasil kajiannya, jangan asal tutup saja,'' ujar Mardianto, Kamis (8/5/2025).
Mardianto menambahkan, U-Turn memicu penumpukan kendaraan yang menunggu giliran untuk memutar balik. Hal ini akan menyebabkan antrean panjang, terutama di jam sibuk.
U-Turn juga menjadi titik potong arus lalu lintas yang berbeda, sehingga meningkatkan potensi terjadinya konflik dan kecelakaan, yang selanjutnya dapat menyebabkan kemacetan.
''Semakin banyak U-Turn maka semakin banyak hambatan samping dari lalu lintas tersebut. Seperti di dekat Raudatul Jannah, ada yang boleh dan ada yang tidak,'' ujar Mardianto.
Makanya, kata Mardianto, kajian mendalam dibutuhkan agar jangan karena menutup satu U-Turn menimbulkan kemacetan di tempat lain.
Selain itu, desain U-Turn juga harus menjadi pertimbangan.
Karena desain yang kurang tepat juga dapat memperparah masalah kemacetan.
''Makanya sekali lagi penempatan maupun penutunnya butuh kajian untuk rekayasa lalu lintas ini. Jangan pula U-Turn jadi pesanan,'' Mardianto mengingatkan.
Laporan Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal