PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Selama satu pekan terakhir sejumlah seluruh luas jalan Kota Pekanbaru baik protokol maupun alternatif dikepung oleh gunungan sampah, limbah rumah tangga yang tak kunjung diangkut oleh petugas pengangkutan sampah dari PT Ella Pratama Prakarsa (EPP).
Pantauan Riaupos.co, Sabtu (7/6/2025) di sejumlah ruas jalan protokol dan alternatif di Kota Pekanbaru seperti Jalan Arifin Ahmad, Jalan Tengku Bay, Jalan Kaharudin Nasution, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Paus dan Jalan Tuanku Tambusai, tumpukan sampah yang didominasi limbah rumah tangga dan kotoran dari hewan kurban dibuang sembarangan di pinggir jalan tersebut.
Bahkan salah satu lokasi yang merupakan TPS legal, tumpukan sampahnya menggunung dan hingga kini belum kunjung dilakukan pengangkutan oleh dinas terkait.
Alhasil, masyarakat sekitar dan juga pengendara yang melintas di ruas jalan protokol dan alternatif tersebut mengeluhkan aroma busuk yang menyeruak ke permukaan, akibat tumpukan sampah yang mulai mengalami proses pembusukan.
Tak hanya itu, tumpukan sampah juga dikerubungi lalat hijau serta belatung yang mulai mengganggu kenyamanan pengendara dan masyarakat sekitar.
Salah seorang masyarakat di Jalan Paus, Nasrullah (52), mengungkapkan tumpukan sampah di TPS legal yang berada di bawah jembatan jalan tersebut sudah selama 4 hingga 5 hari tak kunjung dilakukan pengangkutan oleh petugas pengangkut sampah yang biasa bertugas.
Akibatnya tumpukan sampah bukan hanya melebar ke badan jalan, tetapi juga banyak yang berjatuhan ke saluran air.
Tak hanya itu, banyak masyarakat yang menggunakan mobil pick up serta beca motor yang membuang limbah kotoran hewan kurban ke TPS tersebut dan juga saluran air, sehingga mulai mengganggu kenyamanan masyarakat lantaran aroma busuk yang mulai menyeruak ke permukaan.
"Biasanya tumpukan sampah di lokasi tersebut kerap dilakukan pengangkutan, namun sejak 4 hingga 5 hari terakhir tumpukan sampah itu tidak pernah dilakukan pengangkutan, sehingga melebar dari bawah jembatan hingga hampir menutupi sebagian badan Jalan Paus," ucapnya.
Ia juga mengeluhkan aroma bau busuk yang mulai mengarah ketempat usahanya yang membuat para pelanggannya merasa tidak nyaman.
"Terganggu sudah pasti. Kami jualan makanan juga di sekitar sini, selain usaha rental. Bau busuknya itu yang kadang mengarah kesini karena terbawa angin, belum lagi banyak warga yang buang jeroan sapi kurban di sekitar sini. Tentu jadi semakin resah kami kalau seperti ini. Semoga saja dalam waktu dekat bisa diangkut sampahnya," katanya.
Baca Juga: Pemenang Technical Skill Contest 2025 Regional Riau Siap Melaju ke Tingkat Nasional
Hal senada juga diungkapkan oleh Sri (48) salah seorang pedagang di Jalan Arifin Ahmad. Ia mengaku tumpukan sampah yang dibuang di bahu Jalan Arifin Ahmad sudah tidak dilakukan pengangkutan selama hampir sepekan.
Bahkan tumpukan sampah yang ada di bawah trotoar ada yang terjatuh ke badan jalan dan menganggu kenyamanan pengendara serta masyarakat yang berada di lokasi.
"Nggak tau juga kenapa tidak diangkut, yang pasti kami setiap bulan selalu bayar. Biasanya Rp15.000/bulan, ini malah dibiarkan menumpuk di atas trotoar," jelasnya