Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Komitmen Jadikan Nilai Melayu Fondasi Pembangunan Kota Pekanbaru

M Ali Nurman • Senin, 23 Juni 2025 | 09:35 WIB

Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi sang istri Sulastri dan Wawako Pekanbaru Markarius Anwar didampingi sang istri Sari Rahmawati diiringi ribuan masyarakat Pekanbaru berjalan menuju LAMR Pekanbaru untuk mengikuti penabalan gelar adat, Jumat (20/6/202
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi sang istri Sulastri dan Wawako Pekanbaru Markarius Anwar didampingi sang istri Sari Rahmawati diiringi ribuan masyarakat Pekanbaru berjalan menuju LAMR Pekanbaru untuk mengikuti penabalan gelar adat, Jumat (20/6/202



Suasana sakral dan penuh khidmat menyelimuti Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Jumat (20/6), saat ribuan masyarakat menyaksikan penabalan gelar adat bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru. Tak kurang dari 10 ribu orang memadati kawasan tersebut, menjadikan prosesi ini salah satu yang terbesar dalam sejarah adat di Kota Bertuah. Dengan balutan busana adat bernuansa hitam dan emas, Agung didampingi sang istri Sulastri dan Markarius didampingi sang istri Sari Rahmawati menjalani prosesi sakral tepuk tepung tawar.

Wali Kota (Wako) H Agung Nugroho SE MM dianugerahi gelar Datuk Bandar Setia Amanah, sedangkan Wakil Wali Kota (Wawako) H Markarius Anwar ST M Arch menyandang Datuk Muda Bandar Setia Amanah. Keduanya berjalan kaki dari kediaman dinas menuju balai adat, diiringi tradisi Melayu seperti silat, tukar tepak, hingga lempar beras kunyit. Kehadiran pelajar SD, SMP, tokoh adat, pejabat daerah, dan unsur forkopimda memperkuat semangat kebersamaan lintas generasi.

Prosesi adat diawali pembacaan warkah penabalan, dilanjutkan tepuk tepung tawar oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Riau Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid, serta para tokoh dan undangan kehormatan lainnya. Penabalan ini, menurut Ketua MKA LAMR Kota Pekanbaru Datuk Seri Rizki Bagus Oka didampingi Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Pekanbaru Datuk Seri Muspidauan, telah melalui proses musyawarah adat secara mendalam, mempertimbangkan rekam jejak, kepatutan, dan pribadi kepemimpinan keduanya.

Dalam sambutannya, Agung menyatakan rasa syukur atas kepercayaan adat dan masyarakat. Baginya, gelar bukanlah simbol kehormatan semata, melainkan amanah berat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Kami ini masih muda, belum banyak makan garam. Oleh karena itu, kami mohon bimbingan dan dukungan semua pihak,” ungkap Agung.

Ia menegaskan komitmennya menjadikan nilai-nilai Melayu sebagai fondasi pembangunan Kota Pekanbaru. “Kami ingin menjadikan Pekanbaru kota yang berbudaya, maju, dan sejahtera. Kemajuan tak boleh lepas dari akar. Maka nilai-nilai Melayu yang bersumber dari ajaran Islam akan menjadi napas pembangunan,” tegasnya.

Guna memperkuat karakter generasi muda, Pemko Pekanbaru meluncurkan program Pekanbaru Cinta Alquran di sekolah-sekolah dasar dan menengah, mewajibkan murid membaca Al-Qur’an sebelum pelajaran. Pemko juga rutin menggelar Festival Budaya Melayu di Rumah Singgah Tuan Kadi dan berencana mengintegrasikan pendidikan budaya Melayu dalam kurikulum sekolah.

Dalam momentum yang sama, wali kota juga mengumumkan kebijakan pengratisan parkir di rumah sakit selama tujuh hari (21-27 Juni), serta di pasar rakyat dan pusat perbelanjaan selama tiga hari (21-23 Juni), sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan Hari Jadi ke-241 Kota Pekanbaru yang jatuh pada 23 Juni 2025.

Usai penabalan, Wako Agung dan Wawako Markarius bersama unsur forkopimda melakukan ziarah ke Kompleks Makam Marhum Pekan, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah—pendiri Kota Pekanbaru. Mereka menabur bunga dan memanjatkan doa bagi para raja yang telah berjasa membentuk sejarah kota ini.

Menurut Agung, ziarah ini bukan sekadar ritual, tetapi pengingat akan akar budaya dan nilai luhur yang harus terus dijaga. “Budaya Melayu tidak hanya pada baju kurung atau tanjak. Ia hidup dalam sikap: sopan kepada orang tua, cinta kebersihan, peduli sesama. Inilah yang akan kami jadikan modal utama dalam membangun Pekanbaru,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pemerintah tak bisa bekerja sendiri. Maka ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan dan partisipasi publik. “Mari kita bangun Pekanbaru dengan semangat Melayu yang berkemajuan. Takkan hilang Melayu di bumi. Takkan hilang Melayu di Pekanbaru,” pungkasnya.(adv)

NARASI: M ALI NURMAN
FOTO: HUMAS PEMKO PEKANBARU

Editor : Arif Oktafian
#Hut ke 241 pekanbaru #melayu #agung nugroho