Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

HUT Ke-80 RI, MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru Gelar Upacara dan Lomba

Prapti Dwi Lestari • Minggu, 17 Agustus 2025 | 20:42 WIB
Kainfolahta Lanud Roesmin Nurjadin Kapten Lek Rustam Oddang (dua kiri) didampingi Kepala Madrasah MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru Melia Asnita SPd M Psi (dua kanan) foto bersama sisw.
Kainfolahta Lanud Roesmin Nurjadin Kapten Lek Rustam Oddang (dua kiri) didampingi Kepala Madrasah MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru Melia Asnita SPd M Psi (dua kanan) foto bersama sisw.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memeriahkan hari ulangtahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80, MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru menggelar upacara peringatan HUT RI ke-80 dengan khidmat yang bertugas sebagai Inspektur Upacara adalah Kapten Lek Rustam Oddang, S.Kom selaku Kainfolahta Lanud Roesmin Nurjadin.

Tak hanya upacara, ratusan siswa-siswi MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru juga mengikuti berbagai kegiatan edukatif serta lomba seru yang bertujuan untuk meningkatkan kekompakan antara siswa, Ahad (17/8/2025).

Kapten Lek Rustam Oddang, S.Kom dari Lanud Roesmin Nurjadin selaku Inspektur Upacara mengaku sangat bahagia dan bangga sebagai Inspektur Upacara HUT RI ke-80 di MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru yang dihadiri ratusan siswa-siswi serta tamu undangan.

"Saya sangat bangga dan bahagia karena melihat rentetan acara berjalan dengan sangat tertib dan khidmat, anggota Paskibra yang tampil dengan anggun dalam balutan busana syar'i, siswa-siswi ditempa dengan konsep Iman serta lingkungan yang ramah. Kondisi madrasah ini mengingatkan saya dengan suasana pesantren seperti zaman sekolah dulu di Sulawesi Selatan, tepatnya di Palopo. Semoga para siswa-siswi MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru mampu melanjutkan perjuangan para ulama yang menjadi penggerak kemerdekaan serta menjadi penerus bangsa dan memimpin Indonesia kedepannya," ucapnya.

Dia juga memaparkan, terdapat sederet pahlawan bangsa yang terdiri dari para ulama seperti Pangeran Diponegoro yang berjuang atas dasar iman menolak penjajahan karena merusak agama dan martabat bangsa serta ada Kyai Haji Hasyim Asy'ari yang memimpin resolusi jihad dengan membela Tanah Air, kemudian Sultan Syarif Kasim, Tengku Umar, Cut Nyak Dien yang juga bertempur bukan semata untuk Tanah Air saja, tetapi demi menegakkan kalimat Allah di Bumi Indonesia.

Para ulama sebagai penggerak kemerdekaan memegang kitab di tangan kiri dan juga pedang di tangan kanannya. Mereka mengajarkan tauhid dan merancang strategi perlawanan dalam mencapai kemerdekaan Indonesia.

Ia berpesan kepada para siswa-siswi  jangan pernah berpikir bahwa kalian masih terlalu muda untuk membuat perubahan justru di tangan kalianlah masa depan Indonesia berada dan menjadi kuat serta maju ke depannya.

"Mari kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi kita semua dan ingat pengorbanan para pahlawan serta ulama yang telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia sehingga saat ini kita bisa menikmati kebebasan yang telah ditebus oleh mereka," tuturnya .

“Semoga MIS Tahfizh Cendekia semakin maju dan jaya dalam mengorbit generasi kebangkitan,” tutur Kapten Lek Rustam Oddang, S.Kom dengan tegas penuh haru.

Sementara itu,  Melia Asnita SPd MPsi selaku Kepala Madrasah MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru menambahkan dalam memeriahkan HUT RI ke -80 tahun ini, MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru mengadakan berbagai lomba selama sepekan terakhir seperti lomba paduan suara, lomba bola tangan dan lomba futsal, dengan tema bagaimana memahami perjuangan para ulama dalam mencapai kemerdekaan Republik Indonesia, serta bagaimana cara generasi muda mempertahankan kemerdekaan yang sudah ada ini dalam naungan "Izzah Islam" yang kaffah.

 

Kepala Madrasah MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru memaparkan harapan besarnya terhadap generasi ini terkhusus yang menempuh pendidikan di MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru melahirkan para cendekiawan muslim yang kaffah Izzah Islamnya serta dapat mensyiarkan kalimat tauhid dalam garda terdepan nantinya.

"Sejumlah perlombaan ini bukan hanya sekedar kemeriahan saja namun menanamkan moral value kepada siswa/i MIS Tahfizh Cendekia akan hakekat perjuangan dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Sejumlah perlombaan yang diadakan melatih kekompakan, kerja team, problem solving, critical analysis serta kekuatan fisik. Sejatinya untuk mampu mempertahankan Kemerdekaan Indonesia butuh mentalitas, kekuatan fisik dan keimanan," tegasnya.(ayi)

 

 

 

Editor : Edwar Yaman
#MIS Tahfizh Cendekia Pekanbaru #Gelar Upacara dan Lomba #HUT ke-80 #ri