Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PTPN IV Regional III Ajak Pemerintah dan Asosiasi Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Redaksi • Kamis, 28 Agustus 2025 | 12:43 WIB
SEVP Business Support PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso saat memberi pemaparan dalam perhelatan Forum Bisnis Kemitraan Aspekpir Indonesia yang diselenggarakan Asosiasi Petani Kelapa Sawit.
SEVP Business Support PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso saat memberi pemaparan dalam perhelatan Forum Bisnis Kemitraan Aspekpir Indonesia yang diselenggarakan Asosiasi Petani Kelapa Sawit.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PT Perkebunan Nusantara IV Regional III, entitas di bawah Sub Holding PTPN IV PalmCo yang terus berkomitmen tumbuh dan berkembang bersama petani sawit melalui beragam insiatif mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi bersama. 

Kolaborasi dan sinergi tersebut penting untuk menyamakan perspektif sebagai bagian dari inisiatif mewujudkan target 100 juta ton crude palm oil (CPO) pada 2045. Saat ini, berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi CPO Indonesia telah mencapai lebih dari 52 juta ton. 

Hal itu disampaikan SEVP Business Support PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso dalam Forum Bisnis Kemitraan Aspekpir Indonesia yang diselenggarakan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia di Pekanbaru, Rabu (27/8).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum GAPKI Eddy Martono, Ketua Aspekpir Indonesia Setyono, Pemerintah Provinsi Riau, para pengusaha industri sawit, hingga petani sawit. 

Dalam paparannya sebagai keynote speakers Bambang menegaskan, PTPN IV Regional III tidak hanya hadir sebagai entitas korporasi semata. Lebih dari itu, perusahaan perkebunan negara ini menjalankan mandat besar untuk tumbuh bersama rakyat-terutama petani plasma yang menjadi bagian penting dari rantai pasok industri sawit nasional.

“Sejak awal, kami tidak ingin sekadar tumbuh sebagai korporasi. Kami ingin tumbuh dan berkembang bersama para petani mitra dan turut menjalankan peran sebagai agen pembangunan bangsa,” kata Bambang. 

Dalam impelementasinya, alumni Universitas Riau yang telah menjadi insan PTPN selama lebih dua dekade tersebut mengatakan, PTPN IV Regional III secara konsisten menjalankan program PTPN untuk sawit rakyat. Program yang dimoderisasi sejak 2019 lalu tersebut telah menjadi tulang punggung percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Riau.

Program ini, bukanlah langkah baru. Bahkan jauh sebelumnya, kemitraan antara PTPN dan petani telah dimulai sejak 1982 melalui program transmigrasi dengan melakukan pendekatan skema Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

Seiring waktu, perusahaan yang saat ini masih bernama PTPN V meluncurkan revitalisasi perkebunan pada 2012 hingga 2014. Program tersebut ditujukan untuk membantu petani melakukan peremajaan sawit yang mulai renta dan tidak lagi produktif, hingga akhirnya program tersebut dikembangkan lebih komprehensif melalui PSR.

“Alhamdulillah, sampai saat ini, lebih dari 10.700 hektare kebun sawit rakyat telah diremajakan oleh PTPN IV Regional III. Capaian ini tak hanya memberi harapan baru bagi petani, tetapi juga memperlihatkan bagaimana model kemitraan yang dirancang secara tepat dapat menjadi instrumen nyata dalam mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani,” tuturnya. 

Pria berkacamata itu menjelaskan, keberhasilan PSR tak lepas dari three layer strategy yang diterapkan perusahaan. Dimulai dari Pola Manajemen Tunggal (Single Management), padat karya atau cash for works, dan penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat. 

Untuk pola single management, ia menjelaskan petani tetap menjadi pemilik lahan, namun seluruh proses pengelolaan-dari teknis, agronomis hingga manajerial-diintegrasikan secara profesional oleh manajemen PTPN.

Dampaknya, produktivitas petani meningkat drastis dibandingkan dengan yang tidak menerapkan pola yang sama. Begitu juga pendapatan petani mitra yang saat ini tercatat mencapai rata-rata Rp12 juta per bulan per kavling.(ifr) 

Editor : Rindra Yasin
#Aspekpir #gapki #pt perkebunan nusantara #cpo #sawit #PalmCo