Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Camat dan Lurah Kurang Respon Keluhan Warga, Wako Agung: Lapor Langsung ke Saya

M Ali Nurman • Kamis, 28 Agustus 2025 | 18:16 WIB
Wako Agung memimpin rapat koordinasi yang dihadiri camat dan lurah se-Pekanbaru di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Rabu (27/8/2025).
Wako Agung memimpin rapat koordinasi yang dihadiri camat dan lurah se-Pekanbaru di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Rabu (27/8/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, kembali mengingatkan pentingnya peran camat dan lurah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai ujung tombak pemerintah kota di lapangan, keduanya diharapkan menjadi garda terdepan dalam menanggapi dan menyelesaikan persoalan yang muncul di wilayah masing-masing.

Wako Agung memimpin rapat koordinasi yang dihadiri camat dan lurah se Pekanbaru di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Rabu (27/8/2025). Di antara isu-isu yang dibahas adalah soal pengelolaan sampah dan kinerja Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di Pekanbaru.

Pada para camat dan lurah, Wako Agung awalnya menyampaikan saat ini masih ditemukan tumpukan sampah pada beberapa titik di Kota Pekanbaru.

Secara khusus Agung menyoroti tumpukan sampah di tepi Jalan Soekarno Hatta Ujung tak jauh dari Bangunan Pasar Induk dan di Jalan Kutilang sebelah Showroom PT Agung Toyota di Jalan SM Amin. "Itu di Jalan Arengka (Soekarno Hatta,red) masih ada tumpukan sampah. Juga di Jalan Kutilang di SM Amin itu," ungkapnya.

Menurut Agung, hingga kini masih ditemukan beberapa titik yang mengalami penumpukan sampah dan belum tertangani dengan baik. Dia memastikan kondisi-kondisi di lapangan selalu dipantaunya.

"Pemantauan terkait kinerja LPS terus kita lakukan. Masih ada beberapa lokasi yang belum tertangani optimal dan terjadi penumpukan sampah," kata dia.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pekanbaru telah memberikan kewenangan yang jelas kepada camat dan lurah untuk menangani persoalan di daerah masing-masing, termasuk masalah kebersihan dan lingkungan. Agung juga menegaskan, dirinya ingin setiap keluhan dan laporan warga mendapat respons cepat.

"Ini harus diselesaikan bersama, baik oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), camat maupun lurah. Kewenangan sudah kita bagi sesuai wilayah, jadi semua harus menjalankan perannya masing-masing," tegasnya.

Kepada Wako Agung, Riaupos.co sempat menyampaikan permasalahan tumpukan sampah di Jalan Kutilang. Lokasi d Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya samping showroom Agung Toyota itu ditutup paksa warga sejak Jumat (15/8/2025) malam hingga Senin (18/8/2025) karena banyaknya sampah yang menutupi jalan tersebut.

Akses jalan ini ditutup dari portal Jalan Kutilang Sakti tak jauh dari lapangan sepakbola Tiga Naga hingga ke portal di persimpangan Jalan SM Amin. Penutupan ini dilakukan tokoh masyarakat Jalan Kutilang Sakti Suryanto. Suryanto mengaku jalan tersebut terpaksa ditutup karena sudah dipenuhi sampah rumah tangga sehingga tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.

Oknum-oknum yang tak bertanggung jawab membuang sampah ke jalan itu sejak tempat pembuangan sampah siluman di samping gerbang Unri Jalan SM Amin dipasangin policeline. RT setempat sudah beberapa kali mengunakan dana pribadi untuk membersihkan sampah di sini. Namun tak sanggup juga karena pengangkutan dilakukan dua hari sekali, namun tetap ada saja yang membuang sampah disana.

Warga melalui perangkat RT sudah sempat mengeluhkan pada lurah setempat, namun merasa belum direspon dengan semestinya. Tumpukan sampah disana, akhirnya diangkut setelah DLHK Pekanbaru menurunkan tim pengangkut sampah. Namun setelah bersih, tetap saja ada yang kembali membuang sampah disana.

Menyikapi keluhan warga soal respon perangkat pemerintahan disana, Wako Agung mengingatkan agar lebih peka. "Camat dan lurah adalah pemilik wilayahnya, jadi mereka harus tahu, peka, dan segera mengambil tindakan," ujarnya.

Wako Agung bahkan menegaskan, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. "Saya paham, ada masalah di lapangan yang butuh perhatian segera. Kalau ada laporan yang tidak ditanggapi, laporkan langsung ke saya. Bisa juga melalui kanal resmi atau media sosial. Kita baru mulai memimpin, jadi setiap laporan akan kami pelajari, dalami, dan cari solusinya," ujarnya.

Menurut Agung, keterlibatan aktif masyarakat juga dibutuhkan dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. Namun, ia menegaskan tanggung jawab utama tetap berada di pundak camat dan lurah yang memimpin wilayahnya masing-masing. "Kebersihan dan kenyamanan kota adalah wajah pemerintahan kita. Saya minta camat dan lurah bekerja lebih responsif dan komunikatif dengan masyarakat. Jangan sampai ada laporan yang diabaikan, karena mereka adalah ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan warga," tutupnya.

Editor : Rinaldi
#keluhan warga #Sampah #Wako Agung Nugroho #camat dan lurah