PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Guna menciptakan lingkungan yang mendukung bagi ibu menyusui. Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Riau menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Harjosari, Kamis (11/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung, Senin (14/7/2025) lalu ini di Ketuai oleh Ani Laila, SST, Bdn, M.Biomed, bersama anggota Fathunikmah, SPd, M.Biomed dan Ns. Idayanti., SPd, S.Kep, M.Kes dengan mengangkat tema "Pembinaan Peran Serta Keluarga Dalam Mendukung Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Harjosari wilayah kerja Puskesmas Melur Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru "
Menurut Ani Laila, SST, Bdn, M.Biomed, kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen ini merupakan pelaksanaan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya secara ilmiah guna membantu menyelesaikan permasalahan, menjawab tantangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penyebarluasan dan penerapan hasil-hasil penelitian secara langsung di masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung ASI eksklusif dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil dan menyusui, serta memberikan edukasi dan dukungan kepada keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pemberian ASI, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya ASI eksklusif, manfaatnya bagi bayi dan ibu, serta cara-cara untuk mendukung keberhasilan menyusui, demi kesehatan dan tumbuh kembang optimal bayi.
Apalagi, saat ini angka pemberian ASI ekslusif di Indonesia masih tergolong rendah. Dimana menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan 2017, pemberian ASI ekslusif di Indonesia hanya 35%.
Angka tersebut masih jauh di bawah rekomendasi WHO sebesar 50%. Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2018 cakupan pemberian ASI Eksklusif sebesar 50,7 %.
Dukungan keluarga memiliki pengaruh yang paling besar dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Keluarga merupakan sebuah sumber pertolongan praktis dan konkrit. Ibu yang menyusui sangat membutuhkan bantuan secara langsung dalam proses pemberian ASI.
Selain itu, RW 2 bagian dari kelurahan Harjosari pada tahun 2023 lalu juga telah melakukan pembentukan kelompok pendukung ASI (KP ASI) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdi dari dosen Poltekkes Kemenkes Riau.
Itu sebabnya, kegiatan keberlanjutan kegiatan KP ASI di RW 2 ini tetap dilaksanakan untuk meningkatkan peran serta keluarga dalam mendukung pemberian ASI eksklusif, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap wilayah kelurahan Harjosari khususnya.
"Kami berharap dengan adanya edukasi bersama para perwakilan anggota keluarga di RW 2 ini dapat meningkatkan pembinaan peran serta keluarga dalam mendukung pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Harjosari kedepannya,"tegasnya. (ayi/c)
Editor : M. Erizal