PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM mengajak masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Langkah sederhana ini, menurutnya, menjadi kunci penting untuk mencegah berbagai penyakit serius yang dapat mengancam kesehatan tubuh dan kualitas hidup masyarakat.
Ajakan itu disampaikan Wako Agung saat menggelar kegiatan Senam Jantung Sehat dalam rangka pengendalian penyakit prioritas di kawasan Car Free Day Jalan Jenderal Sudirman, Ahad (14/9) pagi kemarin. Kegiatan tersebut diikuti ratusan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas senam, ibu rumah tangga, hingga pegawai, yang tampak antusias mengikuti gerakan senam bersama.
Menurut Wako Agung, Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti kardiovaskuler, kanker, stroke, oronefrologi, serta masalah kesehatan ibu dan anak (KIA) kini menjadi tantangan besar yang dihadapi masyarakat. Penyakit-penyakit tersebut tidak hanya menurunkan kualitas hidup, tetapi juga berimbas langsung pada produktivitas dan pembangunan daerah.
“Oleh karena itu, Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian secara terpadu,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan senam jantung sehat ini merupakan wujud nyata komitmen Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Selain olahraga, kegiatan ini juga dibarengi dengan pemeriksaan kesehatan gratis.
Wako Agung hadir didampingi Wawako Pekanbaru Markarius Anwar dan Penjabat Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Zulhelmi Arifin. Hadir pula Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung dan Ketua I TP PKK Pekanbaru Sari Rahmawati. Dia dan rombongan turut serta dalam senam jantung sehat dan memberikan piagam penghargaan.
“Gerakan ini adalah bukti bahwa kita ingin mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit prioritas,” ujar Wako Agung.
Wako Agung juga menyoroti tren PTM yang terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan laporan WHO, angka kejadian PTM di Indonesia terus menunjukkan grafik naik, baik dari sisi angka kesakitan maupun kematian.
“Perubahan gaya hidup masyarakat modern yang serba cepat membuat banyak orang mengabaikan pola makan sehat dan aktivitas fisik. Padahal, hal itu memicu penyakit kardiovaskuler, seperti stroke, penyakit jantung koroner hingga gagal jantung. Penyakit ini sering berujung pada kematian mendadak maupun kecacatan permanen,” jelasnya.
Karena itu, ia menilai perlu adanya gerakan pengendalian penyakit prioritas yang melibatkan semua pihak. Keluarga, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan masyarakat harus menjadi basis utama dalam membangun gaya hidup sehat. “Kita harus bergerak bersama. Jika kesadaran ini dibangun sejak dini, maka risiko penyakit bisa ditekan dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” tambahnya.
Kegiatan senam jantung sehat di CFD ini berlangsung meriah. Di sela-sela kegiatan, salah seorang peserta, Nuraini (45), warga Kecamatan Sukajadi mengaku senang bisa ikut serta. Ia menyebut kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena selain bisa berolahraga bersama, juga ada edukasi kesehatan. “Saya jadi tahu pentingnya cek kesehatan rutin. Biasanya kita suka abai. Tadi (Ahad, red)saya ikut cek tekanan darah, hasilnya normal. Alhamdulillah. Semoga kegiatan ini rutin diadakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Andi (28), anggota komunitas lari yang ikut senam mengaku kegiatan ini memberi semangat tambahan untuk tetap konsisten menjaga kesehatan. “Biasanya saya hanya lari pagi di CFD, tapi hari ini (Ahad, red) ikut senam bersama wali kota. Rasanya berbeda, lebih bersemangat karena ada banyak orang. Pesan Pak Wali tadi juga bagus, kita memang harus disiplin menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat suasana CFD semakin hidup. Banyak peserta membawa keluarga, termasuk anak-anak sehingga kegiatan olahraga massal tersebut sekaligus menjadi ajang rekreasi sehat. Dinas Kesehatan juga tampak aktif memberikan edukasi tentang pencegahan PTM dan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala.
Wako Agung menutup sambutannya dengan menekankan bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang. Ia mengajak masyarakat menjadikan pola hidup sehat sebagai gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar tren sesaat.
“Dengan tubuh yang sehat, kita bisa bekerja lebih baik, belajar lebih giat, serta berkontribusi bagi pembangunan kota. Mari kita mulai dari hal sederhana: rutin berolahraga, menjaga pola makan, menjauhi rokok, dan memeriksakan kesehatan. Jika ini kita lakukan bersama, Pekanbaru sehat dan maju bukan lagi mimpi, tetapi kenyataan,” ujarnya.(ali)
Editor : Arif Oktafian