Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lantik Direktur RSD Madani, Ini Harapan Wako Agung

M Ali Nurman • Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:45 WIB
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wawako Markarius Anwar melantik Direktur RSD Madani Adi Darma, Kamis (9/10/2025).
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wawako Markarius Anwar melantik Direktur RSD Madani Adi Darma, Kamis (9/10/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi melantik Ir Adi Darma sebagai Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru, Kamis (9/10/2025). Pelantikan dilakukan langsung oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM di Aula Lantai 6 Komplek Perkantoran Tenayan Raya.

Wako Agung menegaskan bahwa langkah awal yang harus dilakukan direktur baru adalah melakukan konsolidasi internal, terutama membangun kembali komunikasi dan semangat kerja bersama seluruh pegawai, termasuk dokter dan tenaga kesehatan.

"Tentu harus konsolidasi internal terlebih dahulu. Bagaimana komunikasi dengan para pegawai dan dokter spesialis, membentuk kembali tim, menyatukan visi, dan menyepakati arah pengelolaan rumah sakit agar lebih baik," ujar Agung yang didampingi Wawako Markarius Anwar saat memimpin pelantikan.

Wako Agung juga menyoroti pentingnya pembenahan manajemen dan keuangan rumah sakit. Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi RSD Madani saat ini adalah persoalan tunggakan dan kewajiban keuangan, baik kepada tenaga kesehatan maupun distributor obat.

"Juga fokus menyelesaikan utang-utang rumah sakit, termasuk kepada para distributor obat. Rumah sakit ini juga harus mengelola komitmen terhadap pembayaran insentif nakes dan jam kerja dokter," tambahnya.

Selain memperbaiki manajemen, Wako Agung mengingatkan bahwa rumah sakit pemerintah tidak boleh berorientasi semata pada bisnis, melainkan harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

"RSD Madani sejatinya bukan hanya soal bisnis, tapi tentang pelayanan. Tidak boleh ada pasien yang ditolak. Tidak boleh ada pasien yang dibiarkan lebih dari sepuluh menit tanpa disapa petugas. Ini harus jadi budaya pelayanan," tegas Agung.

Terkait proses seleksi, Wako Pekanbaru menjelaskan bahwa penetapan direktur RSD Madani dilakukan melalui tahapan panjang dan terbuka, dimulai dari seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan, hingga wawancara akhir. Seluruh proses ini ditangani oleh panitia seleksi (pansel) independen yang telah bekerja sesuai prosedur.

"Sudah ada tim pansel yang membuat seluruh tahapan, termasuk kontrak kerja dan wawancara. Semua selesai dan hasilnya kita lantik hari ini," jelasnya.

Agung menyebut, pemilihan Adi Darma bukan tanpa alasan. Pertimbangan utama adalah pengalaman profesionalnya di rumah sakit swasta, antara lain pernah menjabat di RS Aulia dan RS Prima.

"Pertimbangannya karena beliau profesional. Rumah sakit swasta unggul karena pelayanannya. Kalau RSD Madani bisa dikelola profesional seperti itu, pasti bisa lebih baik, karena ini rumah sakit pemerintah," kata Agung.

Ia pun berharap seluruh pegawai RSD Madani, termasuk puskesmas yang menjadi bagian dari sistem rujukan kota, mendukung penuh kepemimpinan baru agar RSD Madani bisa kembali menjadi rumah sakit pilihan utama warga Pekanbaru.

Sementara itu, Direktur RSD Madani yang baru dilantik, Ir Adi Darma, menyampaikan bahwa fokus utama kerja di tahun pertama adalah perbaikan kualitas pelayanan. Menurutnya, pelayanan yang baik merupakan kunci agar rumah sakit ini benar-benar menjadi milik masyarakat.

"Rumah Sakit Madani belum sepenuhnya menjadi rumah sakit milik masyarakat. Artinya masih banyak yang harus dibenahi, terutama dalam pelayanan dan sumber daya manusianya. Fokus saya tahun pertama adalah memperbaiki pelayanan," ujar Adi.

Adi menambahkan, ia juga akan melakukan evaluasi terhadap komposisi tenaga kerja di rumah sakit, memastikan tenaga kesehatan dan teknis lebih diperkuat dibanding tenaga administrasi. Jika keuangan rumah sakit memungkinkan, pihaknya akan membuka sertifikasi dan pelatihan guna mendorong inovasi pelayanan.

Dalam kontrak kerjanya bersama Pemko, Adi Darma akan memimpin selama lima tahun masa jabatan. Rencananya, setelah tahap perbaikan pelayanan, tahun kedua akan difokuskan pada peningkatan layanan dan pembentukan layanan unggulan, dengan target agar RSD Madani bisa bersaing dengan rumah sakit swasta.

Adi juga menyinggung pentingnya sinergi dengan program Universal Health Coverage (UHC) Pemko Pekanbaru yang menjamin layanan kesehatan bagi pemegang KTP Pekanbaru. "Kami akan memastikan semua warga berhak mendapatkan layanan tanpa hambatan administratif," singkatnya.

Editor : Rinaldi
#rsd madani #konsolidasi #Wako Agung Nugroho