Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

RSD Madani Pekanbaru Tidak Boleh Tolak Pasien

Joko Susilo • Jumat, 10 Oktober 2025 | 10:34 WIB

LANTIK:  Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melantik Adi Darma sebagai Direktur RSD Madani Pekanbaru, di aula lantai 6 Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Kamis (9/10/2025).
LANTIK: Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melantik Adi Darma sebagai Direktur RSD Madani Pekanbaru, di aula lantai 6 Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Kamis (9/10/2025).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pelantikan Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru periode 2025-2030 digelar di aula lantai 6 Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Kamis (9/10). Adi Darma dilantik sebagai Direktur RSD Madani Pekanbaru setelah namanya terpilih melalui seleksi terbuka yang dilakukan Pemko Pekanbaru.

Pelantikan dilakukan oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar. Wako menegaskan, manajemen RSD Madani di bawah kepemimpinan direktur baru diingatkan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien.   

“Saya ingatkan bahwa Rumah Sakit Madani ini sejatinya bukan hanya terkait bisnis, tapi lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada pasien yang ditolak, dan tidak boleh ada pasien yang dibiarkan lebih dari 10 menit tanpa disapa oleh petugasnya,” tegas Wako.

Baca Juga: DPRD Soroti Tiang dan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru, Harus Ada Regulasi Tegas

Ia katakan, Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong peningkatan pelayanan dan profesionalisme di Rumah Sakit Madani seiring dengan pergantian kepemimpinan baru. Agung Nugroho, menegaskan bahwa pembentukan tim kerja baru dan penyatuan visi menjadi langkah awal untuk memperbaiki manajemen serta kualitas pelayanan di rumah sakit milik pemko tersebut.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga tengah membahas komitmen pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes), pengaturan jam kerja dokter, serta penyelesaian berbagai persoalan keuangan rumah sakit. ”Setelah itu baru mereka fokus bagaimana menyelesaikan utang-utang di Rumah Sakit Madani yang hari ini kondisinya cukup berat, termasuk utang kepada distributor obat dan hal-hal lain yang masih menjadi persoalan di sana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agung Nugroho menegaskan bahwa Rumah Sakit Madani harus tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dibandingkan orientasi bisnis. Ia menekankan agar tidak ada pasien yang ditolak ataupun dibiarkan tanpa pelayanan.

Baca Juga: MTQ Ke-57 Kota Pekanbaru Dipusatkan di Lapangan Sapta Taruna Bukit Raya

Menurutnya, pengangkatan pimpinan baru telah melalui proses seleksi oleh panitia seleksi (pansel) yang telah menyelesaikan seluruh tahapan, termasuk wawancara. Ia juga menyampaikan optimismenya bahwa manajemen baru mampu membawa perubahan positif karena berasal dari latar belakang rumah sakit swasta.

Wako menjelaskan bahwa alasan utama memilih tenaga profesional dari rumah sakit swasta adalah karena kinerja pelayanan mereka yang lebih baik dan disiplin.

”Pertimbangan besarnya karena profesional, karena sejatinya kalahnya rumah sakit pemerintah dengan rumah sakit swasta itu pada pelayanannya. Mereka melayani dengan cepat, jam dokternya tepat, dan langsung disambut baik,” ujarnya.

Baca Juga: Lantik Direktur RSD Madani, Ini Harapan Wako Agung

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Madani Pekanbaru Adi Darma, menegaskan bahwa fokus utamanya dalam tahun pertama masa jabatan adalah memperbaiki pelayanan dan sumber daya manusia (SDM). Langkah ini dinilai penting agar RS Madani dapat menjadi rumah sakit pilihan masyarakat.

”Rumah Sakit Madani belum menjadi rumah sakit pilihan masyarakat. Artinya masih banyak yang harus kita benahi. Fokus saya di tahun pertama adalah memperbaiki pelayanan,” ujarnya.

Adi Darma juga menyebutkan bahwa dirinya dikontrak selama lima tahun dengan prioritas peningkatan pelayanan pada tahun pertama. Ia juga menegaskan agar pelayanan di RS Madani tidak membeda-bedakan pasien, terutama bagi warga Pekanbaru yang sudah dijamin program Universal Health Coverage (UHC). ”Semua warga yang punya KTP Pekanbaru sudah dijamin UHC, tapi masih ada yang terabaikan. Itu menjadi PR kami,” ujarnya.

Baca Juga: SMA Witama Pekanbaru Targetkan Champions, Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Riau Series

Menanggapi perbedaan budaya kerja antara swasta dan instansi pemerintah, Adi Darma menegaskan bahwa RS Madani sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memiliki fleksibilitas tinggi. ”Rumah Sakit Madani ini BLUD, jadi sebenarnya lebih diistimewakan dan bisa bekerja lebih cepat sesuai Permendagri Nomor 79/2018,” tutupnya.

Singgung PDAM Dalam kesempatan yang sama, Wako juga menyinggung perihal evaluasi terhadap BUMD lain, termasuk PDAM. Ia menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat dan pengurangan penggunaan air tanah.

”Kalau kita lihat ini terlalu lama dibiarkan sehingga pelayanan PDAM semakin turun dan kepercayaan publik juga turun. Kita harus meningkatkan penggunaan air PDAM agar mengurangi air tanah karena bisa merusak bumi,” jelasnya.(yls)

Laporan JOKO SUSILO, PEKANBARU

Editor : Arif Oktafian
#rsd madani #pekanbaru #Wako Agung Nugroho