PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru disambut antusias warga Kota Bertuah. Warga bahkan sempat berebut mendapatkan bahan pangan pokok yang dijual murah di GPM karena takut kehabisan.
Seperti saat yang digelar GPM di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (16/10). Pantauan Riau Pos di lokasi, aksi saling berebutan sempat terjadi karena masyarakat yang takut kehabisan bahan pangan yang dijual oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru tersebut.
Namun suasana kembali kondusif setelah pada warga yang didominasi kaum ibu mengikuti arahan panitia untuk membuat antrean agar bisa dilayani secara teratur.
Agar bahan pangan bisa dibeli oleh masyarakat, panitia memberlakukan pembatasan jumlah pembelian agar bahas pangan yang dijual bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat yang mengantre.
Menurut seorang warga Suharni, dirinya bersyukur bisa ikut memanfaatkan momen GPM untuk mendapatkan sejumlah komoditas pangan yang disediakan, utamanya cabai merah. ”Karena harga cabai lebih mahal di pasaran hari ini Rp100.000 per kilogram tentunya kami beli cabai merah duluan karena di lokasi GPM ini Rp60.000 per kilogram,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DKP Pekanbaru H Muhammad Jamil mengakui dalam beberapa kali pelaksanaan GPM, animo masyarakat dalam berbelanja sangat tinggi. Sehingga paling lama satu jam saja, seluruh komoditas pangan yang disediakan habis terjual, dan umumnya masyarakat meminta agar dilaksanakan lagi, setidaknya sebulan sekali.
Dikatakan Jamil, umumnya warga mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan GPM ini. Karena mereka bisa mendapatkan komoditas pangan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar.
Jamil juga menjelaskan, Pemko Pekanbaru sudah berkomitmen akan terus melaksanakan Gerakan Pangan Murah dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di tengah masyarakat sekaligus pengendalian inflasi.(ayi)
Editor : Arif Oktafian