Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Wako Agung Blusukan Cek Drainase, Jalan Rusak, dan Wilayah Pinggiran

M Ali Nurman • Senin, 27 Oktober 2025 | 10:39 WIB

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho membantu petugas kebersihan naik dari parit saat meninjau lokasi beberapa drainase di Pekanbaru, pekan lalu.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho membantu petugas kebersihan naik dari parit saat meninjau lokasi beberapa drainase di Pekanbaru, pekan lalu.


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM terus menunjukkan gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Tak hanya menunggu laporan di atas meja, ia lebih memilih blusukan langsung ke lapangan, menembus panas terik, menyusuri gang-gang sempit dan jalan berlubang menggunakan sepeda motor. Dengan cara itu, ia bisa menjangkau wilayah yang sulit diakses mobil, termasuk kawasan pinggiran.

Blusukan Wako Agung bukan sekadar simbol, tapi bentuk nyata kepedulian terhadap persoalan klasik kota seperti drainase tersumbat, jalan rusak, kebersihan, hingga kondisi sosial masyarakat di lapangan. “Alhamdulillah, saya raun-raun bareng teman-teman OPD (organisasi perangkat daerah) meninjau langsung beberapa titik yang tergenang setelah hujan deras,” ujarnya sambil menunjuk saluran air yang dipenuhi sampah pada lokasi yang dikunjungi di Pekanbaru, pekan lalu.

Menurut Agung, sebagian besar persoalan banjir di Pekanbaru disebabkan oleh sampah dan sedimen yang menumpuk di drainase. “Ternyata masalahnya bukan hanya aliran air, tapi sampah yang sangkut di gorong-gorong. Karena itu, urusan banjir ini bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Wako Agung juga menekankan pentingnya peran LPS (Lembaga Pengelola Sampah) dan keterlibatan lurah dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Pak Lurah juga harus punya dan kontrol LPS untuk kebersihan sampah,” katanya menegaskan.

Dalam kesempatan itu, ia juga memantau sejumlah jalan berlubang dan mencatat titik-titik yang memperlukan perbaikan segera. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini sudah memperbaiki sekitar 80 persen jalan rusak dengan metode tambal sulam dan overlay. “Jalan rusak juga sudah kita selesaikan sekitar 78 sampai 80 persen, walaupun masih berproses,” jelas Agung.

Sebanyak 1.300 titik jalan berlubang telah diperbaiki dan 29 ruas jalan dilakukan overlay hingga akhir tahun 2025. Di antaranya Jalan Serayu, Jalan Kulim, Jalan Jenderal, Jalan Garuda, Jalan Melur, Jalan Pepaya, Jalan Srikandi, hingga Jalan Rajawali, dan Jalan Merpati Sakti.

Bagi Agung Nugroho, turun ke lapangan bukan hanya soal pengawasan, tetapi cara memahami denyut kehidupan masyarakat. “Saya ingin merasakan langsung panasnya cuaca Pekanbaru, biar tahu apa yang dirasakan warga,” ujarnya.

Perhatian Wako Agung terhadap kawasan pinggiran terlihat jelas. Salah satunya dalam kunjungan kerjanya ke Kelurahan Melebung, yang merupakan daerah terisolasi di Kecamatan Tenayan Raya. Kunjungan ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-41 pada Senin (14/10) lalu.

Alih-alih merayakan ulang tahun di rumah dinas, Agung justru datang ke Melebung bersama istri yang juga Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Sulastri Agung, serta jajaran OPD. Ia membawa bantuan sosial, memotong satu ekor sapi dan satu ekor kerbau dari gajinya sendiri untuk dibagikan kepada sekitar 300 warga, serta menyerahkan 300 paket sembako.

“Saya ingin berbagi langsung dengan masyarakat, bukan hanya dengan pejabat. Semua ini bentuk rasa syukur dan cinta untuk warga Pekanbaru,” ujar Agung saat itu.

Selain bantuan sosial, kunjungan itu juga disertai pelayanan terpadu dari berbagai OPD, mulai dari Dinas Dukcapil yang mencetak KTP di lokasi, Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UMKM, hingga Dinas Pertanian. “Setiap kunjungan saya pastikan OPD ikut, agar kebutuhan masyarakat langsung ditindaklanjuti,” katanya.

Hasil kunjungan itu langsung ditindaklanjuti Pemko. Dishub Pekanbaru memasang 20 lampu PJU sepanjang 1 kilometer jalan di Melebung. “Pemasangan ini menindaklanjuti arahan langsung Wali Kota yang ingin agar wilayah pinggiran mendapat penerangan dan rasa aman,” ujar Plt Kadishub Sunarko.

Tak hanya itu, akses internet gratis kini juga hadir di Melebung. Diskominfo memasang fasilitas wifi di sekitar Puskesmas Pembantu dan Perpustakaan Melebung, menjawab keluhan warga yang sebelumnya mengalami blankspot. “Akses internet ini bagian dari pemerataan pelayanan publik agar warga Melebung tidak tertinggal,” kata Plt Kadiskominfo M Syuhud.

Sementara Ketua TP PKK Sulastri Agung menambahkan, kunjungan ini juga menandai berdirinya PAUD pertama di Melebung dengan 30 hingga 40 peserta didik. “Sekarang Pekanbaru resmi zero kelurahan tanpa PAUD. Semua 83 kelurahan sudah punya minimal satu PAUD,” ujarnya.

Selain memperhatikan kawasan pinggiran, Wako Agung memberi perhatian khusus pada persoalan banjir. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, sekitar 80 persen drainase di Pekanbaru tidak berfungsi optimal akibat sumbatan, sedimen, dan bangunan liar.

“Perlu pembuatan drainase baru yang lebih besar dan dalam agar bisa digunakan puluhan tahun ke depan. Banyak saluran saat ini sudah dangkal, bahkan ada yang ditanami kabel jaringan dan ditutup bangunan,” tegas Agung.

Ia telah memerintahkan Dinas PUPR dan dinas terkait untuk segera melakukan penertiban, normalisasi, serta pembangunan drainase baru di titik-titik rawan. “Kami ingin masyarakat merasakan hasilnya, bukan sekadar janji,” ujarnya.

Upaya itu sejalan dengan program mitigasi bencana yang digencarkan pemko. Menurut Penjabat (Pj) Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Wali Kota menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. “Banjir Ramadan lalu menjadi pelajaran penting. Kini Wali Kota langsung memimpin upaya mitigasi,” jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 26 kelurahan rawan banjir di Pekanbaru. Karena itu, pemko mempercepat pembersihan dan pengerukan saluran air dari sedimen serta menginstruksikan lurah dan masyarakat bergotong royong membersihkan parit.

Selain itu, lebih dari Rp250 miliar anggaran dialokasikan untuk perbaikan jalan dan drainase, termasuk pembayaran tunda bayar senilai Rp270 miliar dari total utang Rp476 miliar. “Wali Kota ingin memastikan keuangan daerah sehat agar pembangunan berjalan lancar,” ujar Zulhelmi.

Dengan pola kerja turun langsung ke lapangan, menggerakkan OPD dan fokus membangun dari pinggiran, Wako Agung Nugroho menegaskan visi kepemimpinannya. “Kami ingin menghadirkan Pekanbaru yang bersih, bebas banjir, merata pembangunannya, dan dekat dengan rakyatnya,” tuturnya.

Sementara itu, upaya Wako Agung menyelesaikan persoalan-persoalan banjir dengan pembersihan dan perbaikan drainase diapresiasi warga. Salah satu pembangunan drainase yang sedang dilakukan Bidang SDA PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) Pekanbaru yakni di Jalan Karyawan, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani. Di lokasi tengah berlangsung pembangunan drainase dengan panjang sekitar 100 meter.

Wilayah itu merupakan salah satu titik banjir di Kota Pekanbaru setiap kali hujan deras.Itu karena drainase yang tak berfungsi dengan baik. “Kami mewakili warga RT 01, RW 08 Sidomulyo Barat mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pekanbaru, Kepala Dinas PUPR beserta Kabid SDA yang telah membantu pembuatan drainase di Jalan Karyawan,” ujar Ketua RT 01, RW 08 Sidomulyo Barat Sutrisno.

Bantuan pembangunan drainase tersebut membantu mengurangi banjir di wilayahnya. Dirinya berharap, ke depan Pemko Pekanbaru dapat melanjutkan pembangunan drainase tersebut sehingga penyelesaian masalah banjir tuntas. “Kita berharap Wali Kota Pekanbaru dapat melanjutkan pembangunan drainase ini,” harapnya.(ali)

Editor : Arif Oktafian
#jalan rusak #wako #WILAYAH PINGGIRAN #agung nugroho #pekanbaru #drainase