Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lewat Pekanbaru AMAN Bertani, Wako Agung Perkuat Ketahanan Pangan

M Ali Nurman • Kamis, 30 Oktober 2025 | 07:24 WIB

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, dan unsur Forkopimda Pekanbaru melepaskan bibit ikan saat peluncuran Program AMAN Bertani di Pelabuhan Harap Panjang, Jalan Telu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, dan unsur Forkopimda Pekanbaru melepaskan bibit ikan saat peluncuran Program AMAN Bertani di Pelabuhan Harap Panjang, Jalan Telu


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah kembali ditegaskan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui peluncuran Program AMAN Bertani. Program yang digagas Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) ini diresmikan Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM di Pelabuhan Harap Panjang, Jalan Teluk Leok, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur, Pekanbaru, Rabu (29/10).

Wako Agung didampingi Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, Ketua I TP PKK Pekanbaru Sari Rahmawati, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) jajaran Pemko Pekanbaru, dan unsur Forkopimda Pekanbaru.

Peluncuran Program AMAN Bertani menjadi bukti nyata komitmen Wako Agung dalam membangun sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan yang tangguh serta mandiri. Program ini juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Dalam kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia tersebut, Wako Agung menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Distankan Pekanbaru atas kerja keras dalam melahirkan program inovatif ini. Menurutnya, AMAN Bertani tidak sekadar program teknis, tetapi juga gerakan sosial yang mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Program ini adalah salah satu bentuk keseriusan Pemko Pekanbaru dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan. Kita ingin setiap rumah tangga mampu berkontribusi, mulai dari menanam di pekarangan, mengelola hasilnya sendiri hingga ikut menjaga stabilitas pangan kota,” ujar Agung.

Ia menegaskan, konsep ketahanan pangan yang dikembangkan Pemko Pekanbaru tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi hasil pertanian, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mandiri pangan. Melalui Program AMAN Bertani, pemerintah ingin mengajak masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan luar daerah.

“Ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah masing-masing. Misalnya, menanam cabai atau padi gogo di pot di halaman rumah. Langkah kecil seperti ini kalau dilakukan bersama-sama maka akan membawa dampak besar bagi kemandirian pangan lokal. Kita ingin Pekanbaru menjadi contoh kota yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” tambahnya.

Selain meresmikan program tersebut, Agung juga meluncurkan logo baru Dinas Pertanian dan Perikanan Pekanbaru. Logo ini menjadi simbol semangat baru menuju pertanian yang modern, inovatif, dan berdaya saing. Peluncuran logo baru ini juga menjadi momentum transformasi Distankan dalam menghadapi tantangan pertanian perkotaan di era modern, termasuk adaptasi terhadap perubahan iklim dan digitalisasi sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, Wako Agung turut menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani, meliputi mesin hand tractor, mesin pompa air, bibit tanaman, serta mesin penggiling. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para petani serta mempercepat upaya mewujudkan pertanian yang efisien dan berkelanjutan.

“Bantuan ini adalah bentuk dukungan pemerintah kepada petani agar mereka semakin semangat dan produktif. Kami ingin sektor pertanian di Pekanbaru tumbuh tidak hanya sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang memperkuat kemandirian pangan masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada aspek produksi, Agung juga memperhatikan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi para petani, pekerja informal, serta masyarakat kurang mampu. Melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR), Pemko Pekanbaru menyalurkan bantuan BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan penerima manfaat.

“Kami sudah menyerahkan bantuan CSR dari Rumah Sakit Awal Bros untuk lebih dari 3.400 penerima. Contohnya, jika ada warga yang kehilangan suaminya, langsung mendapat santunan sebesar Rp40 juta. Ini bentuk nyata perhatian sosial dari pihak swasta yang kami dorong terus berlanjut,” ungkap Agung.

Ia menyebutkan, masih ada sekitar 100 ribu kuota peserta BPJS Ketenagakerjaan yang belum terisi. Karena itu, Pemko terus mendorong agar kuota ini bisa dimanfaatkan oleh pekerja harian, buruh lepas, dan masyarakat lain yang belum memiliki perlindungan kerja dari perusahaan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemko dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sebagai fondasi dari ketahanan pangan daerah.

Lebih jauh, Agung menegaskan bahwa upaya penguatan ketahanan pangan di Pekanbaru juga selaras dengan visi nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu poin pentingnya adalah memperkuat kemandirian pangan nasional melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian.

“Pemerintah pusat telah menegaskan arah pembangunan nasional yang berpihak pada kemandirian pangan. Di Pekanbaru, kita ingin berkontribusi secara nyata terhadap cita-cita itu. Karena ketahanan pangan nasional akan terwujud bila setiap daerah memiliki ketahanan pangannya sendiri,” kata Agung.

Editor : Arif Oktafian
#ketahanan pangan #Aman #wako #agung nugroho #pekanbaru