PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau beberapa pekan terakhir mulai terkendali. Total, tinggal tiga daerah yang melaporkan masih terjadi karhutla dan dalam proses pemadaman.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, Jim Gafur mengatakan, tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Karhutla Tersisa di Tiga Daerah Indragiri Hilir (Inhil), Indragiri Hulu (Inhu) dan Rokan Hilir (Rohil).
“Karhutla saat ini dilaporkan hanya tinggal di tiga daerah, yakni di Inhil, Inhu dan Rohil. Jumlah tersebut sudah jauh berkurang dari beberapa hari sebelumnya,” katanya kepada Riau Pos, Selasa (4/11).
Lebih lanjut dikatakannya, karhutla di Inhil merupakan titik baru. Sehingga untuk melakukan pemadaman, dikerahkan helikopter water bombing agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat. “Lokasinya berada di lahan gambut, pemadaman selain dilakukan tim darat juga dibantu helikopter water bombing,” sebutnya.
Sementara itu, karhutla di Inhu dan Rohil, hingga saat ini sudah relatif terkendali. Tim gabungan saat ini hanya tinggal fokus pada proses pendinginan saja. “Karhutla di Inhu dan Rohil saat ini sudah proses pendinginan. Tim sudah berhasil memblokir api sehingga tidak menyebar ke lokasi lain,” ujarnya.
Untuk membantu proses pemadaman karhutla di Riau, pemerintah pusat melalui BNPB juga akan memberikan bantuan berupa satu unit helikopter water bombing.
Helikopter tersebut merupakan helikopter reposisi yang sebelumnya ditempatkan di Palembang, Sumatera Selatan. “Informasi yang kami dapat, BNPB akan mereposisi satu helikopter water bombing dari Palembang ke Riau,” sebutnya.
Dua kecamatan di Indragiri Hilir (Inhil) terjadi karhutla di tiga titik. Pertama terjadi di Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas dengan luas lahan kurang lebih 5 hektare yang berlangsung sejak 6 hari lalu. Kemudian di Desa Pekan Tua yang juga berada di Kecamatan Kempas dengan luas belum bisa ditentukan. Begitu juga dengan Desa Pancur, Kecamatan Keritang.
Saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil membagi tiga tim dalam proses pemadaman dan pendinginan di wilayah tersebut. Demikian disampaikan Kalaksa BPBD Inhil Raja Arliansyah melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ari Surya, Selasa (4/11). “TRC BPBD Inhil membagi 3 regu untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di tiga titik karhutla tersebut,” ujarnya.
Karhutla di Desa Bayas Jaya, TRC BPBD bersama tim gabungan telah melakukan pemadaman dan pendinginan selama enam hari di lahan seluas kurang lebih 5 hektare tersebut. “Untuk di Desa Pekan Tua, tim sudah tiga hari melakukan pemadaman. Luas wilayah belum diketahui,” sambungnya.
Sedangkan karhutla kembali terjadi di Desa Pancur, Kecamatan Keritang. Sehingga BPBD harus membagi kelompok dalam proses pemadaman. “Hari ini (kemarin, red) karhutla juga terjadi di Desa Pancur, Keritang. Tim juga dibagi untuk melakukan pemadaman di sana,” sambungnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera menginformasikan jika ditemukan titik api di wilayah masing-masing. “Serta tidak membuka lahan atau hutan dengan cara dibakar, apalagi saat ini cuaca sangat panas,” tuturnya.
Di Kampar, tim gabungan bersama BPBD berhasil memadamkan dua titik kebakaran lahan di Kecamatan Salo, Selasa (4/11). Kebakaran yang terjadi dalam dua hari berturut-turut, Senin (3/11) dan Selasa (4/11) itu menghanguskan hampir 5 hektare lahan.
Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, menjelaskan kebakaran pertama terjadi di Desa Sipungguk Kecamatan Salo, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 14.37 WIB. “Kebakaran di atas permukaan tanah menghanguskan lahan mineral milik masyarakat seluas sekitar satu hektare dengan vegetasi semak belukar,” ujarnya.
Ia menambahkan, Satgas TRC Pusdalops-PB BPBD Kampar bersama perangkat desa dan masyarakat segera melakukan penyekatan, pemadaman, serta pendinginan. “Api berhasil dipadamkan, namun lokasi masih mengeluarkan asap. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” lanjutnya.
Sementara itu, kebakaran lain juga terjadi di Desa Salo Timur Kecamatan Salo, yang dilaporkan sejak Senin (3/11). “Kebakaran pada lahan mineral gambut ini meluas hingga total area terdampak mencapai sekitar 3,75 hektare-3,5 hektare pada hari pertama dan tambahan 0,25 hektare pada hari kedua. Jenis kebakaran yang terjadi adalah surface fire dan ground fire (bawah permukaan),” ungkapnya.
Penanganan dilakukan BPBD Kampar bersama TNI, Polri, kepala desa, dan masyarakat, dengan dukungan sarana berupa mobil R4, ministrike, kohler, dan drone BPBD. “Api di lokasi telah padam, namun masih terpantau asap tipis. Penyebab kebakaran juga masih diselidiki,” kata Adi Candra.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan. BPBD Kampar memastikan pemantauan dan upaya pendinginan akan terus dilakukan untuk mencegah api muncul kembali. ’’Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun,’’ imbaunya.(sol/*2/kom)
Editor : Rindra Yasin