PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Semangat pagi itu terasa berbeda di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Jenderal Sudirman, Senin (10/11/2025). Udara masih terasa segar, derap langkah para peserta upacara membuat suasana hangat. Di tengah barisan, Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, berdiri tegap memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan.
Dengan suara tenang namun tegas, Wawako mengajak seluruh warga Kota Bertuah untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. “Kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif, dengan pembangunan dan kegiatan yang memberi manfaat. Mari tinggalkan hal-hal yang mencederai kehidupan berbangsa kita,” ujarnya penuh makna.
Baginya, peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang perjuangan masa lalu, tetapi momentum untuk melanjutkan semangat juang para pendahulu melalui karya nyata. Ia berharap masyarakat bisa menghormati perbedaan, saling menghargai, dan aktif bergotong royong membangun kota.
Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Pemko Pekanbaru juga kembali menegaskan perjuangan agar pendiri Kota Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazam Syah atau Marhum Pekan, mendapat gelar Pahlawan Nasional.
“Seluruh administrasi dan kelengkapan sudah kami penuhi, kini tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” ungkap Markarius.
Sosok Marhum Pekan dikenal sebagai pemimpin visioner yang meletakkan dasar lahirnya Kota Pekanbaru. Upaya pengusulan ini, kata Wawako, merupakan bentuk penghargaan atas jasa besar beliau bagi sejarah dan jati diri kota ini.
Momen haru juga tampak ketika Pemko Pekanbaru memberikan sagu hati kepada 97 legiun veteran, para saksi hidup perjuangan bangsa. Dengan wajah berkerut namun penuh wibawa, mereka menerima penghargaan sebagai tanda terima kasih dari generasi penerus.
“Mereka contoh nyata bagaimana nilai-nilai Pancasila dan semangat menjaga NKRI tetap hidup,” ujar Wawako.
Suasana upacara pagi itu bukan sekadar seremonial. Ia menjadi pengingat bahwa semangat kepahlawanan tak pernah usang. Ia hidup di setiap langkah warga yang peduli, di tangan-tangan yang membangun, dan di hati yang selalu menjaga persatuan. (ilo)
Editor : M. Erizal