Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Drainase Jalan Hasan Basri Diperbaiki Ulang

Joko Susilo • Selasa, 18 November 2025 | 23:38 WIB
Pekerja terlihat membangun ulang jembatan drainase
Pekerja terlihat membangun ulang jembatan drainase

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Suasana di Jalan Letkol Hasan Basri, Kecamatan Sail, sempat memanas setelah pihak kontraktor membongkar sebagian drainase yang sebelumnya mereka bangun. Di tengah keresahan warga, Plt Kepala Dinas Perkim Kota Pekanbaru, Martin Manouluk, akhirnya memberikan penjelasan tentang duduk perkaranya.

Martin menyebut, proyek drainase itu sebenarnya telah dikerjakan pada masa pemerintahan sebelumnya. Pekerjaan rampung pada akhir 2024, namun karena kondisi keuangan daerah yang belum stabil, proyek tersebut masuk dalam daftar tunda bayar.

Menurut Martin, tunda bayar bukan hanya terjadi pada satu pekerjaan saja. Bahkan, di Dinas Perkim, catatan tunda bayar sudah ada sejak 2017. Situasi ini, ujarnya, menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menata keuangan sambil tetap berupaya memenuhi kewajiban yang tertunda.

"Walaupun kegiatan tersebut tidak di era Wali Kota Agung Nugroho, namun pak wali mempunyai komitmen yang kuat untuk menyelesaikan tunda bayar di masa-masa sebelum beliau," terang Martin, Selasa (18/11).

Ia menegaskan bahwa kondisi keuangan saat ini tidak memungkinkan untuk menyelesaikan seluruh tunda bayar secara sekaligus. Pembayaran dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan urutan tahun pekerjaan.

"Karena ini di akhir Desember 2024, tentu dia akan diprioritaskan di pembayaran selanjutnya. Bukan gak dibayar, sudah diprioritaskan di pembayaran selanjutnya," tegasnya.

Di satu sisi, Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini juga tengah mendorong berbagai program pembangunan yang membutuhkan banyak anggaran. Mulai perbaikan jalan-jalan rusak, pembangunan dan pemeliharaan drainase, hingga program non-infrastruktur seperti pelayanan kesehatan gratis dan bantuan pendidikan.

Martin menilai mustahil semua anggaran difokuskan untuk membayar utang lama, karena pembangunan yang sedang digalakkan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar juga menuntut percepatan.

"Kalau semuanya untuk bayar utang, ini (program wali kota) tidak akan terwujud. Makanya dilakukan pembayaran secara bertahap," jelasnya.

Terkait pembongkaran yang dilakukan kontraktor, Martin mengaku sudah melakukan komunikasi langsung. Pihak kontraktor disebut telah mengakui kesalahan, menghentikan pembongkaran, dan bersedia memperbaiki kembali drainase yang dirusak.

"Pada intinya, kita sudah lakukan komunikasi. Beliau bersedia memperbaiki. Beliau juga menyampaikan permintaan maaf secara lisan," paparnya.

Sejak Selasa (18/11) pagi, para pekerja terlihat kembali di lokasi. Mereka mulai membangun ulang jembatan drainase yang sempat dibongkar.



Editor : Rinaldi
#dibongkar #tunda bayar #drainase jalan