Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ratusan Orang Ikut Salatkan Jenazah Chaidir

Redaksi • Kamis, 20 November 2025 | 12:57 WIB
Almarhum DR Drh Chaidir MM saat prosesi pemakaman di hadiri kerabat dan tokoh masyarakat Riau, di Desa Pandau Jaya, Siak Hulu, Kampar, Rabu (19/11/2025) ft: MHD AKHWAN/RIAUPOS
Almarhum DR Drh Chaidir MM saat prosesi pemakaman di hadiri kerabat dan tokoh masyarakat Riau, di Desa Pandau Jaya, Siak Hulu, Kampar, Rabu (19/11/2025) ft: MHD AKHWAN/RIAUPOS

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Mantan Ketua DPRD Riau dua periode, Dr drh H Chaidir MM pergi untuk selama-lamanya. Ia dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Pandau Jaya, di Jalan Purwosari, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Rabu (19/11) siang. Jenazah almarhum lebih dulu disalatkan di Masjid Al-Ikhas, Kompleks DPRD Pandau Jaya, sekitar 200 meter dari rumah duka. Ratusan orang ikut melakukan salat jenazah.

Masjid yang berdiri di salah satu sudut Perumahan Pandau Permai siang itu, tiba-tiba penuh oleh jemaah. Tak hanya ruang dalam masjid yang belum berdinding itu yang penuh, tapi juga hingga ke luar halaman masjid. Puluhan tokoh politik hingga birokrat senior ikut menyaksikan pelepasan almarhum drh Chaidir. Termasuk tampak hadir, barisan para Gubernur Riau pada masanya.

Pantauan Riau Pos, terlihat jajaran mantan Ratusan Orang Ikut Salatkan Jenazah Chaidir Gubernur Riau yang ikut salat jenazah adalah Rusli Zainal, Saleh Djasit hingga Syamsuar. Sejumlah politisi seperti Ayat Cahyadi hingga Eddy M Yatim juga tampak. Selain itu sejumlah tokoh masyarakat, seniman, wartawan hingga birokrat senior turut mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir. Mereka yang terlihat di kerumunan manusia siang terik itu, Zaini Ismail hingga Fakhrunnas MA Jabbar.

Usai disalatkan, jemaah menyatakan dan menyaksikan bahwa mereka ikhlas dengan kepergian almarhum. Jenazah langsung dinaikkan ke mobil ambulans. Dikawal kendaraan Satlantas, jenazah dibawa ke peristirahatan terakhir sekitar pukul 12.45 WIB.

Usai melepas jenazah Syamsuar berujar, kepergian almarhum merupakan sebuah kehilangan besar. Bagi dirinya pribadi, Syamsuar merasa kehilangan seorang sahabat. ‘’Beliau ini orang yang dituakan, tokoh masyarakat, dan bagi saya seorang sahabat yang selalu memberikan masukan yang sangat berarti untuk kemajuan daerah,’’ sebut Syamsuar.

Bagi Syamsuar, Chaidir bukan sekadar orang yang pintar, tapi juga seorang ahli komunikasi. Namun, dengan berbagai kelebihan dan kuasa yang pernah digenggamnya, kata Syamsuar, almarhum tetap tampil sebagai orang yang bersahaja. Syamsur merasa baru beberapa hari mendapat kabar sahabatnya itu jatuh sakit.

Ia mengaku terkejut, karena Chaidir biasa selalu terlihat sehat dan ceria, murah senyum. ‘’Mari kita sama-sama mendoakan, amal ibadah beliau diterima di sisi Allah. Semoga apa yang ia perbuat untuk kemajuan daerah kita ini menjadi amal jariyah bagi beliau,’’ ungkap Syamsuar.

Sementara di mata Saleh Djasit, Chaidir adalah sosok yang luar biasa. Saat itu Pak Chaidir menjabat sebagai Ketua DPRD Riau. Hari ini (Rabu), katanya, yang kehilangan Pak Chaidir bukan hanya keluarga dan teman-temannya. Seluruh masyarakat Riau merasa kehilangan. ‘’Mengapa? Karena beliau selalu peduli,” ujar Saleh.

Sepanjang hidupnya, menurut Saleh, Chaidir mengabdi di birokrasi, mengabdi sebagai politisi, menjadi anggota (ketua DPRD). Bahkan ketika tidak menjadi anggota dewan, dia pilih mengajar dan membina organisasi. “Selalu mengangkat hal-hal yang menjadi persoalan masyarakat Riau. Jadi kepergian dia itu, kita kehilangan,” ungkap Saleh.

Sulit katanya mencari orang seperti Chaidir. Sosok yang bisa menjembatani begitu banyak persoalan. Menurut Saleh, pria asal Rokan Hulu itu piawai berkomunikasi. Termasuk dalam memperjuangkan bagi hasil daerah bersama-sama dengan empat daerah penghasil sumber daya alam yakni Aceh, Riau, Kaltim dan Papua.

Bagaimana dulu daerah menuntut dana bagi hasil yang lebih besar dan adil dari pemerintah pusat. Andil empat daerah ini memperjuangkan bagi hasil sangat besar. “Kita berhasil mendapatkan otonomi luas, kita berhasil mendapatkan bagi hasil daerah (DBH) dan bagi Riau, kita berhasil mengelola Blok CPP. Jadi beliau itu menampung aspirasi kaum reformis,”  jelasnya.

Tidak lupa, seperti tokoh-tokoh dan sahabat almarhum lainnya, Saleh secara pribadi turut mendoakan Chaidir medapat terbaik di sisi Allah setelah meninggalkan dunia ini. ‘’Kita kehilangan. Oleh karena itu kita doakan semoga beliau diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Apa yang diperjuangkan Pak Chaidir selama ini menjadi contoh bagi anak muda bahwa beliau peduli terhadap rakyatnya,’’ sebut Saleh.(end/aka)

Editor : Arif Oktafian
#dprd riau #tpu #Pandau Jaya #jenazah