Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terpilih dalam Proyek Strategis Nasional, Pekanbaru Siap Bangun Pabrik Pakan Ternak di KIT

M Ali Nurman • Selasa, 25 November 2025 | 11:19 WIB

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat memimpin rapat percepatan pembangunan Kota Pekanbaru, baru-baru ini.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat memimpin rapat percepatan pembangunan Kota Pekanbaru, baru-baru ini.


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan Kota Pekanbaru sebagai salah satu lokasi pembangunan pabrik pakan ternak dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah menyediakan lahan khusus di Kawasan Industri Tenayan (KIT).

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho mengungkapkan rasa syukurnya atas penetapan Pekanbaru sebagai daerah pengembangan pabrik pakan ternak tersebut. “Alhamdulillah, Pekanbaru masuk dalam proyek pakan ternak dari Kementerian Pertanian. Lokasinya di KIT, insyaallah,” ujar Wako Agung, Senin (24/11).

Pemko Pekanbaru menyiapkan lahan seluas 45 hektare di kawasan KIT, tepatnya di sekitar PLTU Tenayan Raya untuk mendukung realisasi proyek tersebut. Pembangunan kawasan peternakan terintegrasi ini dijadwalkan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Di lokasi itu nantinya tidak hanya berdiri pabrik pakan ternak, tetapi juga fasilitas pengolahan produk turunannya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Kota Pekanbaru, Maisisco menjelaskan, proyek tersebut akan dilengkapi unit produksi berbagai produk olahan. “Akan ada hasil olahan pakan. Tersedia daging ayam, telur ayam, dan juga industri turunan dari daging ayam yang akan dibuka pabriknya di sana. Ini merupakan proyek strategis nasional, dengan pendanaan berasal dari kementerian,” jelasnya.

Maisisco menambahkan, seluruh biaya pembangunan ditanggung pemerintah pusat. Untuk Kota Pekanbaru, nilai proyek ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Ia juga menegaskan, keberadaan pabrik pakan ternak dan fasilitas pengolahannya kelak dapat berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pekanbaru. “Sehingga nantinya kebutuhan MBG bisa dipenuhi dari sana, baik daging ayam, telur ayam, maupun variasi menu lainnya,” urainya.

Bukan kali ini saja Pekanbaru menjadi prioritas untuk pembangunan oleh pemerintah pusat. Sebelumnya Pekanbaru juga resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 50 kota prioritas pengembangan nasional oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk periode 2025-2029.

Penetapan ini menjadi bagian dari visi strategis pemerintah pusat untuk menyeimbangkan pertumbuhan antara Pulau Jawa dan luar Jawa, sekaligus memperkuat ketahanan nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur strategis.

Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, peningkatan konektivitas, dan daya saing antarwilayah. “Kami merancang 50 kota dan kawasan baru dengan visi menyeimbangkan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa,” ujar Dody di Jakarta, Rabu (15/10) lalu.

Menurutnya, proyek pembangunan kota prioritas ini menjadi bagian dari visi strategis Kementerian PU bernama PU608, yang akan menjadi arah pembangunan nasional menuju 2029. “Melalui Instruksi Presiden, kami bergerak cepat. Setiap proyek adalah garis depan ketahanan nasional. Setiap instruksi ditujukan untuk memuliakan rakyat,” tegasnya.

Dari total 50 kota tersebut, terdapat 10 metropolitan area, 4 kota metropolitan yang diusulkan, 4 kota kecil spesial, serta 36 kota non-metropolitan yang difokuskan pada empat bidang utama: industri, pariwisata, perdagangan, dan pendidikan.

Pekanbaru masuk dalam kategori kota metropolitan yang diusulkan bersama Yogyakarta, Surakarta, dan Malang. Status ini menegaskan posisi strategis Pekanbaru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa, terutama di wilayah Sumatera Bagian Tengah.

Wali Kota Agung menyambut penetapan tersebut dengan penuh optimisme. Menurutnya, masuknya Pekanbaru dalam daftar kota prioritas pembangunan nasional merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar untuk mempercepat transformasi kota menuju kota metropolitan modern yang berdaya saing tinggi.

“Masuknya Pekanbaru sebagai kota prioritas nasional adalah momentum penting untuk memperkuat fondasi pembangunan kota yang lebih modern, berdaya saing, dan layak huni,” ujar Agung, Kamis (16/10).

Wako Agung menjelaskan, Pemko Pekanbaru akan bersinergi penuh dengan pemerintah pusat agar program pembangunan strategis berjalan efektif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami siap berkolaborasi. Ini momentum penting untuk mendorong Pekanbaru tumbuh sebagai kota modern, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan Pekanbaru termasuk dalam usulan pembangunan kota metropolitan nasional bersama Yogyakarta, Surakarta, dan Malang. “Alhamdulillah, Kota Pekanbaru masuk ke dalam usulan pembangunan nasional pada kategori kota metropolitan. In sya Allah nanti kita akan setara dengan Kota Medan dan Palembang,” ungkapnya penuh keyakinan.

Agung juga mengajak masyarakat untuk mendukung penuh rencana pembangunan nasional ini. Menurutnya, jika Pekanbaru berhasil bertransformasi menjadi kota metropolitan, dampaknya akan luas terhadap peningkatan ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan publik.

“Tentu sangat berpengaruh. Kota metropolitan itu banyak aspeknya. Infrastruktur terutama. Kemudian fasilitas kesehatan akan meningkat, fasilitas pendidikan bertambah besar, dan seluruh layanan publik akan naik kelas,” ujar Agung.

Sejak dilantik, Wako Agung Nugroho bersama Wakilnya Markarius Anwar dikenal cepat bergerak dan berorientasi pada hasil dalam memimpin Kota Bertuah. Berbagai inovasi strategis telah dijalankan untuk memperkuat fondasi pembangunan Pekanbaru agar sejalan dengan arah nasional.

Hingga Oktober 2025, Pemko Pekanbaru telah menuntaskan overlay mayoritas dari target 29 ruas hingga akhir tahun, sebagai bagian dari program perbaikan infrastruktur dan konektivitas antarkawasan.

Di bawah kepemimpinan Wako Agung pula, melalui penerapan sistem e-government dan aplikasi pelayanan berbasis daring, pemko mendorong kemudahan akses layanan administrasi, izin usaha, dan pelaporan masyarakat secara cepat dan transparan.

Mantan Wakil Ketua DPRD Riau ini juga melakukan penertiban jembatan penyeberangan orang (JPO) dan penataan kawasan jalan utama dilakukan untuk mempercantik wajah kota serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sejalan dengan konsep smart city.

Tak lupa pada peran ujung tombak yang menjaga kebersihan kota, Wako Agung menyalurkan bantuan pangan untuk 2.200 petugas kebersihan serta menyiapkan peningkatan kesejahteraan mereka melalui program insentif dan pelatihan.

Bekas gedung utama Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru di Jalan Sudirman yang sempat terbakar beberapa tahun lalu juga akan ditata pria bergelar Datuk Bandar Setia Amanah ini menjadi balai kota. Kawasan ini juga akan dikembangkan sebagai pusat pelayanan publik yang terintegrasi sekaligus menjadi ruang publik baru dengan konsep alun-alun kota.

Balai kota ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai command center yang mengintegrasikan layanan cepat tanggap. Di antaranya, Satpol PP, Dinas Perhubungan, layanan ambulans, hingga pemadam kebakaran. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mempercepat respon terhadap kebutuhan masyarakat.

Langkah-langkah konkret tersebut, menurut Agung, menjadi pondasi kuat bagi Pekanbaru menuju status kota metropolitan sejati yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga maju dalam tata kelola dan kualitas hidup masyarakatnya.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan semangat gotong royong masyarakat, Pekanbaru kini berada di jalur yang tepat menuju transformasi sebagai kota metropolitan modern, berdaya saing, dan sejahtera

“Kalau infrastruktur, pelayanan publik, dan tata kota kita terus bergerak ke arah modern, maka visi Pekanbaru sebagai kota metropolitan insya Allah bukan lagi sekadar wacana, tapi kenyataan,” ujarnya.(ali)

Editor : Arif Oktafian
#proyek strastegis nasional #kit #pabrik #wako #agung nugroho #pakan ternak #pekanbaru