PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menjadikan pembenahan drainase sebagai salah satu fokus utama pembangunan tahun 2026. Anggaran yang disiapkan untuk sektor ini terbilang besar, mencapai sekitar Rp100 miliar.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan bahwa perbaikan drainase merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik di Kota Pekanbaru.
"Drainase jadi fokus kita tahun ini. Cukup besar anggaran untuk drainase tahun ini, sekitar Rp100 miliaran lah," ujar Markarius Anwar, Kamis (29/1).
Ia menjelaskan, saat ini Pemko Pekanbaru tengah melakukan pendataan ulang terhadap wilayah-wilayah yang rawan banjir. Tim gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) diterjunkan untuk memetakan saluran drainase yang tidak berfungsi secara optimal.
"Kita sedang mendata juga titik-titik yang rawan genangan, nanti diarahkan perbaikannya ke sana," jelasnya.
Seluruh kegiatan pembenahan drainase tersebut, kata Markarius, akan berpedoman pada master plan pengendalian banjir yang telah disusun oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
Adapun tahapan pekerjaan akan dimulai dari pembenahan parit dan saluran drainase berukuran besar sebagai jalur utama aliran air. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke drainase skala kecil yang berada di lingkungan permukiman warga.
"Kami mulai dari saluran besar sebagai jalur utama aliran air, lalu dilanjutkan ke drainase yang lebih kecil. Agar sistemnya terhubung dan berfungsi optimal," tutupnya.
Editor : Rinaldi