PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penguatan sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang kesehatan dan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam perencanaan tahun 2027.
Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Menara Dang Merdu Bank Riaukepri Syariah, Pekanbaru, Rabu (18/2).
Kegiatan ini yang merupakan langkah awal dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah dan menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan menuju tahun 2027.
SF Hariyanto menjelaskan, pembangunan Riau harus berjalan terarah, terukur, dan konsisten sesuai dengan visi yang telah ditetapkan bersama. Ia menekankan pentingnya komitmen seluruh pihak agar pembangunan tidak berjalan tanpa arah yang jelas.
Prioritas yang paling utama adalah penguatan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan dan pembangunan infrastruktur demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Sumber daya manusia utama, kesehatan dan lainnya yang wajib. Selain itu infrastruktur juga, kita sapu lubang, semua lubang di jalanan kita bersihkan. Kita jadikan ini ruang menyempurnakan arah. Bukan hanya dokumen saja tapi perubahan nyata yang akan dirasakan masyarakat Riau,” ujarnya.
Menurutnya, penyusunan APBD harus menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah yang terbatas. Sementara itu, kebutuhan masyarakat sangat besar dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Ia menyebutkan infrastruktur sebagai salah satu penopang utama produktivitas daerah.
Karena itu, RKPD harus mendukung program prioritas nasional dan memastikan sinkronisasi antara program nasional dan daerah untuk berikan dampak nyata. “Forum ini adalah ruang untuk memastikan program tahun 2027, kita pastikan program tidak kemana-mana dan anggaran kita tidak terpecah begitu saja tanpa dampak,” tegasnya.
SF Hariyanto juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, dunia usaha, pemerintah kabupaten/kota, hingga masyarakat untuk menyatukan langkah. Ia menegaskan, forum ini bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi, tetapi menjadi ruang untuk mempertajam dan menyempurnakan arah pembangunan.
Dalam forum tersebut, pemerintah turut memaparkan program prioritas serta kondisi keuangan daerah secara terbuka. Masukan dari bupati, wali kota, DPRD, dan masyarakat akan menjadi bahan penting dalam penyusunan Musrenbang 2027.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Riau yang mencapai 4,79 persen pada 2025 menjadi modal optimisme dalam penyusunan RKPD 2027. Pertumbuhan ini menunjukkan ketahanan ekonomi daerah yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional.
Syahrial Abdi menegaskan pentingnya perencanaan partisipatif berbasis data untuk memperkuat daya saing dan mendorong ekonomi inklusif. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan dan menjadi wadah strategis untuk menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah.
Syahrial Abdi juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus dilakukan secara partisipatif dan berbasis data yang akurat. Forum Konsultasi Publik ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah dengan kebutuhan masyarakat.
RKPD Riau tahun 2027 mengusung tema “Pemantapan Pembangunan untuk Penguatan Daya Saing dan Ekonomi Inklusif”. Dalam paparan, Syahrial menjelaskan, perekonomian Riau tahun 2025 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp1.201,38 triliun.
Sementara itu, atas dasar harga konstan 2010, nilainya mencapai Rp598,61 triliun. “Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,41 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri tumbuh sebesar 11,86 persen, ini menunjukkan daya saing daerah kita semakin menguat,” jelasnya.
Secara spasial, pada tahun 2025 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 5,08 persen terhadap perekonomian nasional. Riau juga tercatat sebagai provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia serta terbesar kedua di luar Pulau Jawa.
Untuk memperkuat hal tersebut, Sekda katakan RKPD untuk Provinsi Riau tahun 2027 akan berfokus kepada beberapa hal. Terutama sumber daya manusia dan infrastruktur yang menjadi pilar penting pembangunan.
“Kita akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Selain itu, pembangunan infrastruktur, peningkatan tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi inklusif, serta menjaga lingkungan hidup berkelanjutan,” ucapnya.(adv/sol)
Editor : Arif Oktafian