BINAWIDYA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan Safari Ramadan ke Masjid Al-Hijrah, Markaz Sunnah Nusantara Al Hijrah, Jalan Kayu Putih, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Binawidya, Sabtu (28/2) malam. Mendatangi masjid ini, Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mengaku takjub dengan keindahan masjid yang disebutnya seperti berasa di Madinah.
Wako datang bersama Wakil Wali Kota (Wawako) H Markarius Anwar ST M Arch dan juga Ketua DPRD Pekanbaru Isa Lahamid.
Selain itu, turut hadir Ketua TP PKK Pekanbaru Hj Sulastri Agung SSos MH, Ketua I TP PKK Hj Sari Rahmawati SpOG, Ketua DWP Elvia Suhana Ingot, serta Pj Sekdako Pekanbaru Drs Ingot Ahmad Hutasuhut. Juga para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, kepala bagian, dan camat di lingkungan Pemko Pekanbaru Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Wako menyampaikan terima kasih kepada pengurus dan jemaah Masjid Al-Hijrah yang telah menerima rombongan Safari Ramadan Pemko Pekanbaru. Ia mengaku takjub dengan pesatnya pembangunan masjid tersebut di mana saat terakhir ia berkunjung, pembangunan masjid masih tahap awal dan pelaksanaan salat masih dilakukan di lantai bawah.
”Tadi kami pikir kegiatan safari masih di bawah. Tapi hari ini, masya Allah, kami merasa berada di Madinah karena pintunya sama dengan pintu masjid di Madinah,” ucap Wako senang.
Atas nama pemerintah kota, ia mengapresiasi berdirinya Masjid Al-Hijrah yang menjadi salah satu masjid terbesar di Kota Bertuah dengan luas lahan mencapai 4,5 hektare. ”Kami mengapresiasi yang mana masjid sebesar ini berada di kota Pekanbaru. Untuk membangun masjid ini, pondasinya saja senilai Rp24 miliar,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wako Agung juga memaparkan capaian program Pemko Pekanbaru sejak awal kepemimpinannya bersama Wawako Markarius Anwar.
”Di awal menjabat, kami dititipi utang tunda bayar kegiatan sebesar Rp470 miliar. Utang ini tidak pernah diselesaikan bahkan lebih dari satu dekade. Alhamdulillah, tahun 2025, utang Rp470 miliar ini bisa diselesaikan,” ungkapnya.
Selain menyelesaikan utang, Pemko juga tetap menjalankan pembangunan. Sepanjang 2025, perbaikan jalan rusak melalui sistem pengaspalan ulang mencapai 42 kilometer.
”Kami juga menjalankan program zero anak putus sekolah. Tahun 2025, terdapat sebanyak 1.778 anak putus sekolah yang kami kembalikan ke sekolah,” paparnya.
Di sektor kesehatan, lebih dari 3.000 anak stunting telah ditangani. Pemko juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk menanggung biaya kesehatan masyarakat kurang mampu melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
”Di awal 2025, Kota Pekanbaru ditetapkan berstatus darurat sampah. Alhamdulillah, bisa kami selesaikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga, Pemko Pekanbaru menggelontorkan bantuan senilai ratusan juta rupiah dalam Safari Ramadan di Masjid Al-Hijrah. Bantuan tersebut meliputi dana pembangunan masjid Rp100 juta, fasilitas televise pintar 43 inci dan wifi gratis, bantuan pendidikan, Baznas, kursi roda, hingga CSR Rp10 juta dari Pemko dan Bank Riau Kepri Syariah.(ilo)
Editor : Rindra Yasin