PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Lantunan talbiyah menggema, menggetarkan suasana Masjid Al Firdaus, Sabtu (4/4/2026). "Labbaikallaahumma labbaik…" berkumandang serempak dari ribuan calon jemaah haji Kota Pekanbaru.
Suara itu bukan sekadar zikir, tetapi juga doa, harapan, dan kerinduan menuju Tanah Suci. Sejak pukul 08.00 WIB, para jemaah telah memulai perjalanan simbolik mereka. Dengan pakaian ihram, mereka "tiba" di Arafah, bukan di padang luas di Arab Saudi, melainkan di halaman yang disulap menyerupai lokasi wukuf.
Di sana, mereka duduk tertib di tenda-tenda sesuai kelompok terbang (kloter), mendengarkan bimbingan ibadah, melantunkan doa, dan membayangkan momen sakral yang kelak benar-benar akan dijalani.
Baca Juga: Dua Jemaah Calon Haji asal Meranti Mundur, Kuota Tinggal 110 Orang
Waktu seakan berjalan cepat. khutbah wukuf disampaikan, mengingatkan makna puncak ibadah haji, kepasrahan total kepada Allah. Tak lama, perjalanan berlanjut. Dari Arafah, jemaah bergerak menuju "Muzdalifah" untuk mengambil batu, simbol persiapan melawan godaan. Lalu, langkah mereka diteruskan ke "Mina". Di tempat ini, satu per satu jemaah mempraktikkan lempar jumrah, sebuah ritual yang sarat makna tentang perjuangan melawan hawa nafsu.
Wajah-wajah lelah mulai terlihat, namun semangat tak surut. Setelah itu, mereka melanjutkan rangkaian menuju simulasi tawaf dan sai, seakan benar-benar mengelilingi Kabah di Masjidil Haram.
Di tengah keramaian, Aris, salah satu calon jemaah, tampak khusyuk mengikuti setiap tahapan. Ia mengaku simulasi ini memberinya keyakinan lebih. "Semoga nanti saat di Tanah Suci, kami bisa lebih mantap dan menjadi haji yang mabrur," ujarnya pelan.
Baca Juga: Debit Air Naik, Waspada Banjir Pemerintah Rohul Normalisasi Sungai
Hal serupa dirasakan Julha. Baginya, manasik ini bukan sekadar latihan, tetapi pengalaman yang membuka pemahaman. "Kita jadi tahu alur ibadah haji secara utuh. Jadi tidak bingung lagi nanti," katanya.
Di balik seluruh rangkaian itu, ada pesan penting yang terus diingatkan kepada jemaah. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekanbaru, Hj Haryati SE Ak MESy, menegaskan bahwa haji bukan hanya soal ritual.
"Kesuksesan haji bukan hanya ibadahnya saja. Kesiapan fisik dan kesehatan itu sangat penting. Ibadah ini membutuhkan kekuatan lahir dan batin," ujarnya.
Baca Juga: 31 Orang Lulus Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Provinsi Riau, Berikut Nama-namanya
Menjelang siang, rangkaian simulasi pun usai. Para jemaah kembali ke Masjid Al Firdaus Komplek Perkantoran Wali Kota Pekanbaru Tenayan Raya untuk beristirahat, salat, dan makan siang. Namun lebih dari itu, mereka membawa pulang satu hal yang tak kasat mata, keyakinan bahwa perjalanan suci itu kini terasa semakin dekat.
Editor : Rinaldi