Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dua TPA Dioptimalkan, Pekanbaru Ubah Sampah Jadi Energi

Joko Susilo • Jumat, 10 April 2026 | 13:47 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. (DOK RIAUPOS.CO)
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. (DOK RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bakal mengoptimalkan dua Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kawasan aglomerasi Pekanbaru Raya. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama sejumlah kepala daerah di Riau.

Penandatanganan tersebut dilakukan di Jakarta, disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, serta Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Kerja sama ini juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Siak dan Kampar sebagai bagian dari pengelolaan sampah regional.

Dalam implementasinya, TPA Muara Fajar akan direvitalisasi dari sistem open dumping menjadi controlled landfill. "Pertama di TPA Muara Fajar. TPA itu sampah tidak kita biarkan begitu saja. Dari sistem open dumping, nanti akan menjadi control lanfil. Itu ditutup membran, dan membrannya akan menghasilkan gas metan," kata Wako Agung, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Dorong LPS Angkut Sampah Setiap Hari, Cegah Penumpukan

Gas metan itu nantinya akan dijual untuk menjadi pasokan energi listrik. Penjualan gas metan tersebut juga berpotensi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pekanbaru.

Sementara itu, satu TPA baru akan dibangun di wilayah perbatasan Kabupaten Kampar, tepatnya di lahan milik Pemerintah Provinsi Riau. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat PSEL atau waste to energy (WtE) Pekanbaru Raya, yang akan mengolah sampah dari berbagai daerah di kawasan aglomerasi.

"Karena penyumbang sampah terbesar itu adalah Pekanbaru, maka namanya Pekanbaru Raya. Di situ akan berdampak baik, karena sampah akan dibakar semuanya," jelas Wako.

Baca Juga: Penerapan WFH di Kuansing Ditunda, Masih Dilakukan Kajian terhadap Dampak Perlakuan

Namun, di balik teknologi yang diusung, kunci utama keberhasilan program ini tetap terletak pada kesadaran masyarakat.

Pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi langkah penting agar sampah memiliki nilai tambah. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Pekanbaru dalam mengelola sampah secara modern dan berkelanjutan, dari sekadar penumpukan menjadi sumber energi dan nilai ekonomi.

Editor : Rinaldi
#sampah jadi energi #pemko pekanbaru #pengelolaan sampah