PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Saat hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru tak lagi sekadar membawa genangan, tetapi juga kecemasan bagi warga Sidomulyo, Kecamatan Marpoyan Damai. Setiap kali air turun dari langit, warga harus bersiap menghadapi luapan yang datang dari jalan yang tak memiliki saluran pembuangan memadai.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pun tak tinggal diam. Bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, mereka kembali mendorong pembangunan drainase di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, ruas jalan nasional yang hingga kini belum dilengkapi parit di sisi kiri dan kanan.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan bahwa persoalan ini bukan berada dalam kewenangan Pemko. Meski demikian, upaya koordinasi terus dilakukan agar pemerintah pusat segera turun tangan.
Baca Juga: Stok MinyakKita di Kuansing Aman, Bulog Bakal Blacklist Mitra yang Jual di Atas HET
“Karena itu jalan nasional, kewenangan bukan di Pemko. Kami sudah beberapa kali menyampaikan melalui provinsi dan ke Balai Jalan untuk segera dianggarkan dan dibangun parit di kiri kanan jalan,” ujar Markarius Anwar, Kamis (16/4/2026).
Ketiadaan drainase membuat air hujan tak memiliki jalur pembuangan yang jelas. Akibatnya, air melimpah ke anak sungai yang melintasi kawasan permukiman Sidomulyo. Dalam kondisi tertentu, aliran yang semestinya terkendali justru berubah menjadi ancaman.
Banjir di wilayah ini bukan cerita baru. Namun, dampaknya kini semakin nyata dan menyakitkan. Belum lama ini, seorang warga meninggal dunia setelah terseret arus parit yang meluap usai hujan deras.
Baca Juga: Massa Desak Kades Belantaraya Mundur
Peristiwa itu menjadi pengingat keras bahwa persoalan drainase bukan sekadar infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan warga. Pemerintah pun berharap ada langkah konkret yang segera diambil.
“Parit jalan tidak ada, sehingga airnya semua melimpah ke anak sungai yang melewati Sidomulyo itu. Solusinya harus dibuat drainase lagi, kiri kanan jalan harus ada,” jelas Markarius Anwar.
Ia menilai, jika drainase dibangun dari Pasar Pagi Arengka hingga kawasan Perumahan Sidomulyo, maka debit air yang masuk ke permukiman bisa berkurang signifikan. Harapan itu kini bergantung pada sinergi lintas pemerintahan.
“Ini perlu kolaborasi. Juga ke Kementerian PU untuk pembangunan drainase jalan ini,” pungkasnya.(ilo)
Baca Juga: PHR Capai 11 Juta Jam Kerja Selamat di Zona Rokan
Editor : Edwar Yaman