PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Langit Pekanbaru menjadi saksi perpisahan yang tak biasa, Kamis (23/4). Ratusan pasang mata berkaca-kaca. Di Lapangan Bandar Seni Raja Ali Haji (Serai) atau purna-MTQ Nasional Jalan Sudirman. Tampak tangan-tangan saling menggenggam erat, seolah enggan melepas. Isak tangis pecah di antara doa-doa yang lirih terucap.
Kemarin, langkah suci dimulai. Kloter pertama jemaah calon haji (JCH) Riau asal Kota Pekanbaru resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci. Bagi para jemaah, perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat, tapi panggilan jiwa yang telah lama dinanti, bahkan oleh sebagian orang, seumur hidup.
Sementara bagi keluarga yang ditinggalkan, ini adalah momentum melepas dengan penuh harap, sekaligus cemas. Kloter BTH 3 diberangkatkan dalam tiga penerbangan menuju Embarkasi Batam.
Penerbangan pertama lepas landas pukul 09.25 WIB membawa 212 jemaah. Disusul penerbangan kedua pukul 13.35 WIB dengan jumlah yang sama, dan penerbangan ketiga pukul 14.15 WIB mengangkut 14 jemaah.
“Seluruh jemaah berkumpul terlebih dahulu di Lapangan purna-MTQ, kemudian diberangkatkan ke Bandara Sultan Syarif Kasim II menggunakan bus sebelum terbang ke Batam,” jelas Kepala kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Pekanbaru, Haryati, kemarin.
Namun, cerita haru tidak berhenti di Pekanbaru. Di Asrama Haji Batam, suasana hangat bercampur lelah menyambut kedatangan para tamu Allah itu. Tepat pukul 11.21 WIB, ratusan JCH Riau untuk penerbangan yang pertama tiba dan memenuhi Aula Arafah 1. Langkah mereka tertata, wajah-wajah tampak letih namun penuh cahaya harapan.
Sebagian jemaah duduk beristirahat, menenangkan napas setelah perjalanan. Lainnya larut dalam doa. Ada pula yang saling berbagi cerita tentang persiapan, tentang keluarga yang ditinggalkan, hingga tentang harapan saat menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Di tengah suasana itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Riau Defizon hadir menyapa. Ia berjalan di antara jemaah, menyalami beberapa jemaah, memastikan kondisi mereka tetap prima. “Jaga kesehatan, siapkan fisik dan mental. Perjalanan ini panjang, tapi in sya Allah penuh keberkahan,” pesannya.
Baca Juga: Kloter Perdana Riau Mulai Masuk Asrama Haji Batam, Siap Terbang ke Tanah Suci
Bagi Ari, salah seroang jemaah, perjalanan ini adalah puncak penantian panjang. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan harapannya, “Semoga lancar sampai di Tanah Suci dan bisa mengikuti semua rangkaian ibadah haji,” ungkapnya.
Keberangkatan ini menjadi awal dari rangkaian panjang ibadah. Sesuai jadwal, para jemaah akan diterbangkan ke Madinah pada Jumat (24/4) hari ini, memulai gelombang pertama pemberangkatan haji Riau yang berlangsung hingga 4 Mei 2026.
Secara keseluruhan, sebanyak 4.704 orang asal Riau akan menunaikan ibadah haji tahun ini, terdiri dari 4.661 jemaah, 10 petugas haji, dan 11 tenaga kesehatan. Kota Pekanbaru menjadi penyumbang jemaah terbanyak, menegaskan tingginya antusiasme masyarakat untuk memenuhi rukun Islam kelima.
Sementara itu, jadwal keberangkatan JCH Kloter 2 Riau (BTH 4) telah ditetapkan. Dijadwalkan berangkat pada Sabtu, 25 April 2026 dengan total 438 orang yang terbagi dalam tiga penerbangan.
Untuk penerbangan pertama, sebanyak 214 jemaah akan berkumpul di purna-MTQ pukul 05.45 WIB, kemudian menuju bandara pukul 07.00 WIB, dan lepas landas pada pukul 09.15 WIB.
Penerbangan kedua juga membawa 214 jemaah, dengan waktu kumpul di purna-MTQ pukul 09.20 WIB, menuju bandara pukul 10.35 WIB, dan dijadwalkan take off pada pukul 12.50 WIB.
Sementara itu, penerbangan ketiga akan membawa 10 jemaah, dengan jadwal kumpul pukul 11.15 WIB, menuju bandara pukul 11.55 WIB, dan lepas landas pada pukul 14.15 WIB.
Petugas juga mengingatkan bahwa tas bagasi dan kursi roda jemaah telah diantar langsung ke kargo bandara pada 24 April 2026 sebelum pukul 11.30 WIB. Jamaah diimbau untuk menaiki bus sesuai nomor yang telah ditentukan dalam daftar keberangkatan domestik, demi kelancaran proses keberangkatan menuju Tanah Suci.
Baca Juga: Asrama Haji Batam Siap Sambut Jemaah Riau, Kakanwil Imbau Jaga Kesehatan dan Maksimalkan Ibadah
Koper Bermasalah
Sejumlah koper jemaah sempat ditemukan bermasalah saat proses pemeriksaan oleh petugas di kargo Bandara SSK II Pekanbaru. Permasalahan yang muncul seperti adanya barang yang tidak sesuai dengan ketentuan penerbangan.
Petugas melakukan pengecekan secara teliti guna memastikan seluruh barang bawaan jemaah memenuhi aturan yang berlaku. Langkah ini dilakukan demi menjaga keamanan serta kelancaran proses keberangkatan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, masih ditemukan jemaah yang membawa barang terlarang di dalam koper bagasi, salah satunya power bank. “Ada jemaah yang masih membawa power bank di tas bagasi, sudah kita keluarkan,” ujar Haryati.
Jemaah juga diimbau untuk memperhatikan lima hal penting agar perjalanan berjalan aman dan lancar. Jemaah diminta datang tepat waktu sesuai jadwal di titik kumpul.
Selain itu, isi tas kabin diharapkan cukup untuk kebutuhan selama perjalanan hingga tiba di Arab Saudi, termasuk perlengkapan ihram bagi jemaah gelombang kedua.
Jemaah juga diingatkan agar tidak membawa barang yang melanggar aturan penerbangan, serta memastikan seluruh tas dalam kondisi aman dan telah dipasangi kartu identitas (ID card).
Penyerahan Koper JCH Kuansing Dipercepat
Menjelang keberangkatan, Kantor Kemenhaj Kuantan Singingi (Kuansing) memberitahukan pada seluruh JCH untuk mengantarkan koper bagasi. “Iya., untuk penyerahan koper jemaah kita percepat. Semula paling lambat 25 April menjadi 24 April 2026,” ungkap Kakan Kemenhaj Kuansing Armadis, Kamis (23/4).
Percepatan itu dilakukan mengingat koper JCH dikirim lebih cepat oleh panitia ke Pekanbaru, yakni pada 27 April 2026. “Dan besok (hari ini, red), kami menunggu hingga pukul 16.30 WIB untuk penyerahan di Kantor Kemenhaj Kuansing,” sebut Armadis.
Baca Juga: Berikut Rangkaian dan Jadwal Jemaah Calon Haji asal Meranti Bertolak ke Tanah Suci
Untuk keberangkatan, Armadis menjelaskan masih tetap sesuai dengan jadwal. Yakni bertolak dari Telukkuantan ke Pekanbaru pada 28 April 2026, tanggal 29 April 226 dari Pekanbaru ke Embakasi Haji Batam dan 30 April 2026 dari embarkasi Batam menuju Madinah.
Tahun ini, dalam keberangkatan JCH Kuansing akan menggunakan batik daerah khas Kuansing mulai dari Pekanbaru menuju Embarkasi Batam. Lalu dari Embarkasi Batam menuju Tanah Suci menggunakan batik nasional.
Di Madinah, JCH Kuansing juga akan menggunakan atribut batik daerah Kuansing. “Ini untuk memudahkan identitas diri asal jemaah di tengah jutaan orang yang berkumpul,” ujarnya.
Selain baju batik, JCH Kuansing juga akan dilengkapi kacu yang di pasang di leher ciri khas daerah, identitas dan pengenal lainnya untuk memudahkan mengenali jemaah. Sejauh ini, ke 187 orang JCH Kuansing dalam kondisi sehat dan tidak ada pembatalan keberangkatan.
Logistik JCH Inhil Tuntas
Pengumpulan koper JCH Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2026 telah rampung. Seluruh logistik jemaah kini dipastikan siap, menyusul selesainya proses penyerahan dan pemeriksaan koper yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.
Kantor Kementerian Agama (Kememag) Inhil memusatkan pengumpulan koper di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Diponegoro, Tembilahan. Ratusan jemaah secara bergiliran menyerahkan koper untuk diperiksa guna memastikan seluruh barang bawaan telah sesuai dengan ketentuan maskapai penerbangan serta regulasi.
Baca Juga: Meningkat, DBD di Inhu Capai 51 Kasus
Kepala Kemenag Inhil Guspiandi, mengatakan total koper yang telah dikumpulkan mencapai ratusan unit dan seluruhnya telah melalui proses verifikasi. “Alhamdulillah, pengumpulan koper sudah selesai. Semua sudah kita cek sesuai ketentuan, baik dari sisi berat maupun isi barang bawaan,” ujarnya, Kamis (23/4).
Menurutnya, dengan rampungnya tahapan logistik ini, persiapan keberangkatan JCH Inhil kini memasuki tahap akhir. Ia memastikan seluruh koper jemaah akan diberangkatkan sesuai jadwal bersama kloter masing-masing tanpa kendala berarti.
Meski logistik telah siap, Guspiandi mengingatkan JCH untuk tidak lengah, terutama dalam menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. “Yang tidak kalah penting sekarang adalah kesehatan jemaah. Jaga pola makan, istirahat yang cukup, dan kurangi aktivitas yang berisiko,” pesannya.
Selain itu, jemaah juga diminta tetap memperhatikan barang bawaan pribadi yang akan dibawa ke kabin agar tetap sesuai aturan dan tidak menimbulkan kendala saat proses keberangkatan di bandara.(ilo/dac/*2)
Laporan TIM RIAU POS, Batam
Editor : Arif Oktafian