Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Menteri LH Apresiasi Waste Station Pekanbaru, Dorong Perluasan hingga ke Pelosok

M Ali Nurman • Sabtu, 25 April 2026 | 19:24 WIB
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq didampingi Wawako Markarius Anwar melihat proses Waste Station di RTH Tunjuk Ajar Integritas depan kediaman Wako Pekanbaru Jalan Ahmad Yani, Sabtu (25/4/2026). (M ALI NURMAN)
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq didampingi Wawako Markarius Anwar melihat proses Waste Station di RTH Tunjuk Ajar Integritas depan kediaman Wako Pekanbaru Jalan Ahmad Yani, Sabtu (25/4/2026). (M ALI NURMAN)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr Hanif Faisol Nurofiq SHut MP, mengapresiasi langkah Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM dalam mengembangkan program pemilahan sampah melalui fasilitas waste station. 

Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi waste station Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru  di RTH Tunjuk Ajar Integritas bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar ST MArch di depan kediaman dinas Wako di Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026).

Waste Station di Pekanbaru adalah fasilitas stasiun pengumpulan dan pemilahan sampah modern yang memungkinkan warga untuk menukarkan sampah anorganik menjadi uang. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Pekanbaru dengan platform pengelolaan sampah digital, Rekosistem. 

Baca Juga: Warga Dapat Reward Usai Laporkan Tumpukan Sampah

Dalam kunjungannya itu, Hanif Faisol melihat langsung aktivitas pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat. Termasuk bagaimana masyarakat menyerahkan beragam jenis sampah ke Waste Station. Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya nyata dan substansial dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah.

"Saya Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang sedang berkunjung ke Pekanbaru dan diajak Bapak Wakil Wali Kota untuk melihat aktivitas langsung pemilahan sampah yang dilakukan di Kota Pekanbaru," ujarnya.

Ia menegaskan, program pilah sampah merupakan agenda nasional yang wajib dijalankan oleh seluruh elemen masyarakat. Tidak ada lagi pihak yang bisa mengabaikan kewajiban tersebut.

Baca Juga: Kemarau Panjang, APHI Riau Perkuat Langkah Antisipasi Karhutla

"Kita mengapresiasi penuh upaya ini. Jadi merupakan salah satu upaya yang riil dan substansial dalam rangka melakukan pilah sampah. Pilah sampah ini sudah menjadi program nasional, tidak ada satu pun orang yang bebas untuk tidak pilah sampah," tegasnya.

Menurutnya, Pekanbaru telah mengambil langkah awal yang baik melalui pengembangan waste station. Program ini diharapkan terus diperluas hingga ke seluruh wilayah kota guna mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Tentu Pekanbaru telah mengawali ini. Kegiatan semacam ini yang disebut Pak Wakil Wali Kota sebagai waste station akan terus dikembangkan di seluruh wilayah pelosok yang tentu kita proyeksikan akan semakin mengurangi tekanan sampah di TPA," jelasnya.

Baca Juga: Hingga April 2026 Tercatat 52 Ribu Hektare Karhutla di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Barat dan Riau

Ia juga mengajak seluruh masyarakat ikut berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan sampah di Kota Bertuah. "Terus bantu Pemko menyelesaikan permasalahan sampah di Pekanbaru, karena sejatinya sampah menjadi tugas kita bersama. Selamat dan sukses, terus bekerja, terus pilah sampah. Mudah-mudahan Pekanbaru semakin bersih dan sehat," tegasnya. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Lingkungan Hidup tidak hanya melihat waste station, tetapi juga meninjau program methane capture di TPA.

"Alhamdulillah hari ini Pak Menteri Lingkungan Hidup berkunjung ke Pekanbaru. Pak menteri melihat pelaksanaan methane capture kita di TPA. Di samping itu beliau juga melihat keseriusan kita untuk melakukan pemilahan sampah, dan salah satu yang mendukung adalah waste station ini," ungkapnya.

Baca Juga: Polsek Kuantan Hilir Bersama TNI Tertibkan PETI di Kasang Limau Sundai, Lima Rakit Dimusnahkan

Ia menjelaskan, program utama Pemko Pekanbaru adalah mendorong partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Keberadaan waste station menjadi fasilitas pendukung yang akan terus diperluas ke seluruh kecamatan.

"Yang utama itu sebetulnya program kita untuk mulai mengajak masyarakat semuanya ikut memilah sampah. Dan ini faktor pendukungnya, jadi nanti seluruh kecamatan akan ada sehingga masyarakat ikut memilah sampah dan ada benefit yang mereka dapatkan langsung," jelasnya.

Menurut Markarius, Menteri Lingkungan Hidup memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut. Bahkan, program ini disebut sebagai yang pertama di wilayah Sumatra. "luar biasa, karena di Sumatra baru pertama. Tadi juga Pak Menteri menyampaikan itu. Mudah-mudahan ini bisa dilengkapi untuk seluruh kecamatan. Harapannya, seluruh pelosok ada waste station seperti ini atau digerakkan bank sampah dari masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Inilah Cara Ampuh untuk Mengatasi Sering Ngantuk di Pagi Hari, Salah Satunya Jaga Konsistensi Waktu Tidur dan Bangun

Terkait perkembangan waste station, ia mengungkapkan bahwa dalam hampir dua bulan beroperasi, fasilitas tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Setiap hari, puluhan warga datang untuk menyetorkan sampah yang telah dipilah. "Sehari itu sampai 40-50 orang yang datang untuk mengantarkan sampah, dan kebanyakan orang baru. Biasanya nanti akan berulang lagi, misalkan mereka mengantar sebulan sekali," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, sistem insentif berbasis e-money menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Warga bisa langsung merasakan manfaat ekonomi dari kebiasaan memilah sampah.

"Begitu dia lihat sudah 'kering' di rekening e-money-nya, orang pasti akan ikut. Lihat tetangganya, 'Eh saya dapat nih uang dari sampah,' orang akan ikut. Bahkan kemarin ada ibu-ibu yang sudah dapat sampai Rp2 juta karena mengumpulkan sampah," ungkapnya.

Baca Juga: Diskes Kuansing Targetkan Angka Stunting Bisa Turun 3 Persen di 2026

Ke depan, Pemko Pekanbaru menargetkan kota ini menjadi yang terdepan dalam pengelolaan sampah, baik dari sisi hulu maupun hilir. "Mudah-mudahan ke depan Pekanbaru terdepan dalam mengolah sampah, insya Allah baik di hulu maupun di hilir," tutupnya.

Di waste station, masyarakat dapat membawa sampah yang sudah dipilah (seperti plastik, kertas, logam) untuk ditimbang. Di sana hasil penukaran sampah akan dikonversi menjadi poin yang bisa dicairkan menjadi saldo e-wallet.  Tujuan utama adanya waste station adalah mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mendorong budaya memilah sampah dari rumah. 

Selain di RTH Tunjuk Ajar Integritas sebagai Lokasi utama di Jalan Ahmad Yani, waste station juga direncanakan akan ditempatkan di 10 titik di Kota Pekanbaru. Di antaranya di RTH Kaca Mayang di Jenderal Sudirman, Kawasan MPP (Mal Pelayanan Publik), Taman Wisata Alam Mayang dan Stadion Utama Riau. 

Editor : Rinaldi
#Waste Station #Menteri LH Hanif Faisol #pengelolaan sampah