PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kasus kebakaran terhadap hunian di Kota Pekanbaru mengalami peningkatan. Terdata sejak Januari 2026 hingga saat ini, ada 70 kasus kebakaran hunian yang terjadi.
”Kasus kebakaran di Pekanbaru yang sudah ditangani ada sekitar 70 kejadian yang terjadi pada hunian masyarakat,”ungkap Kepala Dinas Pemadam Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru Zarman Chandra, Ahad (26/4).
Dikatakan Zarman, kebakaran yang terjadi pada hunian di Pekanbaru kebanyakan dipicu oleh korsleting listrik dan kelalaian manusia seperti kompor, api rokok, serta penggunaan instalasi listrik yang buruk seperti mengecas handphone di tempat tidur yang bisa memicu terjadinya percikan api di kasur dan tempat rawan lainnya.
”Masyarakat harus mengetahui langkah antisipasi agar bencana kebakaran hunian tidak terjadi dengan memastikan instalasi listrik beroperasi dengan baik. Jangan lupa mematikan kompor gas,” ujarnya.
Dirinya juga mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman kebakaran di permukiman maupun gedung perkantoran. Apalagi jumlah kebakaran di Kota Pekanbaru selama hampir empat bulan ini mencapai puluhan kejadian.
Langkah antisipasi yang bisa diambil oleh masyarakat salah satunya dengan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah untuk pertolongan pertama kebakaran.
Baca Juga: Kebakaran Ruang Laundry RSUD Bangkinang Berhasil Dipadamkan, Damkar Kampar Bergerak Cepat
Masyarakat bisa menempatkan APAR di lokasi strategis seperti dapur atau garasi, pada ketinggian 15-125 cm dari lantai, mudah dilihat.
Adanya langkah awal ini bukan hanya mencegah meluasnya kebakaran. Namun juga mencegah adanya korban luka maupun korban jiwa saat kebakaran terjadi.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pekanbaru dikatakan Zarman, siap membantu masyarakat dalam mensosialisasikan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dilingkungan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran.
Jika mendapati kebakaran, masyarakat bisa segera melapor ke DPKP Pekanbaru atau menghubungi sambungan TRC Pekanbaru Aman 112.
”Kami juga mengimbau masyarakat untuk bisa memadamkan api sejak awal, sembari menanti petugas datang ke lokasi kejadian. Pengguna apar itu sangat penting untuk menjaga agar sebaran api tidak meluas dan dapat ditangani sebelum menjalar kepermukaan lainnya,” jelasnya.(ayi)
Editor : Arif Oktafian