Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Keberangkatan Satu Kloter JCH Riau Tertunda

Tim Redaksi • Selasa, 28 April 2026 | 09:27 WIB
Ilustrasi ibadah Haji. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
Ilustrasi ibadah Haji. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Proses pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) Riau tersendat. Senin (27/4), rencana keberangkatan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 5 Embarkasi Ba­tam (BTH) menuju Madinah terpaksa mengalami penundaan dan dijadwalkan ulang pada Selasa (28/4).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau Defizon menambahkan, Kloter 5 ini tertunda karena masalah teknis pesawat. “Kami dapat jadwal terbaru dari pihak penerbangan bahwa kloter 5 kloter 5 besok (hari ini, red) sekitar pukul 14.10 WIB diberangkatkan ke Madinah,” ujarnya.

Kloter 5 BTH ini terdiri berjumlah 438 jemaah yang terdiri dari 436 orang asal Kabupaten Kampar dan 2 orang dari Kabupaten Siak. Mereka telah masuk Asrama Haji Batam sejak, Ahad (26/4). Akibat penundaan tersebut, para jemaah tidak langsung kembali ke asrama haji, tapi sempat diinapkan di salah satu hotel di Batam  sambil menunggu kepastian jadwal keberangkatan.

Baca Juga: Lepas Keberangkatan 439 JCH, Plt Gubri Titip Doa untuk Riau 

Salah seorang keluarga JCH, Ari menyampaikan orang tuanya yang tergabung dalam kloter tersebut batal berangkat pagi kemarin disebabkan oleh persoalan teknis pesawat. “Orang tua saya batal berangkat pagi ini (kemarin, red), katanya persoalan teknis pesawatnya. Sempat diinapkan di hotel. Namun, sudah kembali ke asrama karena dijadwalkan berangkat besok (hari ini, red),” ujarnya.

Hingga Ahad (26/4), sudah 883 JCH Riau telah mendarat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi. Namun demikian, terdapat tujuh JCH asal Pekanbaru yang harus menunda keberangkatan.

Ke-883 JCH Riau yang telah sampai di Tanah Suci tesebut, terdiri atas 869 jemaah, 4 Petugas Haji Daerah (PHD), 2 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 8 petugas haji kelompok terbang (kloter).

Baca Juga: Penanganan Banjir Pekanbaru Tak Bisa Sendiri, Pemko Perlu Uluran Tangan Pusat dan Provinsi

Defizon menyebutkan, dua kloter yang telah diberangkatkan yakni BTH 3 berjumlah 443 orang dan BTH 4 sebanyak 440 orang.  “Seluruh jemaah dari dua kloter ini telah tiba di Madinah dan dalam kondisi sehat walafiat,” ujar Defizon Senin (27/4). Selama berada di Madinah, jemaah akan melaksanakan rangkaian ibadah, termasuk Salat Arbain di Masjid Nabawi dan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah. 

Namun ada tujuh jemaah asal Pekanbaru yang harus menunda keberangkatan. Empat di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit di Batam karena kondisi kesehatan. Sementara tiga lainnya merupakan pendamping.

“Jemaah yang ditunda akan diberangkatkan pada kloter berikutnya, menyesuaikan dengan kondisi kesehatan dan ketersediaan kursi penerbangan,” jelasnya.

Kepala Kemenhaj Pekanbaru, Haryati menambahkan untuk proses pemberangkatan para jemaah berjalan lancar. Ia juga mengimbau seluruh calon jemaah yang akan diberangkatkan ke tanah suci untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.

“Yang terpenting adalah menjaga kesehatan. Atur pola makan, istirahat cukup, dan kurangi aktivitas yang dapat menguras energi, termasuk menerima tamu secara berlebihan,” ujarnya.

202 JCH Rohil Dilepas 

JCH Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dilepaskan secara resmi lewat prosesi tepuk tepung, upah-upah, dan doa bersama di Masjid As Salam di Kepenghuluan Rantau Bais, Tanah Putih, Ahad (25/4) malam. Usai pelepasan, JCH bertolak menuju ke Dumai dan diberangkatkan ke Batam pada Senin (27/4) pagi mengunakan feri.

“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan spiritual untuk menyucikan diri. Saya titipkan pesan khusus,  jaga kesehatan karena cuaca di sana berbeda dengan daerah kita. Banyak minum air dan jangan memaksakan diri. Yang terpenting, luruskan niat hanya karena Allah SWT,” kata Bupati Rohil Bistamam.

Baca Juga: Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba, Wako Agung Nugroho: Bukan Solusi, tapi Awal Kehancuran

Rombongan tiba di Dumai tepat waktu dimana sebanyak 202 jemaah dalam kondisi sehat dan siap melanjutkan perjalanan laut menuju Embarkasi Batam. Setibanya di Embarkasi Batam, para jemaah akan beristirahat sejenak di asrama haji sebelum menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan akhir serta pengecekan dokumen imigrasi. 

Wabup Rohil Jhony Charles turut mendampingi para JCH naik kapal feri menuju Batam dihari yang sama, kemarin. Kehadirannya bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas dan kebutuhan jemaah selama di perjalanan terpenuhi dengan baik. 

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan moral sekaligus memastikan pelayanan  Pemkab Rohil berjalan optimal. Kita ingin memastikan jemaah merasa nyaman, aman, dan tenang selama perjalanan transit menuju Batam,” ujar Jhony Charles.

307 JCH Inhil Berangkat via Kapal Cepat

Sebanyak 307 JCH Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang tergabung dalam Kloter 11 dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci, Selasa (28/4)  hari ini melalui Embarkasi Batam. Para jamaah akan diberangkatkan menggunakan kapal cepat menuju Batam, Kepulauan Riau sebelum melanjutkan perjalanan ke asrama haji.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar, termasuk kesiapan transportasi laut yang akan digunakan jemaah. Bupati Inhil, Herman turun langsung melakukan peninjauan guna memastikan kesiapan kapal.

Ia mengatakan, peninjauan dilakukan untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan jamaah menuju Batam. Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan armada bus dari pelabuhan di Batam menuju asrama haji. “Pemkab Inhil akan berupaya memberikan pelayanan maksimal dan menanggung biaya transportasi lokal bagi jamaah,” ujarnya.

JCH Kampar Dilepas Bupati

Bupati Kampar Ahmad Yuzar secara resmi melepas keberangkatan JCH yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam di Aula Arafah II Asrama Haji Batam, Senin (27/4) dini hari. 

Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan para jemaah yang telah melalui berbagai tahapan persiapan, mulai dari manasik hingga pemeriksaan kesehatan.

“Kami mendoakan seluruh jemaah agar diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.

JCH Kuansing Siap Berangkat ke Pekanbaru

JCH Kuantan Singingi (Kuansing) sebanyak 187 orang termasuk petugas haji daerah, akan berangkat dari Telukkuantan ke Pekanbaru, Selasa (28/4).  JCH dilepas dari Masjid Agung Raudha. Di Pekanbaru akan menginap satu malam di hotel Aryaduta yang sudah disiapkan Pemkab Kuansing. Lalu Rabu (29/5) menuju embarkasi haji Batam dan Kamis (30/4) akan berangkat menuju Madinah. 

Hingga kini, seluruh JCH sudah siap untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Tidak ada yang menunda keberangkatan karena sakit atau lainnya. “Sampai hari ini (kemarin, red) seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan tidak ada menunda keberangkatan. Tetap sesuai jadwal,” ungkap Kakan Kemenhaj Kuansing, H Armadis, Senin (27/4).

JCH Kuansing, kata Armadis berjumlah 186 orang di tambah satu orang petugas haji daerah menjadi 187 orang. Tergabung dalam kloter 8 bersama Rohul dan Rohil. Ia mengimbau seluruh jemaah menjaga pola makan, banyak melakukan ibadah, perbanyak sabar menghadapi semua ujian dan selalu saling tolong menolong sesama jemaah.

Lansia-Risti Diimbau Tidak Paksakan Jalankan Arbain

Saat ini jemaah haji Indonesia masih terkonsentrasi di Madinah. Situasi di sana demikian padat, khususnya di Masjid Nabawi. Karena itu, jemaah haji Indonesia diimbau tidak memaksakan diri menjalani ibadah Arbain, khususnya yang sudah lansia atau memiliki risiko tinggi (risti) secara kesehatan.

Jemaah haji gelombang pertama diterbangkan menuju Madinah. Mereka berada di Madinah selama sekitar delapan hari. Salah satu kegiatan jemaah di sana adalah Arbain atau salat 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi yang umumnya dijalani selama delapan hari.

Petugas Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja (Daker) Bandara Anis Diyah Puspita menegaskan bahwa Arbain itu bukan rukun haji. “Nanti rukun haji sepenuhnya ada di Kota Makkah, khususnya saat pelaksanaan wukuf di Arafah,” katanya dalam keterangan tertulis kemarin (27/4).

Anis mengatakan, jemaah, khususnya yang lansia dan berisiko tinggi secara kesehatan, diharapkan tidak memaksakan diri menjalankan Arbain. Meskipun secara jarak hotelnya sangat dekat, kondisi di Masjid Nabawi tetap cukup padat, apalagi saat waktu Salat Rawatib.

“Salat Arbain bukan sesuatu yang harus dituntut kepada jemaah. Yang terpenting adalah menjaga kondisi agar tetap prima untuk puncak haji,” ujar Anis.

Menurutnya, jangan sampai keinginan menuntaskan 40 waktu salat di Masjid Nabawi justru membuat jemaah kelelahan dan sakit ketika menghadapi wukuf di Arafah. Padahal, wukuf merupakan rukun haji yang tidak dapat ditinggalkan.

Sampai dengan 27 April, lebih dari 30 ribu jemaah Indonesia tiba di Madinah. Setelah delapan atau sembilan hari, mereka akan diberangkatkan ke Makkah. 

Sedangkan untuk jemaah haji gelombang kedua, mereka mengambil rute dari tanah air langsung ke Jeddah, kemudian naik bus ke Makkah. Jemaah gelombang kedua diterbangkan mulai 7 Mei.(ilo/fad/*2/kom/dac/wan/ttg/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#keberangkatan haji tertunda #Haji 2026 #jch riau