Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Bahan Pokok di Pasar Mulai Naik, Kelangkaan BBM Jadi Pemicu

Soleh Saputra • Selasa, 5 Mei 2026 | 16:47 WIB
Masyarakat beraktivitas belanja di Pasar Pagi Panam Pekanbaru, Selasa (5/5/2026). (Soleh Saputra/Riaupos.co)
Masyarakat beraktivitas belanja di Pasar Pagi Panam Pekanbaru, Selasa (5/5/2026). (Soleh Saputra/Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Harga sejumlah bahan pokok di pasar Pagi Panam, Jalan Budi Daya, Pekanbaru, terpantau mulai naik dalam sepekan terakhir. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dianggap berpengaruh terhadap naiknya biaya distribusi dan kelancaran pasokan dari daerah pemasok ke pasar.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Selasa (5/5/2026) harga bumbu dapur seperti jeruk nipis Bukittinggi mengalami kenaikan. Jeruk nipis Bukittinggi yang biasanya dijual Rp20 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Seorang pedagang bumbu dapur di pasar tersebut, Ilen, mengatakan bahwa kenaikan harga ini dikarenakan ongkos kirim akibat kelangkaan BBM. Dirinya biasa mendatangkan barang dari kampungnya Bukittinggi, Sumatera Barat.

 Baca Juga: Turun Lagi, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Jadi Rp3.874 per Kg

“Iya lah, mengganggu. Ongkos naik, dari kampung kesini harganya naik,” ujar Ilen.

Ia juga merasakan bahwa pembeli mulai jarang datang karena harga-harga terus naik. “Kadang karena naik, pelanggan jadi jarang datang,” keluhnya.

Sementara itu, pedagang cabai dan bawang di pasar yang sama, Rendi, mengakui bahwa kelangkaan BBM berpengaruh terhadap kelancaran distribusi, meskipun kenaikan harga cabai dalam seminggu terakhir tidak terlalu drastis. Tetapi meskipun begitu, menurutnya faktor utama kenaikan harga cabai justru adalah cuaca yang tidak menentu.

“Berpengaruh, kalau BBM naik, orang terlambat kesini. Tapi penyebab utama ya cuaca. Kalau masih hujan, itu panenya jadi dibatasi, karena cabai itu tidak bisa hari-hari hujan di panen. Kalau dipaksa panen semua pasti busuk dan basah, nah jadi kota-kota lain pun kekurangan pembagian,” ujar Rendi

 Baca Juga: Dishub Bengkalis Segera Terapkan E-Ticketing Penyeberangan Ro-Ro

Rendi juga menyampaikan bahwa daya beli pembeli mulai terpengaruh juga. Awalnya banyak pembeli yang komplain, namun lama kelamaan terbiasa meskipun tetap terasa berat bagi pembeli.

“Berpengaruh ke daya beli, seminggu pertama pembeli komplain karena harga naik. padahal kami sebagai penjual juga ikut merasa” ujarnya.

Para pedagang berharap pemerintah segera menstabilkan pasokan BBM agar biaya distribusi bahan pokok tidak terus membebani pedagang dan pembeli di pasar.(sol)

 

Editor : Edwar Yaman
#bbm #kelangkaan bbm #harga bahan pokok