Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Bahan Pokok di Pasar Berangsur Naik

Soleh Saputra • Rabu, 6 Mei 2026 | 12:09 WIB
Warga antusias berbelanja di Pasar Murah yang digelar Dinas Pertanian Inhil di halaman Gor Tasik Gemilang, Tembilahan, Selasa (5/5/2026). (JPG)
Warga antusias berbelanja di Pasar Murah yang digelar Dinas Pertanian Inhil di halaman Gor Tasik Gemilang, Tembilahan, Selasa (5/5/2026). (JPG)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pagi Panam, Jalan Budi Daya, Pekanbaru, terpantau mulai naik dalam sepekan terakhir. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dianggap berpe­ngaruh terhadap naiknya biaya distribusi dan kelancaran pasokan dari daerah pemasok ke pasar.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Selasa (5/5) harga bumbu dapur seperti jeruk nipis Bukittinggi me­ngalami kenaikan. Jeruk ni­pis Bukittinggi yang biasanya dijual Rp20 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Seorang pedagang bumbu dapur di pasar tersebut, Ilen,  mengatakan bahwa kenaikan harga ini dikarenakan ongkos kirim akibat kelangkaan BBM. Dirinya biasa mendatangkan barang dari kampungnya Bukittinggi, Sumatera Barat.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Uji Pemanfaatan Satelit Jepang untuk Pantau Sawit Lebih Presisi

“Iya lah, mengganggu. Ongkos naik, dari kampung ke sini harganya naik,” ujar Ilen.

Ia juga merasakan, bahwa pembeli mulai jarang datang karena harga-harga terus naik. “Kadang karena naik, pelanggan jadi jarang datang,” keluhnya.

Sementara itu, pedagang cabai dan bawang di pasar yang sama, Rendi, mengakui bahwa kelangkaan BBM berpengaruh terhadap kelancaran distribusi. Meskipun kenaikan harga cabai dalam seminggu terakhir tidak terlalu drastis. Tetapi meskipun begitu, menurutnya faktor utama kenaikan harga cabai justru adalah cuaca yang tidak menentu.

Baca Juga: Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Jalan Protokol 

“Berpengaruh, kalau BBM naik, orang terlambat ke sini. Tapi penyebab utama ya cuaca. Kalau masih hujan, itu panenya jadi dibatasi, karena cabai itu tidak bisa hari hujan di panen. Ka­lau dipaksa panen semua pasti busuk dan basah, nah jadi daerah-daerah lain pun kekurangan pembagian,” ujar Rendi

Rendi juga menyampaikan bahwa daya beli masyarakat mulai terpengaruh juga. Awalnya banyak pembeli yang komplain, namun lama kelamaan terbiasa meskipun tetap terasa berat bagi pembeli.

“Berpengaruh ke daya beli, seminggu pertama pembeli komplain karena harga naik, padahal kami sebagai penjual juga ikut merasa” ujarnya. Para pedagang berharap pemerintah segera menstabilkan pasokan BBM agar biaya distribusi bahan pokok tidak terus membebani pedagang dan pembeli di pasar.

Baca Juga: Razia THM, Satu Pengunjung Diamankan 

Warga Manfaatkan Pasar Murah

Program pasar murah yang digelar di GOR Tasik Gemilang, Kecamatan Tembilahan, Selasa (5/5), menjadi tumpuan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Sejak pagi, warga terlihat memadati lokasi kegiatan guna membeli sembako yang dijual di bawah harga pasaran.

Dalam kegiatan yang dikemas melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) ini, berbagai komoditas penting seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga bahan pangan lainnya disediakan dengan harga subsidi. Selisih harga yang cukup signifikan diban­dingkan harga di pasar membuat program ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama di tengah kondisi harga yang cenderung fluktuatif.

Baca Juga: Ikon ”Pekanbaru Kota Bertuah” Roboh

Tidak hanya membantu masyarakat secara langsung, pasar murah ini juga menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Melalui intervensi harga di tingkat konsumen, pemerintah berupaya menekan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Inhil bersama Tim Penggerak PKK sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Dengan melibatkan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya sesaat, tetapi juga berkelanjutan.

Selain itu, keberadaan pasar murah dinilai efektif sebagai solusi jangka pendek di te­ngah kenaikan harga sejumlah komoditas. Masyarakat yang datang tidak hanya berasal dari sekitar Tembilahan, tetapi juga dari wilayah sekitarnya yang ingin memanfaatkan kesempatan mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih rendah.

Baca Juga: Gerebek Kampung Dalam, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Sita Ratusan Butir Ekstasi

Pemerintah daerah pun memastikan kegiatan ini tidak berhenti di satu titik saja. Rencana perluasan ke kecamatan lain tengah disiapkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Inhil.

Di sela kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Katerina Susanti, turut turun langsung meninjau pelaksanaan pasar murah tersebut. Ia memastikan harga yang dijual benar-benar berada di bawah harga pasar serta pelaksanaan berjalan tertib dan tepat sasaran.

“Harga yang dijual di sini lebih rendah dari pasaran, karena adanya dukungan pemerintah. Ke depan, kegiatan ini akan kita laksanakan di kecamatan lain agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Kami juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik serta tetap mengikuti aturan dari petugas,” ujarnya.(lim)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

 

Editor : Arif Oktafian
#bahan pokok #pasar pagi panam #bbm