Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pertamina Berjanji Evaluasi Distribusi BBM

Hendrawan Kariman • Jumat, 8 Mei 2026 | 10:28 WIB
Suasana rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Pekanbaru bersama Pertamina Patra Niaga di DPRD Pekanbaru, Kamis (7/5/2026). Rapat ini membahas fenomena antrean panjang kendaraan yang akan mengisi BBM di SPBU,  beberapa hari lalu. (DPRD Pekanbaru)
Suasana rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Pekanbaru bersama Pertamina Patra Niaga di DPRD Pekanbaru, Kamis (7/5/2026). Rapat ini membahas fenomena antrean panjang kendaraan yang akan mengisi BBM di SPBU, beberapa hari lalu. (DPRD Pekanbaru)

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pertamina Patra Niaga memenuhi panggilan Komisi II DPRD Pekanbaru untuk menghadiri rapat dengar pendapat (RDP), Kamis (7/5). Rapat ini membahas terkait antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pekanbaru. Hasilnya, Pertamina berjanji akan melakukan evaluasi terhadap distribusi BBM.

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Pekan­baru Zainal Arifin. Hadir juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Yulianis, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau Bambang Pratama, dan Sales Branch Manager Pertamina Sales Area Riau Hary Prasetyo.

Turur hadir Wakil Ketua Komisi II Yasser Hamidy, Sekretaris Komisi M Rizki Rinaldi serta anggota Meiza Ningsih, Mona Sri Wahyuni, Jepta Sitohang, Davit Marihot Silaban, Rizky Bagus Oka, dan Fikry Raihan Ramadhana.

Zainal Arifin mengatakan, kondisi antrean yang di beberapa tempat sampai berjam-jam sangat meresahkan masyarakat. ‘’Substansi kita memanggil Pertamina karena ada peristiwa kelangkaan BBM mulai tanggal 18 April lalu. Hampir semua SPBU antreannya cukup panjang, bahkan sampai berjam-jam,’’ kata Zainal.

Baca Juga: Saksi Sebut Rp150 Juta Mengalir ke TAPD, Untuk Ikut FGD ke Kemendagri

Usai rapat, Zainal mengungkapkan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan antrean panjang di SPBU. Salah satunya adalah isu kenaikan harga BBM yang beredar di masyarakat sehingga memicu panic buying. Selain itu, terjadi juga peralihan penggunaan BBM dari pertamax turbo ke pertalite yang menyebabkan konsumsi pertalite meningkat drastis.

‘’Ada perpindahan penggunaan BBM dari masyarakat yang sebelumnya memakai pertamax turbo beralih ke pertalite. Itu yang membuat antrean pertalite menjadi panjang,’’ sebut Zainal. 

Tidak hanya itu, politisi Gerindra ini menyebutkan,  faktor libur panjang juga jadi menyebabkan konsumsi BBM meningkat karena banyak masyarakat dari daerah lain masuk ke Pekanbaru. ‘’Memang ada kekurangan stok juga, ditambah saat itu libur sehingga banyak masyarakat dari luar daerah datang ke Pekanbaru dan konsumsi BBM meningkat,’’ jelasnya.

Atas beberapa hal yang terungkap dalam rapat ini, Komisi II DPRD Pekanbaru meminta Pertamina melakukan evaluasi dan menyiapkan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. ‘’Kami meminta Pertamina mengaji kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan menyiapkan solusi. Tadi (kemarin, red) mereka menyampaikan ada penambahan kuota sekitar 20 persen per hari,’’ kata Zainal.

Terkait permintaan Komisi II,  Sales Branch Manager Pertamina Sales Area Riau Hary Prasetyo berjanji pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi BBM di Riau, khususnya Pekanbaru. ‘’Ada beberapa poin, salah satunya peningkatan kekuatan distribusi yang nanti akan kami evaluasi supaya pendistribusian BBM di Pekanbaru dan Riau bisa berjalan lancar,’’ ujar Hary.

Baca Juga: Diduga Difitnah di Akun TikTok, Eva Susanti dan Upik Siap Tempuh Jalur Hukum

Pertamina, kata Harry, akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah terkait pengajuan tambahan kuota BBM. ‘’Untuk kuota, tentu kami perlu bantuan pemerintah daerah karena yang berwenang mengusulkan kuota BBM adalah pemerintah daerah,’’ tambahnya.

Terkait penyebab kelangkaan BBM, Hary mengatakan, ada faktor lain yang turut kondisi tersebut yakni dipicu oleh hoaks hingga memancing panic buying dari masyatakat. Harry memaparkan, memang ada kenaikan harga di tanggal 30 April karena pada 1 Mei untuk BBM nonsubsidi. Hoaksnya, kata dia, BBM subsidi juga naik. 

Hal ini yang membuat masyarakat panic buying. Akibat isu tersebut, masyarakat ramai-ramai mengisi BBM di SPBU meski sebagian kendaraan sebenarnya masih memiliki stok BBM di dalam kendaraan masing-masing. ‘’Yang di rumah sebenarnya tangkinya masih penuh ikut antre juga karena khawatir harga naik. Panic buying itu terjadi mulai 30 April sampai 2 Mei,” ujar  Hary.

Pertamina pun memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan konsumsi BBM saat libur panjang dan Idul Adha mendatang. ‘’Untuk long weekend dan Iduladha nanti sudah kami persiapkan dan menjadi atensi kami. Mudah-mudahan distribusi tidak ada kendala,’’ ujarnya.

Antrean Berkurang di Kuansing

Baca Juga: Wako Agung Bahas Strategi Optimalisasi APBD Kota Pekanbaru Bersama Kepala OPD

Kamis (7/5), kendaraan yang mengantre di SPBU nomor 14.293.640 Jalan Proklamasi, Sungai Jering Telukkuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) berkurang. Dari pantauan Riau Pos pukul 17.40 WIB, tak ada antrean kendaraan hingga ke simpang ruas Jalan SMAN Pintar maupun simpang ruas jalan MR DIY Telukkuantan. 

Pengendara hanya antre hingga depan Alfamart yang berjarak sekitar 20 meter dari SPBU. Bahkan, di stasiun pengisian solar, malah lebih sepi. Tak terlihat truk antre hingga ke pinggiran jalan. Malah hanya ada sekitar 10 truk colt diesel yang antre solar di halaman SPBU. Tidak seperti Rabu (6/5) lalu, yang antre lumayan panjang. 

Menurut Administrasi Pengelola SPBU Sungai Jering Mega Wahyuna, antrean kendaraan Kamis (7/5) lebih pendek atau berkurang dari hari Rabu (6/5). Sebab, selain stok BBM subsidi dan nonsubsidi yang lancar dan cukup sesuai kuota, jaringan koneksi SPBU lebih lancar. Tidak seperti Rabu (6/6), jaringan sering hilang berulang-ulang dan cukup lama.

Kondisi itu disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Telukkuantan. Akibatnya, kendaraan antre menjadi panjang. “Kadang panjang antrean karna jaringan sering hilang, jadi pembeli lama menunggu,” kata Mega Wahyuna.  ‘’Untuk sistem pengelolaan tetap seperti biasa, menunjukkan barcode mypertamina yang sesuai dengan nopol kendaraan yang bersangkutan. Bila tidak, tidak akan dilayani dalam pengisian BBM,’’ tegasnya.(end/dac)

 

Editor : Arif Oktafian
#komisi ii dprd pekanbaru #Pertamina Patra Niaga #distribusi bbm