Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bapanas Pertanyakan Distribusi Minyakita

Tim Redaksi • Rabu, 13 Mei 2026 | 10:39 WIB
Warga memasak menggunakan minyak goreng subsdi Minyakita di Kota Pekanbaru, Selasa (12/5/2026). Harga Minyakita di Pekanbaru tembus Rp20 ribu per liter, jauh dari harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp15.700 per liter. (MHD AKHWAN/RIAU POS)
Warga memasak menggunakan minyak goreng subsdi Minyakita di Kota Pekanbaru, Selasa (12/5/2026). Harga Minyakita di Pekanbaru tembus Rp20 ribu per liter, jauh dari harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp15.700 per liter. (MHD AKHWAN/RIAU POS)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) Minyakita di dua pasar tra­disional Kota Pekanbaru, Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Indra Wijayanto langsung mengumpulkan seluruh produsen Minyakita yang memiliki pabrik di Riau, Senin (11/5). Dalam sidak, Bapanas mendapati harga Minyakita tembus Rp20 ribu per liter. Sedangkan HET Minyakita di Pekanbaru sekitar Rp15.700 per liter.

Dalam pertemuan tersebut tampak hadir perwakilan dari perusahaan produsen, masing-masing dari PT Intibenua Perkasatama (Musimas Grup), Sumber Tani Agung Resources (STA), Sari Dumai Sejati (SDJ), Kreasijaya Adhikarya, Intan Sejati Andalan, Pelita Agung Industri dan sejumlah pabrikan lainnya. 

Tampak juga hadir bebera­pa produsen secara zoom meeting, juga beberapa distributor seperti ID Food dan beberapa lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Indra mengungkapkan kalau pihaknya sudah turun ke dua pasar di Kota Pekanbaru dan menemukan bahwa pasokan Minyakita di Pekanbaru masih cukup melimpah. Hanya saja, memang ada beberapa temuan, di mana Minyakita di jual di atas HET yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Selain itu, dari pemantauan di dua pasar yakni Pasar Pagi Arengka dan Pasar Dupa, hanya ada dua produk Minyakita yang beredar, yakni Minyakita yang diproduksi oleh Permata Hijau Sawit (Sumut) dan Pelita Agung Industri yang didistribusikan mela­lui alokasi 35 persen oleh Perum Bulog. 

”Kami tadi sudah keliling ke dua pasar. Kalau kita keliling sampai 10 pasar pun, saya yakin pasti ketemu barangnya Pelita Agung Agro Industri yang didistribusikan lewat Bulog. Pertanyaannya, ini bagi pelaku usaha yang lain, 65 persen yang Bapak distribusikan itu kemana? Barangnya ada di mana, kenapa di pasar tidak ada?” tanya Indra.

Baca Juga: Wako Sebut Penyaluran Beasiswa Segera Dilakukan

Ia mencatat, berdasarkan data Simirah, di Riau sendiri, tercatat ada 13 pabrik yang memproduksi Minyakita. Indra menyinggung tentang tanggung jawab moral dari tiap-tiap produsen untuk memastikan Minyakita yang diproduksi tetap masuk ke pasar-pasar rakyat yang ada di Riau, termasuk di Kota Pekanbaru.

Indra juga menyinggung tentang tanggung jawab moral dari tiap-tiap produsen untuk memastikan Minyakita yang diproduksi tetap masuk ke pasar-pasar rakyat yang ada di Riau, termasuk di Pekanbaru.

”Kami tidak meminta banyak. Misal, Bapak Ibu produksi 1.000 ton, sebanyak 35 persen atau 350 tonnya sudah pasti untuk Bulog, sesuai dengan Permendag No.34/2025. Kemudian sisanya 65 persen atau 650 ton, boleh nggak kami minta 50 ton dari 650 ton itu untuk didistribusikan ke pasar pantauan, atau pasar yang ditunjuk Disperindag dan Polda Riau,” tambahnya.

Indra minta produsen Minyakita untuk mengalokasikan di wilayah Riau sehingga harganya bisa di bawah HET. 

Pada kesempatan itu, Indra membuka data Simirah tentang pasokan yang dialokasikan oleh masing-masing produsen kepada distributor. ”Kami melihat alokasinya ada yang sampai 1.000 ton, ada juga yang 500 ton. Kami minta tidak banyak, kalau dari jumlah itu minta 20 ton saja untuk tiap-tiap pasar rakyat di Riau, rasanya masih sangat kecil. Tapi itu akan sangat membantu untuk memastikan kecukupan Minyakita di pasar-pasar di Riau,” ujarnya.(ayi/end/yls) 

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#MinyakKita #Bapanas #sidak