PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Di saat sebagian besar perusahaan travel umrah dan haji di Provinsi Riau telah merilis harga untuk musim umrah 1448 hijriah, kabar kurang sedap datang. Pihak maskapai yang sebelumnya sudah merilis harga tiket, tiba-tiba mengeluarkan kebijakan menaikkan harga tiket pesawat dengan nominal yang fantastis mencapai Rp5-6 juta. Alasannya karena terjadi konflik geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan terjadinya lonjakan harga minyak termasuk avtur yang menjadi bahan bakar pesawat.
Kondisi ini diperparah lagi dengan terjadinya penurunan nilai tukar rupiah dalam negeri terhadap dolar Amerika Serikat yang sudah hampir menyentuh Rp17.500 per dolar AS. Sehingga, ini juga berdampak naiknya harga akomodasi seperti hotel, bus dan biaya operasional lainnya di tanah suci yang berkaitan langsung dengan harga paket umrah.
Akibat dari naiknya harga tiket dan terpuruknya nilai tukar rupiah, maka harga paket umrah khususnya di Riau, akan mengalami kenaikan Rp5-6 juta per paket dari harga sebelumnya yang sudah dirilis.
Baca Juga: Pekan Ini, Harga Kelapa Sawit Mitra Naik Jadi Rp3.900 per Kg
Kondisi inilah yang disikapi serius para pemilik usaha travel (travel owner) di Riau dengan melakukan inisiatif berkumpul untuk menyatukan langkah dan sikap, Senin (11/5) di Pekanbaru. Lebih dari 30 pemilik travel yang hadir pertemuan tersebut, salah satunya owner Riau Wisata Hati HM Dawood selaku wholesaler tiket Batik Air.
‘’Kita paham bahwa saat ini terjadi gejolak geopolitik di Timur Tengah dan ini berdampak pada kenaikan bahan bakar, namun dengan kenaikan harga tiket yang dirilis maskapai, jelas-jelas sangat memberatkan kita, apalagi calon jemaah. Untuk itu, kita mendesak pihak maskapai meninjau ulang kebijakan ini,’’ jelas salah seorang travel owner dalam pertemuan itu yang diaminkan oleh para travel owner lainnya.
Bahkan, ada yang sampai berdiri menyampaikan reaksinya menolak kebijakan kenaikan harga yang diputuskan pihak maskapai. ‘’Kita tidak saja menghadapi kenaikan harga tiket pesawat yang fantastis, tapi juga terpuruknya nilai tukar rupiah yang akan berdampak pada biaya akomodasi lainnya seperti hotel, bus dan konsumsi jamaah di tanah suci,’’ timpal salah seorang travel owner lainnya.
Baca Juga: Staycation di Bulan Mei Hanya Rp600 Ribuan
Menyikapi hal ini, Muhammad Dawood selaku wholesaler tiket Batik Air menyatakan dirinya memaklumi keresahan travel owner di Riau dan mengatakan akan coba menyampaikan aspirasi para travel owner ini ke pihak maskapai. ‘’Saya akan coba komunikasikan aspirasi kawan-kawan ke pihak maskapai, apa pun hasilnya nanti akan saya infokan kepada kawan-kawan,’’ jelasnya.
Travel owner sepakat dalam pertemuan itu, meski terjadi gejolak harga paket umrah, namun mereka tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk jemaah. ‘’Tugas kita masing-masing travel menjelaskan kondisi saat ini apa adanya kepada jemaah dan mengimbau jamaah untuk tetap tenang dan memahami kondisi yang terjadi. Sebab semua ini terjadi di luar kuasa kita,’’ ajak salah seorang travel owner.
Baca Juga: Murid SD Islam Nurul Haq Tualang Belajar Jurnalistik ke Riau Pos
Dalam kondisi sulit ini, jamaah yang sudah mendaftar dan sudah menentukan jadwal keberangkatan, tentu akan terdampak langsung oleh kebijakan kenaikan harga ini. Di sisi lain mereka akan dihadapkan pada beberapa persoalan. Salah satunya, jika menunda keberangkatan dengan harapan akan ada penurunan harga, tentu tidak ada jaminan ke depan akan terjadi penurunan harga, sehingga beberapa travel owner tersebut sepakat tetap akan memberangkatkan jemaah sesuai jadwal.
Dari informasi sejumlah travel owner yang sudah menghubungi calon jemaahnya menyikapi kenaikan harga ini, umumnya calon jemaah memahami adanya koreksi harga ini. Bahkan, sebagian besar dari mereka memilih tetap berangkat dengan konsekuensi penambahan biaya karena khawatir menunda keberangkatan namun harga tetap tidak turun juga.(lim)
Editor : Arif Oktafian