PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- RS Awal Bros Group melalui Awal Bros Training Center menyelenggarakan Workshop Radiology Masterclass 2026 bertema "From Images to Insights, Sharpening Diagnostic Accuracy through Complex Case Analytics" di Fakultas Kedokteran Universitas Awal Bros, Pekanbaru, Rabu (13/5/2026).
Pelatihan dua hari ini ditujukan bagi dokter umum, dokter spesialis radiologi, dokter spesialis bedah, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta radiografer level 5 dan 6. Workshop dibuka secara gratis dengan kuota terbatas 100 peserta dan telah mendapatkan akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Workshop ini menghadirkan empat narasumber nasional dengan spesialisasi sub-klinis, antara lain Prof Dr dr Lina Choridah SpRad(K)-SubSp PRP(K), pakar radiological imaging tumor ginekologis termasuk kanker ovarium, uterus, dan serviks beserta protokol MRI Ginekologi, serta dr Bambang Purwanto Utomo SpRad(K) MMedEd yang membahas organ malignancy, peritoneal malignancy dan protokol CT Scan Abdomen.
Menurut Group Head Pelayanan Medis RS Awal Bros, dr Ryan Mutiara Machyar MKK, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat standar layanan diagnostik di tingkat regional.
Ketepatan diagnostik radiologi adalah fondasi dari seluruh pengambilan keputusan klinis. "Melalui Radiology Masterclass 2026, kami ingin memastikan bahwa tenaga medis di Pekanbaru dan Riau memiliki akses terhadap pengetahuan terkini dari pakar terbaik di bidangnya," ujar dr Ryan.
Selain itu, salam materi di hari pertama mencakup pembacaan hasil radiologi CT Abdomen serta malignancy pada organ kolorektal, pankreas, dan hepatobilier yang dibawakan oleh dr Bestari Ariningrum Setyawati MSi Med SpRad. Pada hari kedua, peserta mempelajari radiological breast imaging dan protokol USG serta mammografi bersama dr Devina Yudistiarta M MedSc SpRad.
Seluruh sesi dipandu oleh moderator berpengalaman, yakni dr Lukita Purnama Sari SpRad dan dr Lydia Fitriana SpRad MSc.
"Peserta wajib memiliki akun aktif di platform PLATARAN SEHAT (lms.kemenkes.go.id) sebelum pelaksanaan pelatihan guna validasi Satuan Kredit Profesi (SKP)," tuturnya.
Editor : Rinaldi