PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat mengatasi kelangkaan minyak goreng kemasan Minyakita yang terjadi di pasaran. Selain sulit ditemukan, harga Minyakita juga dilaporkan melambung hingga menyentuh Rp20 ribu per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, pihaknya telah meminta distributor agar tetap menyuplai kebutuhan pasar sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
Menurutnya, setiap pasar sudah memiliki jatah distribusi tertentu agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Baca Juga: Lakukan Penyegaran, Ratusan ASN di Setwan DPRD Riau akan Diganti
“Kita juga sudah minta alokasi itu sudah jelas per pasar itu, misalnya 10 ton atau 20 ton,” kata Ingot, Senin (18/5/2026).
Pemko Pekanbaru juga telah memanggil seluruh distributor Minyakita untuk menelusuri penyebab kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat pasar. Dari hasil temuan sementara di lapangan, terdapat kekurangan suplai dari distributor yang berdampak pada terbatasnya stok dan naiknya harga jual.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko meminta adanya tambahan pasokan melalui skema distribusi khusus. Selain distribusi konvensional, pemerintah juga menyiapkan alokasi per pasar melalui mekanisme dropping khusus agar Minyakita kembali tersedia di pasaran.
Baca Juga: Living World Pekanbaru Berikan Beragam Kejutan Sempena Ulang Tahun Ke-8
“Ada alokasi khusus. Sistem distribusi, selain jalur konvensional, nanti juga ada alokasi per pasar. Ada dropping khusus,” jelasnya.
Jika harga Minyakita masih terus melambung, Pemko Pekanbaru juga bersiap menggelar operasi pasar sebagai langkah intervensi harga. Upaya ini dilakukan untuk menekan harga agar kembali stabil dan terjangkau bagi masyarakat. (ilo)
Editor : M. Erizal