PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta hiburan malam di Kuliner Malam Cut Nyak Dien dievaluasi. Hal ini menyusul sejumlah aduan keluhan masyarakat yang resah atas aktivitas tersebut.
Sabarudi salah satunya menyoroti gelaran hiburan live music dengan menghadirkan tiga Disc Jockey (DJ) di salah satu lapak usaha di kawasan tersebut pada Sabtu (16/5) malam lalu. Ia menilai kemunculan musik di kuliner malam yang ditempati pedagang UMKM itu menurutnya sudah bergeser.
Sabarudi meminta pemerintah kota melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Satpol PP Kota Pekanbaru segera melakukan melakukan evaluasi terhadap konsep kegiatan di kawasan kuliner tersebut.
Baca Juga: Di Kantor TRC 112, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Kumpulkan OPD Bahas Keluhan Warga
”Sedapat mungkin Disperindag dan Satpol PP Pekanbaru melakukan evaluasi program pemberdayaan UMKM disana. Salah satu konsepnya adalah memperhatikan nilai budaya Melayu. Apakah nanti sudah tidak sejalan dengan budaya kita, itu harus dievaluasi,” ujar Sabarudi, Senin (18/5).
Sabarudi berpendapat Kuliner Malam Cut Nyak Dien seharusnya tidak hanya menjadi pusat ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang promosi budaya daerah. Maka, menurut dia, akan lebih baik jika hiburan yang ditampilkan di kawasan kuliner malam diisi dengan pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya budaya Melayu Riau.
”Alangkah baiknya jika di Kuliner Malam Cut Nyak Dien disajikan berbagai pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah. Dengan begitu generasi muda bisa mengenal dan mempertahankan budaya-budaya yang ada di Riau dan Indonesia,” ujar mantan Ketua DPRD Kota Pekanbaru ini.
Sabarudi juga menegaskan, pemerintah perlu mendengar aspirasi masyarakat terkait konsep hiburan yang ditampilkan di ruang publik. Apalagi kawasan kuliner malam tersebut berada di tengah kota, terbuka dan dikunjungi para keluarga yang membawa serta anak-abak mereka. ”Kita berangkat dari keresahan masyarakat dan nilai-nilai daerah ini. Kalau ada yang tidak tepat dipandang masyarakat, ya harus ada evaluasi,” katanya.(end)
Editor : Arif Oktafian