PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam mendorong budaya memilah sampah dari rumah mulai menunjukkan hasil positif. Masyarakat kini ramai menukarkan sampah non-organik ke waste station yang telah beroperasi di Kota Pekanbaru.
Antusias warga terlihat tinggi sejak waste station di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani mulai beroperasi. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan, fasilitas tersebut berhasil mengumpulkan hampir 8,5 ton sampah non-organik dari masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra mengatakan, tingginya partisipasi warga menjadi tanda meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Baca Juga: Dewan Ingatkan Perpisahan Jangan Beratkan Siswa
”Dalam dua bulan waste station yang di RTH Jalan Ahmad Yani beroperasi, sudah mengumpulkan hampir 8,5 ton sampah. Antusias masyarakat tinggi,” ujar Reza, Senin (25/5).
Waste station merupakan fasilitas pengelolaan sampah yang dirancang untuk mengumpulkan, memilah, serta mengolah sampah agar dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali. Kehadiran fasilitas ini juga bertujuan mengurangi volume sampah yang menumpuk dan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baca Juga: 256.369 Calon Mahasiswa Lolos SNBT, 3.396 Diterima di Unri
Saat ini baru satu waste station yang beroperasi di Pekanbaru. Namun DLHK berencana menambah lima lokasi baru, masing-masing di RTH Ratu Kaca Mayang Jalan Jenderal Sudirman, wilayah Panam, Rumbai, dan Tenayan Raya dengan menggandeng pihak swasta. Warga yang ingin menukarkan sampah non organik cukup mengunduh aplikasi Rekosistem terlebih dahulu. Adapun jenis sampah yang diterima meliputi plastik, kaca, minyak jelantah, kertas, kardus, logam hingga elektronik bekas.(yls)
Laporan JOKO SUSILO, Kota
Editor : Arif Oktafian