PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pada Hari Raya Iduladha, aktivitas penjualan hewan kurban khususnya kambing di Kota Pekanbaru terpantau masih lesu. Berdasarkan pantauan di Jalan Arifin Achmad, dan Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Marpoyan Damai, para penjual dadakan sudah selama sepekan jelang hingga Hari Raya Iduladha masih menjejakkan hewan kurban di pinggir jalan.
Meskipun Rabu (27/5) kemarin puncak perayaan Hari raya Idul Adha, namun tingkat transaksi pembelian masyarakat belum menunjukkan lonjakan yang berarti.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Pekanbaru, para penjual sengaja memasok kambing-kambing tersebut langsung dari wilayah Lampung. Namun, kondisi pasar menjelang Iduladha tahun ini dirasa jauh berbeda jika dibandingkan dengan musim kurban pada tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bapenda Razia Pajak Kendaraan
Salah seorang penjual kambing dadakan di kawasan tersebut, Reni , mengungkapkan bahwa dirinya sudah mulai menggelar lapak dagangannya sejak lima hari lalu. Ia mengaku, pada periode waktu yang sama di tahun lalu, tingkat penjualan kambing kurban masih terbilang lumayan bagus dan ramai pembeli.
Untuk musim kurban tahun ini, Reni menyediakan sebanyak 35 ekor kambing di lapaknya. Mirisnya, dari puluhan stok yang telah dipersiapkan tersebut, hingga saat ini baru lima ekor kambing saja yang berhasil terjual kepada konsumen.
“Tahun lalu di waktu yang sama sudah lumayan banyak yang terjual. Kalau tahun ini memang ada penurunan tingkat penjualan. Tapi untuk berapa persen penurunannya, saya belum bisa memastikan karena belum sampai di hari lebaran,” ujar Reni.
Menurut Reni, kambing yang dibawa biasanya memiliki bobot atau ukuran berat di kisaran angka 65. Terkait harga jual, ia mematok harga yang bervariasi untuk setiap ekornya, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta tergantung pada ukuran dan jenis hewan tersebut. Di sisi lain, berdasarkan draf laporan lapangan, harga jual kambing di pasaran berada pada kisaran Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor.
Baca Juga: Iduladha 1447 H Penuh Kebersamaan, Wako Agung Beri 2 Umrah Gratis
Calon konsumen yang datang ke lokasi umumnya belum melakukan transaksi langsung. Melainkan baru sebatas melihat-lihat kondisi fisik hewan dan menanyakan harga pasar. “Hari ini para pembeli yang datang rata-rata masih memilih-milih dan baru sekadar mengecek harga saja,” imbuh Reni.
Meskipun aktivitas pasar masih tergolong sepi, Reni membeberkan bahwa mayoritas pemesanan atau pengambilan hewan kurban yang masuk sejauh ini lebih banyak datang dari pihak pengurus masjid maupun musala. Walau didominasi oleh lembaga keagamaan, ia menambahkan ada juga beberapa pembeli yang datang atas nama pribadi atau perorangan.(ayi)
Editor : Arif Oktafian