PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax cukup dikeluhkan warga. Pasalnya kenaikan harga BBM ini dinilai sangat tinggi dan tanpa dilakukan sosialisasi terlebih dahulu.
Sari, warga Pekanbaru mengaku cukup terjekut saat mengisi BBM untuk sepeda motornya. Di mana sejak sebulan terakhir, ia mengisi BBM jenis Pertamax untuk kendaraannya.
"Saya memang biasa isi Pertamax sejak Pertalite pernah langka beberapa waktu lalu. Tadi waktu isi, petugas SPBU bilang sudah harga baru. Biasa isi 35 ribu sudah penuh, sekarang cuma dapat dua liter," keluhnya.
Baca Juga: Hari Pertama Kenaikan Harga BBM Non-Subsudi, Pertamax di SPBU Sungai Jering Kosong
Izal, warga Pekanbaru lainnya juga mengatakan bahwa ia sudah lama menggunakan BBM jenis Pertamax untuk kendaraannya. Selain karena ia menilai performa kendaraan menjadi lebih bagus, juga antrean untuk membeli BBM jenis ini di SPBU tidak panjang.
"Kenaikan sangat tinggi, sampai Rp4000 lebih. Kaget juga saya, tidak pernah ada sosialisasi rencana kenaikan Pertamax, tiba-tiba sudah naik sampai segitu," sebutnya.
Untuk diketahui, harga BBM nonsubsidi naik lagi. Per 10 Juni 2026, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikan harga BBM untuk produk Pertamax dan Pertamax Green. Kebijakan itu dilakukan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan melalui mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
Baca Juga: Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
Di Riau sendiri saat ini harga Pertamax (Ron 92) resmi naik menjadi Rp17 ribu per liter. Kenaikan yang terjadi sebesar Rp4,100 per liter dibanding harga sebelumnya yakni Rp12,900 per liter.
Editor : Rinaldi